
Keluar dari mobil Karin membawa martabak dan Ana membawa barang yang dia beli yang ditraktir oleh Abi. Karin berjalan dulu menuju dapur menata martabak dipiring dan dibawa ke ruang keluarga untungnya ada Bunda sama Ayah disana.
“Taraaaaa.... martabak kesukaan Bunda nih kami beli untuk Bunda sama Ayah”, ucap Karin. Ditaruhlah martabak dimeja dan Bunda dan Ayah menyantap makanan tersebut dan tak lupa Karin membawa jus semangka.
“Emang tiada duanya martabak Bang Jago” kata Bunda sambil mengambil martabak lagi.
“Martabak ini kesukaan Bunda kalian, pernah Ayah beli ditempat lain Bunda kerasa kalau martabaknya beda”, ungkap Ayah sambil geleng-geleng kepala. Mereka makan martabak sambil ngobrol diselingi canda tawa yang meramaikan suasana di rumah tersebut. Kebanyakan yang cerita adalah Ana mengenai jalan jalan di Mall bareng kakaknya. Rumah menjadi hidup dan pembicaraan kebanyakan memojokkan Abi yang menjadi bahan ejekan.
🌸🌸🌸 Malam Hari🌸🌸🌸
__ADS_1
Kediaman Karin semua pada sibuk untuk merias diri mengikuti acara kolega Ayahnya dan semua harus ikut kata Ayahnya. Mau tidak mau Karin dan Ana harus ikut juga dalam undangan ini. Semua sudah siap dan mereka memakai mobil satu yaitu mobil Alphard agar cukup untuk semuanya. Mobil berjalan dengan lumayan kencang menuju gedung acara.
Pertama keluar Ayah bergandengan dengan Bunda disusul Kak Abi, Karin beserta Ana. Sedangkan Aidan pergi duluan ke acara tersebut bersama temannya. Baru kali ini Karin ikut acara yang terbilang kumpulan orang elit dan jiwa Karin meronta-ronta yang lebih insecure lagi tentang tubuhnya yang dulu hanya orang biasa. Dan tak mau memikirkan masa itu Karin akan berubah menjadi Karin yang lebih baik lagi.
Keluarga Karin mengucapkan salam kepada yang punya acara, setelah itu Karin dan Ana berpamitan untuk cari tempat duduk. Ayah pun mengijinkan sehingga Karin dan Ana memisahkan diri dengan keluarganya.
Dalam hati Karin “ mumpung makanan gratis dan pasti enak semua makanan disini”. Habis memilih makanan yang mau dimakan Karin dan Ana mencari tempat duduk yang dekat dengan makanan yang dihidangkan.
Mereka berdua makan dengan lahab dan tak lupa mendengarkan acara yang sudah dimulai. Dan tak terasa makanan yang sudah mereka bawa diatas meja tersebut habis dimakan mereka berdua. Sudah kenyang mereka berdua memutuskan keluar dari gedung acara menuju atap gedung dan terlihat pemandangan di malam hari sangat indah.
__ADS_1
“Ana ngantuk kah, kalau ngantuk mba mau bilang Ayah kalau kita berdua pulang dulu”, kata Karin.
“Apakah boleh mba, Ana ngantuk banget”, ungkap Ana. Karin memutuskan menelpon Ayahnya tapi sudah dua
kali gak diangkat. Sehingga Karin nelpon kak Abi lalu diangkat, langsung saja Karin memberitahu kalau Ana sudah ngantuk Karin mintsa ijin untuk membawa Ana pulang. Abi akhirnya mengijinkan nanti juga akan disampaikan pada Ayahnya.
Karin dan Ana pulang terlebih dahulu dan menyetop taxi untuk membawa mereka pulang. Perjalanan cukup membuat Ana tidur di bahu Karin sambil menyender dan mau tidak mau sesampai di rumah Karin menggendong Ana menuju kamar Ana dan tak lupa membayar taxi yang ditumpangi.
Karin ke kamarnya bersih-bersih setelah itu menuju ranjang untuk siap-siap tidur.
__ADS_1