my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
my perfect (transmigrasi)


__ADS_3

Ketemu Mantan


Mengenai perjanjian yang disepakatidari kedua belah pihak perusahaan antara Dwipangga dan Surya. Atasan Karin memutuskan menunjuk Karin untuk ke perusahaan Dwipangga mewakilkan atasan di karenakan ada hal lain yang tidak bisa di handle orang lain.


Karena tuntutan dari atasan masalah pekerjaan tersebut Karin harus sanggup dan masalah pribadi antaranya dengan Fatih tidak boleh dicampur dalam masalah pekerjaan. Sesampai di depan loby perusahaan Dwipangga, Karin menghirup oksigen sebanyak banyaknya agar tidak terlalu gugup. Akhirnya Karin masuk ke dalam dan disambut oleh sekertaris Fatih.


Diperjalanan menuju ruang Fatih, Karin dengan sekertaris Fatih berbincang agar tidak terlalu canggung dan mereka berdua cukup nyambung dalam mengobrol. Dan sampailah di ruangan Bos perusahaan Dwipangga. Asisten yang bernama Lala mempersilahkan Karin masuk ke dalam ruangan secara bersamaan. Lala memberitahukan kepada atasannya kalau perwakilan dari perusahaan Surya sudah datang. Kemudian Lala ijin pamit keluar dan meninggalkan atasannya dengan Karin seorang.


🌸🌸🌸 POV Fatih 🌸🌸🌸


Aku tidak menyangka kalau karyawan yang meakilkan Pak Darren adalah Karin. Aku cukup tersebut dan juga senang bisa ketemu dia lagi apalagi hanya kita berdua. Setelah sekertarisku undur diri, aku dibuat canggung akan situasi hening begini. Aku “berdehem” untuk tidak terlalu canggung sehingga bisa memulai obrolan.


“Silahkan duduk Karin”, sapaku padanya dengan tersenyum.

__ADS_1


Dia hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum dan duduk. Kami berdua akhirnya membahas masalah kerjaan dan sekaligus membubuhi tandatanganku. Dia meminta maaf mewakili atasannya karena tidak datang ada urusan yang urgent di perusahaan tersebut. Dengan membereskan berkas yang sudah aku tandatangani, hal ini gak aku sia-siakan untuk berbicara dengannya.


“Karin apa kita bisa berbicara sebentar”, tanyaku harap harap cemas.


“Tanya apa Pak”, jawabnya dengan bahasa formal.


“Masalah kita”, hening yang sekarang kita alami dan tak lupa bertatapan satu sama lain agak lama.


“Masa lalu yang sudah aku lupakan dan Pak Fatih tidak usah merasa terbebani akan hal ini”, potong Karin


“Masalah kita belum selesai Rin, maaf kalau dulu aku egois yang hanya mementingkan diriku sendiri” ucapku sambil menghela napas.


“Dan semua aku lakukanvdengan terpaksa Rin, apakah kamu tidak bisa memaafkan aku dan bisa kita seperti dulu lagi” lirihku dengan sorot mata penuh rasa bersalah.

__ADS_1


Melihat wajah yang selalu aku rindukan dan tidak dipungkiri diriku masih menyayanginya. Melihat wajahnya yang biasa saja dan tidak melihatkan espresi yang lainnya membuatku bingung.


“Karena kitak sudah usai dan kamu hanya masa lalu. Apapun perkataan yang kamu lontarkan itu sudah tidak akan merubah semuanya. Biarlah ini menjadi pembelajaran buat kita kalau diantara dua pasangan harus saling jujur dan percaya pada pasangan masing-masing” ucap Karin.


“Tapi bisakah kita berteman walaupun ada cerita yang tidak mengenakkan di masa lalu”, ucapku dengan tersenyum paksa. Karin menganggukkan kepala sambil tersenyum dan dia juga berpamitan karena pekerjaannya sudah selesai di perusahaanku. Akupun mempersilahkan sampai mengantar keluar ruanganku.


Badanku  aku dudukkan di sofa sambil membayangkan “ kalau seandainya aku terus terang waktu dulu mungkin tidak akan seperti ini dan pasti Karin akan menungguku”. (Penyesalan itu memang di akhir dan harus pikir berulang-ulang kalu tidak mau seperti itu)


Hai hai Bunda dan kakak-kakak ada saingannya nih si Axel dan ternyata sebelum Karin suka Axel dia dulu punya pacar. Woooowww daebak, pilih yang mana menurut yang cocok


A.      Axel- karin


B.      Akbar- Karin

__ADS_1


C.      Fatih- Karin


__ADS_2