
Cari Kesempatan
Karin dan Bosnya hari ini meninjau proyek yang mau dibuka sebentar lagi. Begitupun dengan Axel ikut serta dalam peninjauan proyek tersebut. Dengan hati yang bahagia Axel dengan asisten pribadinya berangkat lebih awal dibandingkan Darren sama Karin. Dan tak lupa Darren mengajak tunangannya untuk ikut bersamanya. Karin cuek bebek akan keromantisan Bosnya dengan tunangan Bosnya itu. Karin menikmati pemandangan jalan yang begitu bagus dan banyak kendaraan lalu lalang.
“Bos kenapa kita tidak naik pesawat biar cepat, malah naik mobil. Bos tidak bangkrutkan”, tanya Karin.
“Kamu ini doain perusahaanku bangkrut Rin”, ucap Darren dengan mata melotot.
“Tidak Bos, Cuma tanya akan hal itu. Bos membuang waktu saja, biar cepat harusnya naik pesawat gitu”.
“Siapa Bosnya disini, aku mau berlama lama dengan tunanganku di mobil sambil melihat pemandangan dengan mengendarai mobil”. Dan hanya direspon Karin dengan anggukkan saja dan setelah itu Karin diam.
“Karin kamu tidak suka aku ikut”, tanya yasmine.
“Kata siapa, aku suka kak Yasmine ikut biar bisa ditraktir nanti”, kata Karin sambil cengengesan.
“Tumben sekarang mau gratisan, dulu aja sombong selangit ke tujuh”, ucap Darren dan Karin hanya cemberut melihat perkataan Darren.
Dalam hati Karin berkata, “ itu kan bukan aku tapi Karin yang dulu. Sekarang aku beda yang tidak mengalami hal yang bodoh dan memalukan.
Perjalanan tersebut cukup memakan waktu empat jam dan akhirnya sampai di hotel yang akan sewa selama mereka ada kerjaan disana.
“Karin ini kunci kamarmu”, kata Darren.
“Kalau gitu saya permisi mau langsung ke kamar dan istirahat”. Dan disilahkan oleh Darren dan Yasmine.
__ADS_1
“Ayo sayang kita ke kamar kita”, ucap Darren sambil menggandeng tangan Yasmine dan disambut dengan senyuman. Akhirnya mereka bertiga bersama asisten pribadi Darren memasuki momer kamar masing masing untuk istirahat.
Axel juga istirahat di sebuah apartemen yang dia miliki di daerah tersebut. Selesai membersihkan badannya dan mengganti baju, Axel langsung ke tempat tidur sambil tiduran menatap langit langit kamarnya.
“Apa aku sudah yakin akan semua ini dan semoga Karin bisa menerimaku kembali”, monolog Axel. Tidak terasa
Axel tidur sambil memimpikan Karin hingga tidurnya tidak kayak biasanya.
Pagi menjelang disambut dengan matahari terbit dan cahayanya menembus tirai jendela kamar Axel. Axel terbangun untuk bersiap siap ke proyek yang mau ditinjau. Setelah itu Axel turun untuk mencari sarapan dan langsung menuju tempat untuk bertemu dengan Darren bersama lainnya.
Pukul 09.00 mereka semua berkumpul dan membahas masalah proyek yang akan selesai dikerjakan. Darren,
Karin dan Yasmine meninjau terlebih dahulu agar tahu mana yang mau ditambahkaan dalam kinerja proyek tersebut. Disini pula Yasmine membantu walaupun tidak ikut dalam investor proyek tersebut.
“Silahkan Bos duduk sama kak Yasmine, saya mau menunggu sebagian investor untuk menuju kesini” pamit
Karin pada Bosnya. Dan dianggukkin daren beserta Yasmine.
Semua akhirnya berkumpul di meja panjang tersebut untuk makan siang. Tibalah Axel duduk di sebelah kanan
Karin dan sebelah kiri Karin adalah Akbar. Semua makan dengan tenang sambil mengobrol ringan tentang hal hal diluar kerja. Beda dengan Karin yang meresa jengah dengan kelakuan Axel di meja makan. Tangan Karin digenggam oleh Axel dan itu membuat Karin risih.
__ADS_1
(kuku Karin tidak bercat ya sahabat Neni )
Karin berbisik kepada Axel, “lepasin tangan kamu Pak Axel”. Axel tidak menggubris omongan Karin malah
pegangannya semakin kencang dan Karin pasrah akan hal itu.
“Karin ini buat kamu biar tambah gendut” kata Akbar sambil memberikan potongan daging di piring Karin. Axel mendengus kesal akan perilaku Akbar cari perhatian sama Karin.
“Makasih kak Akbar, tapi aku gak mau gendut ya”, ucap Karin dengan pipi yang mengembang seperti bakpau.
Akbar hanya tersenyum sambil mengacak rambut Karin karena gemes akan kelakuan Karin.
Axel merasa diabaikan oleh Karin sehingga mempererat genggaman tangannya sambil di tarik agar tidak
terlalu dekat dengan Akbar.
“Pak Axel jangan gini deh nanti ada yang lihat”.
“Makanya jangan dekat dekat sama Akbar dan jangan panggil aku Pak, aku bukan Bapakmu” dengus Axel.
Sehingga Karin memutar bola matanya sambil mendengus akan kelakuan Axel. Inilah yang ditunggu tunggu oleh Axel bisa cari kesempatan buat dekatdengan Karin dan hal itu membuat Axel bahagia.
Maaf baru hadirrrrrrr
__ADS_1