My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {18}


__ADS_3

Adelia nampak melangkah lesu dengan raut wajah sedih sehabis keluar dari kantor guru. Sementara Lita sudah memboyongnya dengan berbagai pertanyaan.


"Kenapa sih Del?" tanya Aqila kesal karena saat Lita bertanya belum pula di jawabnya.


Adelia duduk di kursinya kemudian berkata, "Bentar lagi ada olimpiade nasional."


"Lah terus? bukannya tahun kemaren lo juga kan yang ngewakilin sekolah?" tanya Lita dengan mengerjap heran.


"Iyaaa, tapi sekarang gue gak semangat gitu karena se-tim sama tuh cewek culun!" sahut Adelia dengan nada kesal. Mengingat kembali saat ia meng-upload fotonya bersama Alvin. Lelaki itu memarahinya dan mengatakan bahwa Aira bisa salah paham karena hal itu.


Aneh, sikap Alvin yang teramat aneh pada Aira membuat wanita itu kebingungan. Jika memang Alvin mulai jatuh cinta, rasanya tak akan secepat itu. Apa lagi jatuh hati pada gadis seperti Aira. Begitu pikirnya.


"Lo mikirin sikap Alvin ke tuh cewek yaa?" tebak Lita yang membuat Adel spontan menganggukkan kepala.


"Gue juga pernah lihat mereka berdua. Mesra banget gitu kayaknya bener-bener sama suka." Lita berucap tak memperdulikan perasaan Adelia hingga Aqila menyikut lengannya.


"Menurut gue agak aneh juga sih." Aqila menimpali. Lalu kembali berucap untuk menenangkan sahabatnya sendiri, "Pasti ada sesuatu yang membuat Alvin bersikap kek gitu sama Aira."

__ADS_1


"Udah ah! diem!" bentak Adel kesal. Kemudian melangkah menuju kantin sekolah di iringi keduanya. Hingga melewati perpustakaan dan tak sengaja melihat Aira di pojok ruangan. Ketiganya lantas mendatangi gadis itu.


"Aw!" pekik Aira spontan saat ada yang menarik rambutnya. Ia menoleh dan mengerjap kaget.


"Del, jangan ganggu dong. Lo kan tau gue harus belajar buat ngewakilin sekolah kita." Aira berucap sembari menatap buku tebal di atas meja tepat di hadapannya.


"Gue tau!!" bentak Adelia. Semua yang ada di perpustakaan menatap kesal mereka. Namun tak berani memprotes saat Lita dan Aqila melayangkan tatapan mengancam. Ya, mereka berkuasa.


"Gue punya suntikan semangat buat lo!" ucap Adelia sinis. Aira mengerjap heran.


***


Teringat kembali ucapan Adelia.


"Lo cuma kotoran yang harus Alvin terima karena kalah taruhan! Cuma itu! dan hubungan kalian itu palsu!"


Ya, Aira baru tau bahwa Alvin menginginkan dia sebagai pacarnya hanya karena hal itu. Jika gadis lain biasanya merasa terpuruk saat di jadikan bahan taruhan. Aira merasa lebih buruk.

__ADS_1


Karena setidaknya bahan taruhan lebih baik karena untuk dipertaruhkan. Yang mendapatkannya dianggap sebagai pemenang. Sementara Aira menjadi hukuman atas sebuah kekalahan. Alvin kalah dari Daniel dan mengharuskan lelaki itu menerima kekalahannya. Menjadi pacar Aira.


Aira menghela napas kasar. Suntikan semangat kata Adelia? apa apaan pikirnya.


Dering ponsel berbunyi dan nama Alvin tertera di sana. Aira menghiraukan telpon itu. Untungnya sekarang ia masih berada di apartemennya dan akibat ucapan Alvin yang asal. Sang bunda tak jadi memaksa Aira untung tinggal bersama Ray.


***


Tiga gadis nampak berada di kolam renang pribadi belakang rumah besar. Tempat keluarga Reandra. Rumah Aqila Syua Reandra.


"Del, gue bingung kenapa lo mau ngasih tau itu ke Aira. Bukannya lo waktu itu bilang gak papa yaa waktu tau Alvin cuma jadiin dia mainan aja?" tanya Lita dengan mengerjap heran.


"****!" umpat Aqila pada Lita yang selalu loading lama atau lola. Lita memberengut kesal.


Keduanya lalu menatap Adelia yang nampak termenung lama. Menatap langit sejenak, kemudian Adel berkata, "Dulu, gue pikir bakalan bisa dobrak hati Alvin kalau memang dia gak bisa buka pintu hatinya."


Gadis itu menjeda ucapannya sesaat lalu kembali berucap, "Tapi sekarang gue takut. Takut kalau bahkan gue berhasil dobrak pintu hatinya. Ternyata di dalam hati dia udah ada Aira ...."

__ADS_1


TBC


Jangan lupa likenya. Kasih vote nya kalau ada. Banyakin juga komentarnya ❤


__ADS_2