
Seseorang Itu Adalah
Dan pada keesokkan hari sabtu Akbar dan Karin janjian ketemu di sebuah rumah pohon yang ada di daerah tersebut dan pemandangannya sangat bagus dan udaranya juga segar. Ternyata Karin disana sudah sampai duluan dan akhirnya Karin menunggu Akbar di rumah pohon yang disewa Karin untuk menunggu Akbar. Hampir 30 menit akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang langsung menghampiri Karin.
“Lama bener kak, tumben-tumbenan tidak tepat waktu”, kata Karin dan hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Akbar.
“Ayo aku perkenalkan seseorang padamu Rin, pasti kamu terkejut”, ucap Akbar sambil menarik tangan Karin untuk mengikutinya dan Karin ditarik hanya pasrah saja.
Tibalah di rumah pohon yang lumayan bagus dan seperti di desain begitu indahnya membuat Karin terkagum-kagum.
“Bagus bener kak, gak nyangka ada yang lebih bagus rumah pohonnya”, ucap Karin sambil memandang Akbar
lekat.
“Kakak mau kenalin pada seseorang yang spesial untuk kakak”, ungkap Akbar sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Deg, perkataan Akbar membuat hati Karin tersentil atas apa yang diucapkan Akbar dengan kata spesial. “Apa aku terlalu baper dengan kebaikan kak Akbar selama ini, padahal aku mau membuka hati untuk kak Akbar dari pada yang tubuh ini suka”, ucap Karin dalam hati.
“Siapa kak, Karin jadi penasaran pada orang itu”, kata Karin sambil tersenyum paksa dan hal itu tidak disadari oleh Akbar.
“Ini dia orangnya....”, jawab Akbar.
Seseorang masuk pintu yang ada di rumah pohon dan hal itu membuat Karin kaget melihat orang tersebut. Benar Karin mengenal perempuan tersebut, perempuan teman waktu masa SMA sampai ke perguruan tinggi. Dan tidak nyangka akan dipertemukan kembali.
“Kamu kenal sama kak Akbar”, tanya Karin pada perempuan itu.
“Terus maksudnya kak Akbar mengajak Karin kesini karena mau kenalin sama dia”, tanya Karin dan Akbar membenarkan atas perkataan Karin dengan menganggukkan kepala.
“Shanti tunangan kakak Rin, makanya kakak kenalin ke kamu biar akrab saling kenal satu sama lain dan ternyata kalian sudah kenal duluan apalagi dulu satu sekolah”, ucap Akbar.
Pupus sudah harapan Karin untuk menjalin asmara bersama seseorang yang menurutnya baik tapi ternyata
__ADS_1
bukan untuknya.
“Untung aku belum terlanjur suka sama kak Akbar dan baru mengagumi akan sosok kak Akbar yang baik, ramah, sopan dan penyayang. Hatiku tidak akan sakit karena belum jauh mengagumi akan sosok kak Akbar”, ucap dalam hati Karin sambil melihat mereka berdua bercanda seperti pasangan yang dimabuk asmara.
Mereka bertiga memutuskan pergi makan sambil itu jalan ke Mall. Kegiatan mereka bertiga menyenangkan dan Karin tidak merasa canggung saat mereka jalan bertiga dan Karin yang selalu mengikuti pasangan tersebut.
Ternyata setelah sampai rumah Karin langsung menuju kamarnya untuk bersih-bersih. Makan malam bersama dengan personil lengkap dan membuat acara makan malam terasa lengkap yang membuat Bunda bahagia. Makan malam selesai mereka sekeluarga berkumpul di ruang keluarga dan dibuat kesempatan untuk Karin menempel sama Aidan.
“Karin kamu kenapa dekatsama kak Aidan”, ucap Abi sewot.
“Emangnya kenapa, kakak siapa emangnya. Ini juga kakak aku kan gak papa nempel sama kakak”, ucap Karin
sambil menjulurkan lidah mengejek Abi. Abi pun mendengus atas perkataan Karin dan melihat Karin bermanja-manja sama Aidan.
“Bilang saja kak Abi iri sama aku kan, soalnya aku bisa peluk kak Ai. Ini di sebelah masih kosong kalau kak Abi mau bergabung boleh, Karin suka berbagi kok”, kata Karin dengan senyum usilnya. Dalam ruangan keluarga tersebut ramai banyak candaan dan selalu tertawa tentang tingkah Karin dan Abi. Karin seakan lupa akan kesedihan yang dirasakan saat bersama Akbar dan sekarang bahagia karena bisa berkumpul bersama keluarga.
__ADS_1