my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
my perfect (transmigrasi)


__ADS_3

Saat tengah malam Karin dan Axelsampai apartemen dan dilanjutkan membersihkan tubuh masing masing. Tidak terasa mereka berdua menghabiskan jalan jalan bersama namun sayang jadwal pulang harus dimajukan karena ada kerjaan mendadak dari Bosnya Karin. Sehingga Karin memutuskan balik dan mau tidak mau Axel juga mengikuti Karin.


Pagi-pagi sekali mereka berdua sudah sampai di bandara kota mereka.


“Sweety kak antar”, ucap Axel dengan suaralembut.


“Tidak kak, makasih soalnya Karin sudah hubungi orang rumah tadi saat kita masuk pesawat. Itu supir aku kak, duluan ya kak” berpamitan sama Axel dan kemudian mobil yang ditumpangi Karin melaju keluar dari bandara.


Melihat Karin sudah tidak terlihat, Axel memutuskan masuk ke mobil langsung menuju ke kediamannya. Hari itu cukup menyenangkan buat Axel bisa berdua bersama dengan Karin. Axel menuju kamarnya untuk beres beres dan dilanjutkan untuk istirahat sejenak karena di pesawat tidak bisa tidur dan badan menjadi sakit soalnya mendapatkan tiket pesawat mendadak cukup sulit sehingga Axel naik pesawat biasa.

__ADS_1


 🌸🌸🌸Di kediaman Karin 🌸🌸🌸


Setelah sampai di rumah Karin salim kepada kedua orang tuanya dan berpamitan untuk kekamar untuk istirahat sejenak. Dan hal itu langsung dipersilahkan kepada kedua orang tuanya untuk istirahat. Bunda pun keluar menuju halaman belakang rumah yang ditanami berbagai bunga yang indah. Kemudian di susul sang Ayah duduk bersama Bunda meminum cangkir teh diselingi obrolan tentang keluarga, anak maupun tentang keromantisan mereka berdua walaupun di umur yang terbilang sudah 60 an ke atas Ayah dan Bunda tetap romantis mengalahkan anak ABG.


Karin tidur dengan nyenyak sampai tidak dengar kalau ada yang masuk ke kamarnya. Kebiasaan Karin kalau tidur lupa mengunci pintu kamarnya dan itu kebiasaannya saat di tubuh yang lama maupun tubuh yang sekarang di tempatinya. Abi masuk ke kamar Karin untuk menjahili agar adeknya cepat bangun.


Dengan suara lantangnya Abi berucap “kebaran kebakaran...........”. Langsung saja Karin langsung berdiri dengan setengah linglung  lari dengan menuruni tangga.


Karin tidak tahu kalau kelakuannya dilihatin kebanyakan orang yang ada di kediaman. Dan beberapa menit Karin baru sadar kalau tidak ada orang yang keluar dari rumah. Karin melihat ke Pak satpam yang hanya melihatnya dan bikin Karin bingung Pak satpam diam saja disana sehingga Karin nyamperin Bapak tersebut.

__ADS_1


“Pak didalam rumah kebakaran dan Bapak diam saja”, ucapnya setengah teriak.Bapak tersebut diam saja dan melihat penampilan Karin yang tidak bisa dijabarkan kayak gimana.


“Bapak ini saya ajak ngomong malah diam saja”, donggkol Karin. Ada suara tawa yang mengelegar dari arah pintun masuk utama siapa lagi kalau bukan Abi malah membuat Karin membuat bingung atas apa  yang ditertawakan kakaknya.


“Karin-Karin kamu ngapain keluar dengan muka bantalmu dan penampilanmu”, ucap Abi sambil cekikikan. Akhirnya Karin sadar dengan penampilammya dan diapun shock yang dia lihat. Pantesan Bapak yang dia ajak bicara lihat dia seperti itu.


“Kak Abi ngerjain aku ya”, ucapnya dengan marah dan campur malu sehingga Karin berlari untuk memberi pelajaran terhadap kakaknya. Tidak ketinggalan Abi langsung lari menuju dalam rumah. Teriakkan mereka berdua bikin rumah kelihatan hidup dan tidak sepi. Dan bekerja di rumahnya tersebut hanya geleng kepala akan sikap mereka berdua dan mereka tahu kalau abi orang usil dan jahil. Abi ketangkap saat Karin meminta bantuan kepada Ana sehingga Ana beserta Karin memukul Abi dengan bantal yang ada di sofa.


“Ampun-ampun kakak menyerah”, ucap Abi sambil menghalangi mukanya agar tidak dipukul sama adeknya.

__ADS_1


“Gak ada kata ampun Ana, mba lagi marah sama kak Abi kita sesama cewek harus berantas orang seperrti ini”


Ana hanya menganggukkan kepala dan ikut memukul kakaknya. Tidak sampai disitu juga Karin menggelitiki Abi dan perdamaian terjadi antara mereka bertiga. Tenaganya sudah terkuras menjadikan mereka bertiga tiduran di karpet ruang TV ditengah Abi dan disamping kanan kirinya Karin sama Ana.


__ADS_2