
Bunyi notifikasi pertanda sebuah pesan masuk ke handphone dia. Tak membutuhkan waktu lama Axel membuka pesan tersebut dan memperlihatkan dua orang duduk di meja sedang berbincang. Apalagi Karin tersenyum di dalam photo itu sehingga membuat hatinya terbakar karena cemburu. Siapa lagi kalau seorang yang dia cemburui yaitu Akbar.
Tidak membutuhkan waktu lama Axel bergegas menuju lokasi Karin sekarang. 'Aku pastikan sweety kalau sudah jadi istriku akan aku larang menemui Akbar'. Dengan menelpon sang tunangan beberapa kali dan hanya suara operator yang menjawab.
Sedangkan di sebuah Cafe tiga orang sedang berbincang hangat dan tak lupa bersenda gurau tidak memikirkan seseorang prustasi. Dalam perbincangan mereka juga membahas masalah pernikahan sepasang tunangan yaitu Akbar dan tunangannya. Minggu depan mereka akan melangsungkan pernikahannya, mengundang Karin untuk menjadi pendamping mempelai yang akan melangsungkan saklarnya sebuah pernikahan dan membangun rumah tangga. Karin menyanggupi dengan senang hati atas permintaan sepasang sejoli tersebut.
Akhirnya Akbar dan sang tunangan berpamitan kepada Karin karena Mama Akbar menelpon untuk anaknya ke tempat buat resepsi nantinya. Dan tinggalah ia sendiri Cafe dengan melihat pemandangan sekitar banyak pasangan muda-muda pada datang ke tempat tersebut. Ia juga merasa rileks dengan suasana ini dan turut bahagia atas kebahagian Akbar yang sebentar lagi akan melepas masa lajang.
Begitupun dengan dia akan melepas masa lajang dan tinggal menunggu bulan depan ia akan menyusul Akbar juga. Sambil memanggil pelayan untuk pesan dessert dan setelah itu menscroll alaman dunia maya pribadinya. Tiba ada orang duduk di kursi depan mejanya. Karin mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa gerangan orang ini.
"Ada apa Kak, lagi gak sibuk", ucap Karin dengan santainya.
"Tidak, kakak lagi ingin nangkap seseorang yang kabur gitu saja dan tidak mau menunggu penjelasan kakak", ucapnya. Acuh tak acuh Karin menanggapi ucapan Axel.
__ADS_1
Datanglah pelayan mengantar pesanan Karin. Karin mengucapkan terima kasih kepada pelayan dan direspon dengan senyuman oleh pelayan tersebut. Axel tak lupa memesan makanan juga. Karin makan es krim dengan mata yang berbinar saat dinginnya es krim masuk kemulutnya. Gerak gerik Karin di perhatikan oleh Axel.
"Kenapa lihatin aku terus", ucap Karin.
"Sweety harusnya jangan menghindariku, semuanya akan aku jelaskan", ucapnya.
Dengan ogah-ogahan Karin menatap dengan malas calon suaminya itu. Dengan menghela nafas panjang Axel mulai menceritakan pertemuan antara dia dengan wanita tersebut. Saat teman kuliahnya itu datang dan sampai Karin datang pula, sehingga temannya berasumsi kalau Karin masih mengejar-ngejar dia. Dan itu menjadi salah paham untuk mereka berdua antara Axel dan Karin.
"Tapi kenapa sweety ketemuan dengan Akbar apa maksudnya", tanya Axel sambil memicingkan matanya.
"Hanya ngobrol tentang pernikahan saja tidak ada yang lain", ungkap Karin dengan jujur.
"Harusnya sweety berbicara denganku masalah pernikahan kita, malah dengan cecunguk itu", ucapnya kesal.
__ADS_1
"Dia punya nama ya kak, itu juga sahabat kalian seharusnya tidak bilang gitu", tegur Karin.
Tidak menanggapi ucapan Karin, Axel langsung ke kasir untuk membayar makanannya beserta Karin. Kemudian menemui Karin untuk mengajaknya pulang.
Jalan bergandengan tangan menuju parkiran yang terdapat mobil Axel disana. Mengemudikan mobil dengan santai dan selalu menggenggam tangan Karin yang satunya buat menyetir mobil. Axel seenaknya sendiri membawa calon istrinya ke apartemennya.
Sesampai di parkiran apartemen tersebut mereka berdua berjalan beriringan menuju apartemen Axel. Masuklah mereka berdua menuju ruang TV untuk duduk. Selang beberapa menit Karin melihat jarum jam sudah menunjukkan waktu makan malam bergegaslah ia menuju dapur untuk memasak. Tak lupa Axel menuju kamar untuk membersihkan badannya yang lengket.
Dua sejoli itupun mempunyai aktivitas masing-masing seperti sepasang pengantin yang wanita menyiapkan hidangan untuk makan malam sedangkan yang laki-laki habis pulang kerja langsung bergegas mandi.
Seolah sudah lihai dengan peralatan dapur, Karin cepat dalam memasak dan tidak membutuhkan waktu lama makanan sudah tersaji di meja makan.
Tersenyum melihat hasil karyanya ia bergegas memanggil Axel untuk makan malam bersama. Mereka makan malam dengan diam dan selesai makan mereka berbicara masalah pernikahan dan bercanda gurau.
__ADS_1