
"Satu hal yang mau kakak omongin ke sweety, apakah boleh kakak berharap untuk menjalin hubungan serius denganmu", ungkap Axel dengan memegang tangan Karin.
Karin menatap wajah lekat Axel dan memandang dengan pandangan yang sulit diartikan. Memandang cukup lama mata Axel, ia menutup mata untuk menyakinkan kata hatinya dan juga tentang perasaan yang tubuh yang ia tempati.
"Kak Axel bisa pegang jadi pada Karin kalau Karin memberi kesempatan untuk kakak", ucap Karin sambil menghela napas panjang. Axel hanya memandang wajah Karin dengan teduh serta tersenyum dan memahami akan keresahan yang dialami oleh Karin.
"Semoga dengan jawabanku ini kak Axel bisa menerimanya, aku memberi kesempatan untuk menjalin hubungan dengan kakak", jawab Karin.
Bahagianya Axel tentang jawaban yang dilontarkan Karin kepadanya dan Axel berjanji tak akan mengecewakan kesempatan ini. Karin mempererat pegangan tangan Axel dan tersenyum melihat Axel bahagia.
Mereka memutuskan pulang dengan bergandengan tangan meninggalkan restaurant tersebut. Didalam mobil Axel tidak melepaskan pegangan tangannya terhadap Karin. Mencium tangan Karin spontan Karin terkejut dan pipinya bersemu merah merona yang membuat Axel semakin gemes melihatnya.
Sesampai mengantar Karin pulang, Axel pulang kekediaman orang tuanya dan diperjalanan tak henti hentinya ia tersenyum. Setelah memarkrkan mobilnya ke bagasi, dia bergegas menuju kamarnya karena keadaan rumah sudah sepi. Membersihkan badan dengan guyuran air agar terlihat lebih segar. Hati berbunga-bunga memikirkan saat Karin menerimanya membuat Axel tersenyum dan ia berdoa agar terbawa sampai mimpi.
__ADS_1
Pagi sekali Axel sudah rapi dengan baju kerjanya serta memandang tampilan tubuhnya di kaca untuk melihat penampilannya yang bagus dan ia tersenyum puas akan penampilannya yang menawan. Turun menuju meja makan beserta keluarga untuk menyantap sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas masing-masing.
Semua orang di meja makan melihat tampilan Axel yang tidak biasa dan mimik wajah yang selalu datar sekarang terlihat berseri-seri. Mereka saling pandang akan perubahan Axel pagi ini dan menerka-nerka akan kejadian langka terhadap Axel muka datar dan dingin seperti es menjadi cair pada pagi ini.
Di meja makan semua diam agar tidak membuat mood Axel jelek dan tiba-tiba Axel berdiri hal itu mendapat kebingungan yang ada di meja makan.
"Mommy, Axel berangkat kerja dulu", ucap Axel langsung berdiri menuju Mommynya berpamitan dan mencium pipi Mommy. Sontak semua terkejut akan perilaku Axel untuk Mommy dan Mommy mematung sambil menganggukkan kepala saja. Melihat Axel berjalan keluar sampai tidak terlihat tubuhnya barulah Mommy tersadar atas apa yang telah dilakukan anak kesayangannya.
"Semoga perilakunya seperti gitu terus Mom", ucap menantunya dan disambut dengan senyuman Mommy.
Axel menjemput Karin untuk bareng berangkat kerja bersamanya dan hal itu ditolak Karin. Dengan arogannya akhirnya Karin menerima ajakan Axel berangkat bersama. Tepat di depan perusahaan Karin bekerja saat mau keluar dari mobil Axel tangan Karin di tarik dan akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk keluar dari mobil tersebut.
"adapa kak,Karin mau keluar soalnya sudah sampai dan takutnya nanti kak Axel telat ke perusahaan", kata Karin dengan suara lembutnya.
__ADS_1
"Ketinggalan sesuatu sweety", ucap Axel sambil memajukan wajahnya ke Karin dan itu membingungkan akan tingkah Axel (Karin itu orangnya tidak peka akan hal itu Axel dan kamu harus inisiatif untuk bergerak dulu).
Langkah Axel semakin dekat membuat Karin gugup dan memundurkan badannya. Dengan cepatnya Axel mencuri ciuman di pipi Karin hingga membuat Karin terkejut dan melotot ke arah Axel. Melihat wajah yang menggemaskan Karin membuat Axel tertawa lepas. Dengan wajah di tekuk Karin keluar dari mobil Axel langsung masuk ke perusahaan.
Beri dukungan untuk Neni ya Bunda dan kakak-kakak
Vote
Like
Coment
kalau boleh hadiah juga gak papa hehehehe ^_^
__ADS_1