My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {41}


__ADS_3

Villa keluarga Damara terletak di kawasan puncak. Hawa yang lebih dingin. Malam itu, masih terlihat para remaja yang tertawa sembari bercanda ria.


Alvin yang tengah bermain bersama Ray dan Baim terlihat menyadari sesuatu hal. Pandangannya mengedar. Ia tak menemukan sang kekasih. Aira.


Tanpa berkata, Alvin berjalan masuk ke Villa. Bertanya pada penjaga villa. Mencari kemana-mana. Dirinya tak menemukan Aira. Raut wajah Alvin mulai panik. Setengah berlari menuju halaman, tempat teman-temannya tadi.


"Ada yang ngeliat Aira?" tanya Alvin setengah berteriak. Semua orang di sana mengalihkan perhatian padanya.


"Tadi Adel nyamperin Aira 'kan?" ucap Lita dengan mengerjap polos. Aqila menginjak kakinya.


Adelia menautkan alisnya lalu berkata, "Tadi di dapur. Gue ajakin bareng kesini gak mau."


Alvin kemudian pergi dari sana. Kembali menyusuri villa sekali lagi. Lalu tak sengaja berpapasan pada Mbak Nana. Wanita itu bercerita mengenai hal tadi. Tentang perubahan raut wajah Aira saat ia tak sengaja keceplosan berkata tentang Alvin dan Adelia.


"Mbak gimana sih!" decak Alvin dengan sorot mata tajam. Mbak Nana menunduk takut.


Alvin lalu berjalan lagi. Ingin bertanya pada satpam di gerbang utama. Tak sengaja mendengar perbincangan di pinggir kolam renang. Alvin mengerjap kaget saat melihat Ray dan Adelia di sana. Lita, Aqila serta Sisil dan Baim


"Lo ngaku aja!" bentak Ray dengan geram.

__ADS_1


"Gue udah tau kalian rencanain sesuatu!" Matanya menyorot tajam. Lita maupun Aqila menelan saliva. Sementara Adelia. Raut wajahnya terlihat memerah menahan amarah.


"Udah gue bilang berkali-kali. Gue gak tau dimana Aira! tadi dia masih di dapur!!" Mata cantik Adelia terlihat juga memerah.


Alvin menatap teman-temannya. Lalu berkata dengan intonasi kejam dan raut wajah menakutkan. "Kalau sampai terjadi apa-apa sama Aira. Gue-"


"Gue gak tau!" potong Adelia dengan nada bentakan. Ia berusaha keras menahan air mata.


"Lo percaya sama gue 'kan Vin? gue gak tau dimana Aira." Adelia menatap Alvin dengan sorot mata memelas. Alvin membuang muka. Berlari ke arah gerbang utama.


Bertanya pada satpam di sana. Apa ada wanita yang keluar dari villa. Satpam mengatakan memang ada. Seorang gadis dengan rambut di kepang dua dan lelaki berkacamata.


Alvin terkesima. Jadi ... Aira bersama Kevin sementara ia sangat mengkhawatirkan kekasihnya?


***


"Jangan dekatin gue! sialan lo!" umpat Aira.


Lelaki di hadapannya terdiam sejenak. Baru pertama kali melihat Aira mengumpat. Namun perlahan, senyumannya tertarik sempurna. Menatap Aira dengan sorot mata mendamba.

__ADS_1


"Kamu selalu penuh kejutan Ra!" Kevin mengusap pelan pipi Aira dengan sorot mata mendamba. Menatap bibir wanita itu.


Aira diam dan menggeram. Berusaha melepas ikatan di tangannya. Tadi sewaktu di dapur. Kevin meminta bantuannya. Katanya, ia ingin berjalan di sekitar villa.


Aira percaya. Lagipula. Moodnya sedang memburuk tadi. Sewaktu ingat pacarnya yang memiliki sahabat wanita. Adelia. Tapi Aira tak menyangka bahwa Kevin justru menculiknya. Tentu tak menyangka. Dia hanya nerd girl di sekolah tapi mengapa nerd boy ini menculiknya?


"Tentu karena aku mendambakan mu." Kevin berucap tepat di telinga Aira. Seolah tau isi pikiran gadis itu. Membuat sang gadis merinding di sekujur tubuhnya.


Dulu, Kevin hanya suka memperhatikan Aira. Lama kelamaan ia jadi suka. Sikap Aira yang baginya menarik dan unik. Bibirnya yang terlihat menggoda. Dan mata yang indah meski bersembunyi dibalik kacamata.


"Aku menginginkanmu Aira."


Aira membelalakkan mata saat tangan Kevin menyentuh pundaknya. Seolah bersiap ingin melepas pakaian di tubuhnya.


"Alvin ...." lirih Aira dalam hati.


***


Next? maap yaa baru up😭*

__ADS_1


sibuk banget Zaraa ditambah novel sebelah udah terbit😁


Jangan lupa like dan banyakin komentarnya❤🙏


__ADS_2