My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {15}


__ADS_3

"Jangan nguji kesabaran gue, Ra!"


Aira tak bergeming dan hanya menatap Alvin dengan sorot menantang. Hingga lelaki itu merampas paksa ponsel pacarnya. Menjauh dan memeriksa hal yang entah mengapa sudah menganggu pikirannya.


Aira mendengus kesal kemudian tangan mungilnya sibuk membereskan kamar dengan menggerutu pelan.


Saat Alvin sudah selesai dengan ponsel Aira, lelaki itu menautkan kedua alisnya ketika melihat gadis yang beberapa hari ini sudah mengisi harinya nampak sudah siap seolah ingin pergi. Lelaki itu tak bertanya. Hingga keduanya keluar apartemen dan Aira mengerjap heran saat Alvin pergi tanpa sepatah kata.


"Nyebelin banget Yaa Tuhan ...." Aira berdecak kesal.


***


Seorang gadis manis dengan kacamata tebal nampak duduk di sofa sembari memperhatikan jemarinya saling bertaut dan bergerak tak nyaman. Di hadapannya, terhalang satu meja. Seorang wanita yang berusia kepala tiga nampak memperhatikan anak gadisnya.


Mata wanita itu berkaca-kaca. Terluka saat datang ke apartemen anak gadisnya. Ia justru seperti orang asing yang salah alamat. Tak ada nada manja yang memanggilnya bunda.


"Aira ...." Mawar berucap dengan lirih sembari menatap dalam mata Aira yang baru saja mengangkat kepalanya. Lewat mata, ia tak menyangka sejak kapan dirinya sudah begitu asing bagi putrinya sendiri.

__ADS_1


Mawar beralih posisi menjadi di sebelah Aira dan memeluk gadis itu dengan dekapan hangat nan erat. Aira diam membeku.


"Maaf yaa, bunda sibuk selama ini sampai gak punya waktu buat Aira."


Aira menggelengkan kepala lalu berkata, "Gak papa Bunda."


"Gimana kabar kamu Nak? yakin gak perlu ART di sini?" Mawar mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Cukup besar dan berpikir bagaimana Aira membersihkan tempat itu tanpa bantuan siapapun.


"Gak perlu Bun, Aira biasanya minta beresin sama orang juga kok. Kadang-kadang aja tapi." Aira berucap seolah tau apa yang ada di pikiran bundanya. Mawar Larasati.


"Hmm ... udah makan belum?" tanya Mawar dan Aira menggeleng sebagai jawaban.


Aira terdiam. Kemudian menatap mata sang bunda dalam-dalam. Namun berusaha untuk tidak tenggelam. "Kita masak aja yaa bunda? Aira kangen kayak dulu ...."


Kali ini, Mawar yang terdiam. Matanya kembali berkaca-kaca. Baru mengerti bahwa putrinya lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan cara sederhana.


"Oke." Mawar berucap sembari tersenyum lebar. Aira tercengang kemudian memeluk sang bunda. Ia merindukan dekapan hangat itu. Sejak menikah lagi, bukan hanya Mawar yang di landa kesibukan yang juga ikut bekerja di salah satu kantor cabang suaminya. Aira juga menjauh karena kecewa bahwa sang bunda sudah melupakan ayahnya.

__ADS_1


Bukankah seharusnya cinta itu satu untuk selamanya? mengapa harus menikah lagi saat orang yang dicintai telah tiada? Mengapa? Berbagai pertanyaan itu mengusik hati Aira dan perlahan membentuk persepsi salah terhadap ibundanya.


Aira dulu tak mengerti bahwa tak semua pernikahan melibatkan rasa cinta. Kadangkala, hubungan berawal karena saling membutuhkan hingga memutuskan untuk mengadakan pernikahan.


Cinta tumbuh begitu saja sementara hubungan adalah suatu hal yang teramat rumit dan cukup membingungkan. Tentang mengawali, mengakhiri hingga yang paling sulit. Bagaiman cara mempertahankan sebuah hubungan?


Namun, saat ini Aira sudah cukup dewasa dan mulai menerima keputusan bunda. Gadis itu kemudian menghabiskan waktu bersama bundanya.


"Akhirnya udah selesai," ucap Aira sembari menatap puas beberapa hidangan di atas meja. Ia menatap sang bunda yang terlihat berbicara dengan seseorang lewat telpon. Wanita itu masih memakai apron dan suaranya terdengar lembut menyahuti setiap ucapan di seberang sana.


"Bunda ngajakin kakak kamu!" ucap Mawar dengan nada bahagia. Pun kedua mata itu berbinar.


Aira tak merespon karena tak mampu memberitahukan bahwa ia tak suka pada seseorang yang di sebut sang bunda adalah kakaknya.


Tak berapa lama, seseorang yang di tunggu mereka datang dengan outfit casual. Dengan celana denim dan kaos biasa. Lelaki itu teramat tampan memanjakan mata.


Mata lelaki itu dan Aira bertemu. Tatapan Aira nampak tak terbaca sementara tatapan lelaki itu terlihat dalam menatap gadis di hadapannya.

__ADS_1


Bertahun-tahun tak pernah ada yang tau bahwa Aira adalah putri tiri dari Ibrahim dan merupakan adik tiri dari Gilbert Ray Ibrahim. Lelaki yang tengah menatapnya sekarang.


__ADS_2