my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
my perfect (transmigrasi)


__ADS_3

Sama Kamu


Jamuan makan siang akhirnya selesai dan semua berpamitan satu sama lain terutama Aidan dan Akbar berpamitan pada Karin tidk bisa pulang bareng dikarenakan masih ada hal yang perlu diurus oleh mereka berdua. Karinpun memaklumi akan pekerjaan mereka berdua dan mendoakan semoga kerjaan mereka cepat selesai dan bisa pulang ke rumah dengan selamat.


“Maaf Rin kakak harus balik meninjau kerjaan kakak sama Akbar. Tidak papakan kamu sama Bosmu ini”


ucap Aidan dan Karin menganggukkan saja.


“Jangan kangen sama Kak Akbar ya, nanti kalau ada luang kakak ajak Karin hangout berdua saja”, kata Akbar.


“Janji kak Akbar, nanti aku tagih” ucap Karin sambil tersenyum.


Akhirnya semua berpisah tinggal Darren, Yasmine, Axel dan Karin yang masih di restaurant tersebut.


“Kalau gitu kita mau kemana sekarang, soalnya meninjau proyek sudah selesai dan tidak memakan waktu cukup lama”, ucap Darren.


“Bos mau jalan jalan sama kak Yasmine, kalau gitu aku ke hotel saja”, kata Karin.


“Loh kok gitu Rin, kamu ikut saja sama kita berdua jalan jalan dikota ini mumpumg ada disini” ucap Yasmine. Karinpun menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.


“Enak saja kak, nanti aku jadi obat nyamuk ogah bener”, jawab Karin.


“Karin sama aku saja Darren dan kalian havefun saja sama pasanganmu”, ucap Axel cepat dan langsung


menarik Karin menuju luar restaurant untuk ke parkiran.


Dan disinilah Karin bersama Axel jalan menuju Super Market yang dekat apartemen Axel. Axel sambil membawa keranjang dan tangan sebelah menggenggam tangan Karin.



“Ngapain kesini sih kak, emang mau beli buat siapa”, tanya Karin.


“Buat belanja kita cukup untuk liburan dikota ini”, jawab Axel.

__ADS_1


“Emangnya kita gak langsung pulang gitu, emang mau kemana lagi”.


“Nanti kamu akan tahu akan hal itu, sekarang kamu pilih bahan bahan untuk masak sama cemilan kesukaanmu”. Dengan semangat Karin memilih bahan didapur seperti sayuran, buah-buahan, roti, minuman, daging dan semacamnya. Mereka berdua seperti pasangan suami istri yang baru menikah yang belanja di Super Market tersebut. Selesai berbelanja, Axel dan Karin membawa belanjaan mereka ke mobil dan dibawa ke apartemen Axel.



“Kak kenapa kita kesini, ini apartemen siapa”, kepo Karin.



“Ini apartemen kakak, ayo masuk passwordnya tanggal lahirmu”. Karin hanya mengikuti Axel dibelakang.


Axel membuka pintu apartemennya dan membawa belanjaannya ke dapur untuk di tata di kulkas.



“Biar aku saja kak, kak Axel istirahat saja”, ucap Karin. Dan hanya dianggukin oleh Axel langsung menuju ke ruang tengah. Karin menata belanjaan dengan rapi dan tak lupa menyucinya sebelum dimasukkan ke lemari es. Karin membawa menuman beserta cemilan menuju ke ruang tengah sambil menonton televisi bersama Axel.


“Kak ini minuman sama cemilannya dimakan”.


“Namaku itu Karin bukan sweety, kak Axel itu gimana”, ucap Karin dengan dongkol.


“Itu nama sayang buat kamu Rin”, jawab Axel dan hanya dipandang sinis oleh Karin.


Mereka berdua asyik nonton dam makan cemilan hingga tidak terasa sudah malam dan akhirnya Karin menuju dapur untuk memasak sesuatu untuk makan malam.


“Enaknya makan malam apa hari ini ya”, monolog Karin dalam hati sambil membuka lemari es.


Bau masakan Karin tercium oleh Axel dan Axel menuju ke dapur untuk melihat apa yang dimasak Karin buat


makan malam. Senyum bahagia terpancar dari wajah Axel melihat Karin memasak dengan sangat lihai dan Axel membayangkan kalau setiap hari akan dimasakkan makanan oleh Karin beserta anak anaknya kelak. Lamunan Axel buyar saat dipegang panggil Karin.


__ADS_1


“Ayo kak, kita makan keburu dingin” ucap Karin. Axel berjalan menuju meja makan dan Karin melayani Axel mengambilkan nasi beserta lauknya. Mereka berdua makan dengan hikmat dan Axel menambah makanannya sampai habis tidak tersisa. Karin sampai geleng geleng kepala melihat kelakuan Axel.


“Emangnya kak Axel tidak makan berapa hari, rakus banget”, cicit Karin dan masih didengar oleh Axel.


“Soalnya makanan yang sweety buat enak banget. Kapan kapan masakin kakak lagi ya”.


“Gak ah, minta orang lain saja aku sibuk”, cueknya Karin. Karin membereskan alat yang dipakai untuk makan


beserta mencucinya dan membersihkan bagian dapur menjadi lebih rapi kembali.


Karin menuju ruang TV dan membawa cemilan yang dia buat beserta minuman untuk dia dan Axel.


Dengan senang hati Axelmemakannya sambil nonton dan sesekali berbincang dengan Karin.




“Kak, anterin aku balik ke hotel ya sekarang sudah malam”.


“Menginap disini saja sweety, besok kita ke hotel yang kamu tempati’, ucap Axel dengan memohon.


“Gak usah kak, balik saja aku. Kalau kak Axel masih ada kerjaan nanti aku pesan taxi buat kesana” ucap Karin. Axel pun menolak akan hal itu dan tidak menginginkan Karin keluar dari apartemennya.


Dengan memegang tangan Karin “jangan ya temenin kakak disini besok deh kita kesana”, ucap Axel dengan alibinya bilang begitu padahal mau mengurung Karin agar bisa bersama. Akhirnya Karin mengiyakan dan bertanya kamar tidurnya dimana.


Axel membimbing Karin menuju lantai atas terdapat pintu dua “ sebelah sini kamarnya dan kakak mau kepintu sebelah ruang kerja kakak. Sweety tidur yang nyenyak ya” ucap Axel sambil mengusap kepala Karin dengan sayang. Dan bodohnya Karin hanya menganggukkan kepala, padahal dia berencana menghindar dari Axel malah ternyata masuk kedalam perangkap Axel.



Karin masuk ke kamar tersebut untuk membersihkaan seluruh badannya dan tak lupa meminjam baju beserta celana punya Axel. Menarik selimut dan akhirnya Karin tidur dengan pulas.


Waktu menunjukkan tengah malam, Axel keluar dari ruuang kerja dan menuju kamarnya dan dibuka pintu tersebut terlihat Karin tertidur yang membuat hati Axel  berbunga bunga. Axel masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih dan setelah itu menuju kasur yang ada Karin disana. Axel masuk ke dalam selimut dan memeluk Karin hingga mencium aroma khas tubuh Karin.

__ADS_1


Semoga mimpi indah    ^_^


__ADS_2