My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {26}


__ADS_3

"Kantin yuk Ra!" ajak Sisil. Teman sebangkunya. Sebenarnya sudah beberapa kali Sisil mengajak Aira. Tapi gadis itu selalu menolak karena tak nyaman. Ia sudah terbiasa sendiri tapi sekarang. Nampaknya Sisil tak menerima penolakan.


"Ayo!" Sisil menarik tangan Aira secara paksa. Gadis itu sempat mengambil novel yang sedang ia baca kemudian Melangkah bersamaan setelah lonceng istirahat terdengar. Aira tak melihat bagaimana mata Sisil dan Adelia bertemu. Keduanya saling memberi kode dengan mengedipkan mata.


"Pelan-pelan dong Sil," ucap Aira dengan nada keluhan.


"Ah iya maaf," sahut Sisil sambil nyengir.


Saat sampai ke kantin. Kedua gadis itu memesan minum. Aira hanya membeli jajanan sementara Sisil ingin makan.


"Oh ya Ra! kira-kira kemana yaa kita liburan semester nanti?" tanya Sisil setelah menelan makannya. SMAN 1 Tunas Bangsa memiliki tradisi yang sudah turun temurun dari berbagai generasi. Yaitu sebuah liburan yang menyenangkan setelah ujian kenaikan kelas.


Liburan biasanya ditentukan oleh keputusan bersama dalam satu kelas atau satu angkatan. Tergantung kesepakatan dan tanpa di dampingi seorang guru karena bersifat privasi. Semacam sebuah liburan yang memang di adakan siswa/siswi bukan hanya liburan namun kebebasan. Tanggung jawab biasa di berikan pada ketua kelas.


Aira menggelengkan kepala lalu berkata, "Gak tau. Lagian gak pernah ikut juga."


"Masa? waktu kelas 10 lo juga gak ikut?" tanya Sisil sambil mengerjap kaget. Ia meletakkan sendok yang ada di tangannya. Baru tau ada siswi yang melewatkan liburan menyenangkan seperti itu.


Aira mengangguk pelan kemudian mengerjap heran, "Emangnya kenapa? Seru banget yaa?" Aira bertanya spontan karena bingung respon Sisil yang kaget.


"Seruu bangeet, lo harus ikut!" Sisil berucap dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Tapi ...."


"Please deh Ra ... jangan lagi berpikir lo sendirian apalagi sampai kesepian. Ingat! lo juga udah jadi pacar Alvin. Masa cewek Alvin Dennis Damara gak ikut liburan bareng sih?"


Aira sejenak terdiam. Meneguk jus mangga kesukaannya lalu berkata, "Liat nanti aja deh. Tergantung mood gue."


Sisil berdecak kesal tapi tak membahas hal itu lagi. Gadis itu berceloteh ria menceritakan segala tentang dirinya pada Aira. Sementara Aira hanya menyimak dan merespon seadanya.


"Eh itu Alvin!" seru Sisil sembari matanya melirik ke depan.


Aira menoleh dan melihat Alvin berjalan ke arahnya dengan gaya cool luar biasa. Aira menyipitkan mata saat melihat lelaki itu tampak berkeringat kemudian melirik kesal beberapa pasang mata yang menatap pacarnya tanpa mengedipkan mata.


"Gue pergi dulu ya Ra. Mau ke perpustakaan," pamit Sisil. Lalu kembali berkata sebelum melangkah pergi dari sana. "Jangan lupa yang gue bilang. Pikirin tentang liburan!"


Alvin yang mendengar hal itu menatap Aira. Kemudian bertanya, "Liburan apa? Kamu mau liburan? sama siapa? kapan? terus kemana?"


Aira mendelikkan mata lalu spontan menegakkan telunjuknya di bibir Alvin. "Nanyanya satu-satu dong!"


Alvin mengambil telunjuk Aira yang ada di bibirnya kemudian mengecup singkat jari mungil itu dengan senyuman menggoda. Pipi Aira bersemu merah karenanya.


"Iya sayang iya ...."

__ADS_1


Aira mengerjap gugup dengan kedua pipi merona. Lalu berkata, "Itu ... Sisil ngajakain ikut liburan habis ujian kenaikan kelas nanti."


Alvin ber-oh ria tanpa suara kemudian meneguk jus mangga yang baru saja di suguhkan di atas meja. Ia melirik gelas Aira kemudian bertanya, "Kamu juga suka Jus Mangga?"


Aira menganggukkan kepala lalu berkata, "Iya. Emm ... kamu maunya aku ikut liburan apa enggak sama temen lainnya?"


"Terserah kamu aja, aku gak maksa kalau kamu gak mau." Alvin berucap penuh pengertian. Ia melihat Aira jelas berbeda seperti Adelia. Gadis seperti Aira lebih suka tempat tenang dan sendirian. Sementara Adelia suka tempat ramai dan banyak orang.


"Vin ...." ucap Aira dengan nada manja dan ragu-ragu.


"Aira ya ampun!" Alvin berucap dengan menautkan alis tak suka. Aira mengerjap bingung dan berpikir apa salahnya?


"Jangan manggil dengan nada manja gitu. Gemess aku ...."


"Ihh! Alvin!" Aira mencebikkan bibirnya.


Alvin semakin gemas pada gadis itu. Menatap mata Aira yang kecokelatan dan berkilat senang. "Sayang banget aku Ra ...." Tangannya mengusap lembut kepala Aira.


TBC


JANGAN LUPA LIKENYA

__ADS_1


__ADS_2