My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {17}


__ADS_3

Langkah kaki Aira nampak lesu mengiringi langkah kaki sang bunda yang teramat bersemangat berjalan kesana kemari.


Keduanya berada di sebuah Mall terbesar yang ada di kota. Setelah memaksa Aira agar setuju pindah ke apartemen kakak tirinya. Mawar mencoba membujuk putrinya dengan berbelanja. Tapi kenyataan sebenarnya, Aira masih merajuk dengan raut wajah kesal.


Dua wanita beda usia itu kemudian melangkah menuju cafe yang menyajikan pemandangan malam bertabur bintang. Mereka duduk berhadapan sembari menunggu pelayan datang menyajikan pesanan.


Aira menatap langit malam. Melirik pada sang bunda yang terlihat menelpon ayah tirinya dengan raut wajah bahagia. Mata kecokelatannya kembali menatap ke langit. Angin malam terasa begitu dingin. Pun hatinya yang teramat membeku dan ... kesepian.


Aira tersentak saat mantel hangat dibalut kebahu gadis itu. Ia mendongak dan mendapati Alvin dengan wajah datar seperti biasanya. Sejenak keduanya saling diam dan hanya saling menatap. Hingga deheman keras dari bunda menyadarkan keduanya.


"Saya Alvin Tante," ucap Alvin memperkenalkan diri. Kemudian duduk di sana saat Mawar mempersilakan untuk bergabung. Aira hanya diam membisu.


Mawar dan Alvin terlibat pembicaraan seputar bisnis antara keluarga Damara dan kerja sama dengan Ibrahim. Suami Mawar Larasati.


Aira kembali membuang muka kesal merasa diabaikan. Menatap kembali langit malam yang terlihat tenang dan mungkin juga kesepian. Hingga para bintang bermunculan dan menyadarkan Aira bahwa siapapun dan apapun itu pada dasarnya tak ada yang pernah sendirian. Selalu ada orang bersamanya namun kadang ia tak menyadari hal itu.


Aira mendekap erat mantel dari Alvin sembari tersenyum miring. Hangat. Lalu bertambah hangat saat tangan lelaki itu menyelinap di bawah meja dan menuju tangan Aira. Mengusap lembut tangan mungil gadis itu.

__ADS_1


Aira mendongak dan menatap Alvin yang masih berbicara dengan santun pada bundanya. Wajah itu teramat datar seperti biasa tapi bagaimana bisa memperlakukan Aira dengan begitu manis bahkan tanpa sepatah kata!


"Di sini dingin yaa Tan," ucap Alvin menyadarkan. Sembari melirik Aira sekilas lalu kembali menatap wanita seusia Mamanya.


"Iya, tapi Aira suka lihat langit malam. Makanya bunda ngajakin kesini," sahut bunda sembari tersenyum hangat menatap Aira.


Melihat Aira membuang muka, Alvin menautkan kedua alisnya. Hingga dering telpon membuat Mawar menjauh sejenak untuk menerima telpon yang entah dari siapa.


Alvin kemudian menatap Aira yang masih asik menatap langit dan sedari tadi hanya diam. Lelaki itu menatap kedua tangan mereka yang tertaut.


"Kenapa?" Alvin bertanya dengan sorot mata dalam menatap Aira. Ia tau, hari ini ada yang beda dari gadis itu.


"Lihat postingan Adelia ya? dia sahabatku Ra. Mungkin kamu gak percaya. Tapi bahkan saat hubungan kami dalam tahap pacaran. Kami masih bersikap seolah sahabatan."


Aira mengerutkan dahi. Alvin menjelaskan tanpa menunggunya bertanya. Sangat janggal di tambah ucapan itu lembut dan juga teramat sopan. Menggunakan kata 'aku' dan 'kamu'. Padahal sebelumnya tak pernah seperti itu.


"Selain hal ini ada lagi yang ganggu pikiran kamu?"

__ADS_1


Aira menganggukkan kepala. Belum sempat berkata. Sang bunda kembali datang di hadapan mereka.


"Kalian lagi ngomongin apa?" goda sang bunda yang membuat Alvin tertawa.


"Kami lagi ngomongin tentang seorang anak yang di bawa kabur sama tetangganya. Padahal baru berusia 14 tahun katanya." Alvin berucap asal.


"Oh iya, bunda juga denger. Itu viral kan di sosial media?" Mawar menatap Alvin dan Aira. Keduanya menganggukkan kepala.


"Semua terjadi karena orang tuanya terlalu percaya. Padahal seseorang yang dekat dan sudah kenal sejak lama belum tentu bisa dipercaya." Alvin berucap santai namun mampu membuat mawar membeku.


"Iya, sama seperti seorang ibu yang mempercayai anak tirinya dibanding anak kandung sendiri. Lucunya bahkan percaya anaknya akan dijaga. Gak mau buka mata bahwa sebenarnya kakak tiri adalah salah satu lelaki berbahaya untuk seorang gadis belia." Aira menimpali dengan nada sarkasme.


Mawar terpaku dan membisu.


TBC


Sorry baru up. Lagi sibuk Zaraa.. hehe

__ADS_1


Makasih atas apresiasi dari kalian semua. Jangan lupa likenya. Banyakin komentarnya. Kasih vote nya juga yaa kalau ada ^-^


__ADS_2