My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {25}


__ADS_3

Keesokannya saat pagi hari.


"Gimana?" Alvin bertanya sembari menghalangi Aira yang ingin masuk ke kelas. Tentu saja hal itu membuat semua orang memperhatikan mereka.


"Apaan?!" Aira berusaha masuk dengan menghindari tubuh Alvin. Namun tubuh remaja itu cukup besar terutama bahunya yang lebar. Aira kesulitan lewat.


"Jawab dulu Aira ...." ucap Alvin dengan nada rengekan seolah bermanja. Mendengar hal itu semua siswa di kelas mendelikkan mata. Sejak kapan hubungan Alvin dan Aira begitu intim seperti yang terlihat. Begitu pikir mereka.


"Nanya tuh yang bener! pake halangin jalan segala. Apaan coba!" Aira memprotes dan membuat Alvin menurut.


Aira kemudian dapat lewat dan menuju tempat duduknya. Di ikuti Alvin yang duduk di atas meja menghadap wajah manis Aira. Ia terus melebarkan senyumnya. Semua orang masih memperhatikan mereka. Membuat Aira tak nyaman. Gadis itu duduk lalu mengambil air mineral di tasnya.


Alvin lebih dulu merebut minuman itu dan membukakan tutupnya. Aira menahan senyum dan lekas minum. Saat selesai minum, tangan Alvin langsung mendarat di bibir Aira.


"Minumnya pelan-pelan," ucap lelaki tampan itu dengan lembut. Aira membeku. Hingga tangan Alvin mengusap rambutnya.


"Gimana? mau gak jadi pacarku Aira?" tanya Alvin sembari mengusap kepala gadis itu yang jelas membuat semua orang terpaku.


Merasa tubuh mereka sangat dekat, Aira mendorong pelan dada Alvin hingga tangan lelaki itu terlepas dari kepalanya. Namun Aira membeku saat merasakan benda kecil di dada Alvin Dennis Damara.


Aira mengeluarkan benda itu dari dada Alvin dan terlihat kalung sepasang pemberiannya. Berbentuk setengah hati. Aira spontan mengeluarkan kalungnya yang juga berbentuk sama.


Saat itulah Aira memberanikan diri menatap mata Alvin dengan dalam. Lelaki itu cenderung cuek tapi peduli. Kadang bersikap manis dan menyebalkan. Dan yang jelas memperlakukan Aira dengan manis hingga membuat gadis itu nyaman.


"OK, aku mau."


Alvin tak dapat menahan diri untuk tak tersenyum lebar sepanjang hari.


***


Malam hari.

__ADS_1


Ketiga gadis dengan kecantikan di atas rata-rata terlihat duduk di sebuah cafe. Raut wajah serius nampak terlihat di wajah cantik mereka.


"Ada apa nih?" Lita angkat bicara lebih dulu saat merasa hawa mencekam dari tubuh Adelia. Tatapan gadis itu juga terlihat menyeramkan.


"Gue mau cerita sama kalian. Kemaren gue habis ke villa sama Alvin," ucap Adelia dengan sorot mata tak terbaca.


"Cuma berdua?" Lita memekik tertahan.


"Eh ***** lo ngapain aja?" tanya Aqila seperti menginterogasi tersangka.


Adelia kemudian menceritakan segalanya. Termasuk hal yang tak terduga, tentang Alvin dan Aira.


"Jadi ...." Lita menangkupkan tangan ke mulut mungil nya.


"What the fuckk!" umpat Aqila dengan nada tinggi. Adelia mengerjap kaget.


"Terus apa rencana lo sekarang?" tanya Aqila saat melihat sorot mata Adelia seperti tengah memberitahu sebuah rencana.


"Gue mau hancurin Aira!"


"Gimana caranya?" tanya Aqila.


"Maksudnya?" tanya Lita yang loading lama. Adelia mengacuhkan pertanyaan Lita dan menjawab pertanyaan Aqila.


"Menghancurkan seorang gadis itu cukup mudah," ucap Adelia dengan tekad yang kuat. Ia menyatukan jemarinya dengan erat.


"Kalian mau bantuin gue 'kan?" Adelia menatap satu persatu sahabatnya. Spontan kedua gadis itu menganggukkan kepala.


"Emang apa rencana lo? gimana hancurin Aira dalam satu waktu?" Aqila semakin penasaran dengan rencana Adelia


Adelia tersenyum licik lalu berkata dengan sorot mata menyeramkan, "Dengan pemerkosaan."

__ADS_1


"Apa?!" seru Lita dan Aqila secara bersamaan.


"Lo gila?! itu tindakan kriminal," ucap Aqila dengan kekesalan tertahan


"Iya Del, jangan keterlaluan. Kasihaan." Lita menimpali. Tanda tak setuju dengan rencana Adelia.


"Tapi hanya dengan cara itu. Alvin kemungkinan besar bakal ninggalin Aira." Mata Adelia berkaca-kaca. Merasa frustasi atas segalanya.


"Kita ngerti gimana perasaan lo Del. Tapi-"


"Gak! kalian gak ngerti!!" Adelia berdiri dan melangkah pergi dengan air mata yang terus jatuh di pipi.


Lita dan Aqila saling pandang sejenak kemudian Lita menyusul Adelia. Sementara Aqila membayar makan dan minum di kasir.


Saat ketiga gadis itu sudah di dalam mobil Lita. Adelia hanya diam dengan tangisan yang tak kunjung reda.


"Ini gimana?" tanya Lita tanpa suara sembari menatap Aqila.


Aqila menggelengkan kepala kemudian cukup lama menatap Adelia. Hingga ia berkata, "Yaa udah kita mau bantu lo."


Binar senang terpancar langsung dari mata cantik Adelia. Ia menarik kedua sudut bibirnya hingga sempurna lalu memeluk kedua sahabatnya.


TBC


Jangan lupa like nya


banyakin komentarnya


Kasih votenya dong buat penyemangat Zaraa


Terima kasih atas apresiasi

__ADS_1


dari kalian semua ❤


__ADS_2