My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {30}


__ADS_3

Kening Adelia tepat terkena salah satu kerikil di lapangan. Hal itu terjadi karena tenaga Ray yang memang kuat dan membuatnya tersungkur.


Adelia hanya diam saat Aira mengobati lukanya. Gadis itu membeku dengan kedua mata yang sendu. Ia menatap Aira dengan dalam.


"Sudah!" Aira berucap sembari menghela napas setelah selesai mengobati luka Adelia. Kemudian Baru menyadari bahwa Adelia menatapnya. Gadis itu lantas bertanya, "Kenapa?"


Adelia membuang muka lalu berdiri dengan cepat dari duduknya. Ingin melangkah namun kakinya terhenti sendiri. Menghembuskan napas kasar kemudian ia berujar, "Thanks."


Aira menarik kedua sudut bibirnya. Tersenyum samar kemudian berucap dengan nada penuh persahabatan, "Gue tau lo cewek yang popular dan suka bertindak semena-mena-"


Aira menghentikan ucapannya saat melihat Adelia menatapnya dengan sorot mata kesal. Ia kembali berucap dengan nada sedikit ketakutan tapi tersirat juga secuil keberanian.


"Tapi gue berharap kita bisa temenan."


Adelia membelalakkan mata. Sementara Aira kembali berkata, "Gue cuma gak mau Alvin terbebani."


Aira tau diri bahwa Adelia bukan gadis yang akan suka berteman dengannya. Tapi mengingat bahwa gadis itu sahabat dari Alvin. Ia merasa tak enak karena sudah menciptakan jarak bagi keduanya.


Lagipula, Aira masih berharap mereka bersama. Beberapa hari bersama Alvin adalah hari-hari terindah baginya. Seorang Aira tak kesepian lagi. Tapi, ia tak bisa memungkiri. Bahwa hubungannya tercipta di atas penderitaan Adelia.


Bagaimana jika ia di posisi gadis itu? setahun menjalin hubungan kemudian di tinggalkan tanpa alasan. Mungkin Aira tak tahan dan untuk itu ia harus mengalah meski akan kembali merasa kesepian.


"Oke." Adelia berucap tegas. Aira membeku.


"Sekali lagi thanks!"


Adelia melangkah pergi.

__ADS_1


***


"Ra!"


Aira tetap melangkah dengan cepat. Menuju parkiran sekolah dan naik motor maticnya. Tapi kembali mendengus kesal saat Alvin mencengkram stang motornya


"Maaf ...." Sorot mata memelas dengan keadaan wajah penuh lebam itu membuat Aira tak tega.


"Pulang sama Aku yaa?" Diamnya Aira sebagai jawaban iya. Alvin menarik tangan gadis itu dan membawa ke mobilnya.


Keduanya meninggalkan sekolah. Di dalam mobil. Sesekali Alvin mendesis kesakitan tapi tak pernah berucap bahkan satu keluhan. Remaja tampan itu terus melirik gadisnya.


Sesampainya di apartemen Aira. Gadis itu mengobati lebam di wajah tampan lelakinya. Masih dengan raut wajah cemberut dan sorot mata kesal.


"Pelan-pelan Ra!" protes Alvin saat gadis itu terlalu kuat menekan kompresan pada lebamnya.


Hening terjadi dalam keadaan wajah yang sama menunduk. Tak sengaja, mata Alvin menangkap sebuah luka kecil di lengan Aira.


"Ini ....?" Alvin mengambil tangan kanan Aira. Gadis itu cepat menarik kembali tangannya.


"Maaf yaa. Kamu sampai luka gini." Alvin menatap sang pacar dengan sorot mata sendu dan rasa bersalah.


Aira terdiam cukup lama. Tak menjawab atau menatap. Alvin tak tahan untuk tak membawa gadis itu ke dekapan.


"Maaf." Berulangkali mengecup puncak kepala Aira dan mendekapnya dengan penuh kehangatan.


Aira melepaskan pelukan dan Alvin mengusap lembut air mata di pipi gadisnya. Ia tersenyum samar kemudian berujar, "Sini di obatin dulu."

__ADS_1


"Gak perlu. Tadi udah. Barengan sama ngobatin luka Adelia."


Alvin terdiam. Tak bertanya keadaan adelia atau berucap hal lainnya.


"Vin," ucap Aira dengan penuh keraguan.


"Iya?"


"Kamu beneran gak ada rasa apa-apa sama Adel?" tanya Aira sembari menatap lelakinya. Kemudian kembali berkata, "Orang bilang, dalam persahabatan antara lelaki sama perempuan selalu melibatkan perasaan."


Alvin menggeleng tegas. Lalu berkata sembari mencubit ujung hidung Aira, "Enggak sayaaang."


"Berarti salah yaa kata orang-orang?" tanya Aira dengan mengerjap polos. Alvin mengigit bibir gemas. Ia menatap bibir Aira kemudian menyatukan bibir mereka. Keduanya mulai memejamkan mata. Aira menikmati lidah Alvin yang menjelajah rongga mulutnya.


Tautan itu terlepas saat mereka kehabisan napas.


"Hal itu terjadi kalau keduanya sama-sama gak suka orang lain. Alias hatinya kosong. Gak ada siapa-siapa. Sedangkan aku suka sama seorang gadis sebelum Adelia hadir."


"Gadis? siapa?"


"Udah lama, temen masa kecil dulu aja." Alvin tersenyum misterius.


"Masih suka?" tanya Aira dengan nada cemburu dan menuntut jawaban.


TBC


Jangan lupa like nya❤

__ADS_1


__ADS_2