my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
my perfect (transmigrasi)


__ADS_3

My Time


Rutinitas yang Karin jalani bulan ini tentang kerja, jaga Ana dan kumpul keluarga tidak lebih.


Selesai dengan semua yang dibersihkan maupun berbenah yang dilakukan Karin pada hari ini.


Namun pada saat weekend hari ini Karin  ke mall terbesar di kotanya untuk jalan-jalan dan


membeli kebutuhan untuk dirinya sendiri.


Setelah selesai kegiatan yang dilakukan Karin di Mall, dia merasa perutnya minta diisi.


Dan selanjutnya dia mencari makanan di dalam Mall tersebut.


Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Karin di sebuah restaurant di dalam mall tersebut.


 “Karin sendiri aja”, tanya orang tersebut.


 “Iya sendiri saja”, berkata dengan ramah. Tanpa Karin sadari ada yang


memperhatikan dia dari tadi.


“Gabung sini sama bang Aldo”, kata Aldo.


 “Gak ganggu bang, Aku sendiri saja”, sambil tersenyum.


Dan Karin pun permisi duduk di meja lain agak dekat dengan meja Aldo.


 “Kenapa tuh si Karin kok gak lihat Axel sama sekali, gue jadi bingung.


Apa bener dibilang Aidan kalau Karin lupa ingatan alias amnesia”, kata Tomo.


 “Kayaknya juga begitu, tadi ngomong sama Aldo aja ramah banget gitu” kata Juan.


 “Menurut lo, gimana tentang perubahan Karin Xel”, tanya Tomo penasaran.


Yang ditanyain diam saja dan tidak menanggapi.

__ADS_1


 “Parah nih”, Tomo hanya geleng-geleng kepala saja.


Dan semua sahabat Aldo melihat meja Karin.


Yang dilihatin hanya bodo amat dan tidak peduli yang penting makan, lalu jalan-jalan lagi.


Ada seseorang yang mendekati meja Karin. Karin pun melihat orang tersebut dan hanya


menampilkan wajah yang biasa sambil melanjutkan makannya yang tertunda.


“Hai Karin sendiri saja lo disini, boleh gabung kan sama teman sendiri” kata Arjun


langsung duduk saja.


Karin hanya memutar bola matanya jengah dengan kelakuan teman sekantornya ini.


Mereka asik mengobrol dan bercanda tentang hal-hal yang kocak dan sekali-kali serius


membahas masalah pekerjaan.


 “Waduh Karin sudah ada yang deketin nih, gue kurang cepat dalam beraksi”,


dengan ngomong  yang di buat seolah-olah sedih (Tomo).


 “Alay lo Tom, lo itu gak kriterianya Karin”, kata Aldo sambil tertawa


dan teman-temannya ikut ketawa kecuali Axel.


 “Sudah gak ngejar-ngejar Axel lagi dong”, kata Aldo.


 “Itu bagus buat Axel, tidak ada penganggu”, jawab Juan tepat sasaran.


Semua pun pada diam tentang perkataan Juna, harusnya Axel bahagia


sudah tidak ada yang ganggu dia.


Namun pada kenyataannya sebaliknya dan Axel hanya diam saja tidak menanggapi

__ADS_1


ocehan sahabatnya.


 Karin akhirnya beranjak dari restaurant tersebut bersama Arjun dan melewati meja Axel


 tanpa menoleh maupun menyapa sekalipun.


Sahabat Axel hanya melongo tentang perubahan Karin yang dulu selalu menempel


kayak prangko maupun ikut kemana saja kalau ada Axel.


Dan sekarang nyapa saja tidak, apalagi melirik ini benar-benar menjadi


tanda tanya besar dalam pikiran sahabat Axel.


 “Fiks gue harus tanya Aidan dulu pokoknya tentang lupa ingatannya Karin”, kekeh Tomo.


Dan semuanya pun menyetujui usulan Tomo untuk tanya pada sahabatnya yaitu Aidan.


Sepanjang perjalanan pulang Axel dari kumpul bareng sahabatnya dia kepikiran tentang


perubahan Karin yang berubah 180 derajat  dan anehnya seolah-olah Karin gak kenal dia.


Dan hal tersebut menganggu pikiran Axel saat ini.


“Kenapa dengan Karin sama kecelakaannya”, kata Axel dalam hati.


Asisten Axel hanya diam dan melanjutkan perjalanan menuju apartemen Axel.


 “Gas, kamu boleh pulang sekarang” kata Axel.


 “Makasih Tuan, kalau gitu saya pamit dulu”, jawab Bagas cepat dan keluar dalam apartemen


elit tersebut.


Dan Axel masuk ke dalam apartemennya untuk beristirahat untuk memulai


besok dengan suasana yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2