my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
My Perfect ( Transmigrasi)


__ADS_3

Seminggu sebelum pernikahan Axel dan Karin, mereka dipisah sementara waktu dan tidak boleh saling menghubungi satu sama lain.


Axel menjadi gusar tidak bisa ketemu sama sang calon istri, juga belum bisa menelpon dengan mendengar suaranya. Dia pun mengambil cuti cukup lama untuk sebuah cuti dalam perusahaan.


Cuti sebulan cukup membuat Axel menunggu seminggu ini sangat lama. "Kenapa harus disita telpon genggam, apalagi aku menjadi stress tidak mendengar suara Karin", ucapnya dengan menghela napas prustasi akan sikap Mommy yang menyita telpon genggamnya.


Dengan muka yang suram Axel keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk makan bersama keluarganya. Duduk di tempat biasa dia makan, makanpun Axel tidak bersemangat.


"Axel, Mommy perhatikan kenapa wajahmu suram sekali kayak air keruh", ucapnya sambil meledek anaknya. Axel malas menanggapi ucapan Mommy sehingga diam saja.


"Jangan gitu tidak baik sama makanan wajahmu cemberut seperti itu, dipandang sangat menyedihkan", ucap Daddy Axel.


"Sudah sudah sebaiknya kita maka. dengan tenang", lerai Mommy.

__ADS_1


Semua makan dengan hikmat dengan semua orang curi-curi pandang untuk melihat Axel. Setelah selesai sarapan mereka kembali ke aktivitas masing-masing dan tidak memperdulikan suasana hati Axel.


Mommy Axel hanya mengikuti prinsip dari besannya kalau mereka selama seminggu sebelum pernikahan harus tidak bertemu satu sama lain agar tidak terkena hal yang tidak diinginkan.


Orang tua Karin masing menganut tradisi leluhurnya dan membuat Mommy Axel mengikuti dan menjahili anaknya yang datar itu.


Demi kelancaran pernikahan anak mereka antara Bunda Karin dam Mommy Axel melarang anaknya berhubungan dulu dan akan di puasin pas hari H.


Para wanita juga pada treatment ke salon untuk mempercantik diri mereka, khususnya untuk calon pengantin wanita. Harus memukau di acara tersebut, akan menjadi Ratu semalam dengan dekorasi meriah.


" Bun, kenapa Karin harus ke salon segala", ucap Karin dengan ogah-ogahan mengiyakan ajakan Bundanya.


" Sayang ini untuk kamu biar fresh makin cantik dan bersinar di singgah sana nanti sebagai Ratu", ucap Bunda.

__ADS_1


"Nanti juga di make over sama MUA, jadi tidak usah gini ya Bun", kata Karin.


"Pokoknya harus tidak boleh nolak perintah Bunda, sekarang berdiri dan keluar dari kamarmu. Sudah ditunggu mba salonnya", ucap Bunda lagi.


Bunda pun keluar dari kamar Karin setelah itu disusul Karin turun ke tempat yang sudah disediakan oleh Bunda untuk ia perawatan seluruh tubuh (Neni iri, kapan ya bisa kayak Karin 😭😭😭).


Seharian penuh Karin menjalani perawatan tersebut, makan siang sampai diantar kesana dan enaknya lagi Karin di pijit sambil tiduran.


' Enak juga biar yang pegal-pegal hilang sekalian di badanku, hehehehe' dalam hati Karin.


Jujur saja Karin tidak ingat akan masalah handphone apalagi calon suaminya. Ia malah merdeka bisa libur seminggu di rumah saja tidak ada yang ganggu dan juga bisa nonton drama Korea kesukaannya.


Kegiatannya hanya hanya rebahan, makan, tidur dan nonton saja kalaupun bosan Karin ke taman belakang bantuin tukang kebun nanam sayur dan bantu Bunda menyiram bunga.

__ADS_1


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, acara pernikahan Axel dan Karin.


__ADS_2