
Hallo Bunda dan kakak-kakak selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan pesan untuk Neni, makasih ^_^
Hari senin siap memulai masuk kerja, Karin bersiap-siap kekantor dengan mengendarai mobil sendiri. Sampai kantor terlihat karyawan pada berdatangan dan Karin berjalan menyapa para karyawan sampai masuk ke lift menuju tempat kerjanya masing-masing. Di meja kerjanya Karin menata proposal yang akan diberikan kepada Bosnya. Dan tak lupa Karin mengecek ruang kerja Bosnya, juga membawa minuman yang selalu tersedia di meja Bosnya sebelum Bos datang.
“Pagi Bos”, sapa Karin
“Pagi”, jawab Bosnya dan tak lupa Karin mengikuti Bosnya.
Meletakkan prosal di meja Bosnya dan berkata “ Bos ini proposal dan surat-surat yang harus ditandatangani, semua sudah saya cek sehingga cukup Bos mendatanganinya saja”.
“Baiklah kalau begitu”, sambil membuka proposal yang di meja kerja.
“Kalau tidak ada hal lain saya undur diri Bos”, kata Karin sambil membungkukkan badan lalu berlalu pergi.
__ADS_1
Jadwal Karin hari terlalu padat dan Karin juga lembur untuk menemani Bosnya. Surat maupun pengajuan harus Karin yang merekap dulu baru sampai di Bosnya sehingga pekerjaan Karin cukup banyak.
Dengan merenggangkan otot “aduhhhh capeknya badan, kapan pekerjaan ini selesai. Ok perut kita makan siang
dulu baru kita tempur sama berkas-berkas yang menyebalkan”.
Karin turun menuju kantin kantor untuk makan siang. Para karyawan ada yang menyapa Karin dan juga ada yang mencibir Karin karena sebagai asisten Bos. Karin bodoh amat, langsung memesan makanan sekalian mencari meja kosong untuk di tempati saat dia makan. Karin makan dengan lahab dan juga cepat agar bisa mengerjakan berkas-berkas yang masih banyak di meja.
“Karin kenapa makannya cepet banget kayak mau ada yang minta”, ucap Dodit sambil duduk dekat Karin.
“Enak Rin jadi asisten Bos”, tanya Hanum
“Ada enaknya dan ada enggaknya”, jawab Karin
__ADS_1
“Gak enaknya gimana coba secara gaji besar dan ikut kemana-mana Bos kalau keluar kota”, ucap Hanum.
“Kamu itu lihatnya gitu aja, jadi asisten itu harus 24 jam lah kalau kita ikut Bos kerja luar kota dan pekerjaan dilimpahin ke asisten”, jawab Karin.
“Masak sih”, jawab serempak Dodit dan Hanum.
“Gak percaya, mau gantian sama aku tah. Kalau ada yang gantiin sih aku yes tapi gajinya lumayan gedhe juga jadi asisten Bos. Apalagi kalau Bos ngajak tunangannya, behhhh aku meeting sama klien sendiri dan ngerjain berkasnya untuk kerjasama sendiri. Mau tidurpun kadang dibangunin, pokoknya harus stand by”. Hanum dan Dodit mendengar penjelesan Karin cuma manggut-manggut saja.
“Kalau gitu aku duluan ya Num Dit”, ucap Karin sambil melambaikan tangan langsung bergegas menuju meja kerjanya.
Karin mendudukkan pantatnya di kursi kerjanya dan langsung mengerjakan berkas yang ada di meja dan sampai-sampai sudah menunjukkan jam 10 malam. Dengan wajah letih dan kusut Karin akhirnya membereskan berkas-berkas dan juga merapikannya. Siap-siap pulang dan tak lupa ke ruang Bosnya untuk pamitan.
“Malam Bos, saya ijin pulang duluan Bos”, ucap Karin dan hanya direspon dengan gerakkan tangan oleh Bosnya. Sudah dapat ijin dari Bosnya Karin tancap gas pulang ke rumah.
__ADS_1
Sesampai di rumah Karin membersihkan badan dan akhirnya tepar di kasur tercintanya.
Hallo Bunda dan kakak-kakak maaf kalau ceritanya belm ada konfliknya dan belum ada cekcok. Mohon ditunggu soalnya awal-awal Neni mau alurnya santai baru nanti dipertengahan ada konflik yang biasa dan tidak menguras air mata. Selalu dukung Neni berkarya dan jangan lupa like\, vote dan komenentar untuk memberi saran agar ceritanya menjadi lebih baik lagi. ^_^ ^_^