
Bunyi suara notifikasi pesan di handphone Karin sehingga menganggu tidurnya. Karin terbangun dan mengecek pesan dari Akbar yang tertera di layar handphone.
“Tumben kak Akbar mengirim pesan”, setengah mengantuk membuka pean dari Akbar.
Melihat pesan tersebut Karin melolot seperti terkejut dan seperkian detik dia senyum sangat cerah pada pagi hari ini. Dengan nyawa terkumpul Karin siap-siap mandi karena di pesan itu tertulis kalau Kari mau diajak Akbar jalan-jalan.
Selesai merias diri dengan wajah dipoles sedikit dan pakai lipbalm sehingga terkesan lebih fresh. Kemudian menata peralatan yang mau dibawa ditaruh dalam tas yang enak dibawa. Karin turun di ruang tamu untuk menunggu Akbar yang ingin menjemputnya. Suara mobil terdengar masuk ke kediaman Karin dan buru-buru Karin keluar untuk melihat siapa yang datang. Akbar keluar dari mobil sambil tersenyum melihat Karin sudah menunggunya.
“Sudah nunggu lama Rin”, tanya Akbar sambil jalan mendekat Karin.
“Enggak kak, baru saja dengar mobil kak Akbar” jawab Karin sambil balas senyum Akbar.
“Ayo pamit sama kedua orangtuamu, kalau kakak mau ajak princessnya pergi jalan-jalan”.
“Karin sudah ijin kak sama Bunda dan yang lain belum bangun, sekalian kita berangkat nanti takutnya sampai sana lama takut macet”.
“Ok”, jawab Akbar sambil mencubit pipi Karin yang tembem.
Akhirnya mereka berdua meninggalkan kediaman Karin. Untungnya jalan tidak terlalu macet sehingga tidak memakan waktu cuma lama di perjalanan. Sampai ditujuan dan pemandangan di tempat tersebut sangat indah. Udara seju, pohon-pohon yang lebat daan banyak sehingga tempat tersebut sangat menyenangkan untuk refreshing.
“Kak ini rumah siapa dan tempatnya bagus banget kak”, Karin sambil merentangkan tangan dan menutup mata untuk meresapi udara yang segar pada pagi hari.
“Ini rumah kakak, kalau kakak suntuk pasti kesini karena tempatnya nyaman dan tidak terlalu ramai seperti di kota”. Karin membenarkan akan hal itu.
__ADS_1
“Pasti betah tinggal disini, tapi kalau ke kota agak jauh sih”.
Akbar mempersilahkan Karin masuk ke rumah sederhana tersebut dan ternyata disana ada yang menjaga ruamah ini yaitu sepasang suami istri yang sudah tua. Akbar pun memperkenalkan Karin ke beliau dan dengan senang hati Karin berkenalan. Karin bertanya sama Bibi tentang apa saja yang ada disni dan kegiatan apa saja yang dilakukan Bibi dan Paman. Mereka menceritakan kegiatan yang mereka lakukan disini dan juga Karin ingin ikut Paman ke kebun yang ditanami sayuran untuk diolah untuk sehari hari.
Karin juga ikut memanen hasil kebun tersebut dengan bahagianya. Akbar melihat ikut senang melihat Karin bahagia diajak ke tempatnya.
“Kak Akbar aku panen banyak sayur, kalau gitu aku mau masak buat makan siang kita”, Karin memperlihatkan sayuran yang habis dipetik dari kebun dan Akbar hanya mengusap kepala Karin dengan sayang. Hal itu tak luput dari penglihatan Paman dan Bibi ikut senang dengan kebahagiaan tuan mudanya. Mereka berdua berjalan menuju
dapur untuk masak hasil memetik sayuran di kebun.
Semua hidangan yang telah di masak disajikan di meja makan. Dengan senyum yang puas Karin melihat hasil
karya masaknya yang sudah disajikan walaupun dibantu Akbar sama Bibi. Karin memanggil Akbar, Paman, dan Bibi untuk gabung makan bersama.
Semua makan dengan berbincang yang sangat menyenangkan menurut meraka berempat dan hal itupun tidak terjadi di rumah tersebut kayak biasanya sepi kalau Cuma Akbar yang datang kesini.
Di ruang TV Karin dan Akbar duduk di karpet bulu sambil selonjorkan kakinya dan Karin bersandar di bahu Akbar.
“Kak habis ini mau ajak Karin kemana”, tanya Karin.
__ADS_1
“Karin maunya kemana banyak tempat yang bagus disini untuk dikunjungi”, jawab Akbar.
“Karin nurut saja apa yang menurut kak Akbar bagus”.
Akbar dan Karin bersiap-siap untuk ke tempat yang mau dikunjungi yang menurut Akbar bagus dan Karin pasti suka. Setelah selesai mereka berdua pamit sama Paman dan Bibi kalau mereka akan pulang malam sehingga tidak ush masak. Mengendarai motor cuma 30 menit akhirnya sampai ditempat tujuan.
“Wow keren kak tempatnya, ini kesukaan anak-anak milenial untuk ketempat ini”.
“Kamu suka tempat ini”, tanya Akbar.
“Suka kak, apalagi pemandangannya juga indah dan kita bisa melihat matahari tenggelam”, ucap Karin dengan cengirannya. Akbar ikut tersenyum saat Karin juga tersenyum.
Mereka menyusuri tempat yang ada disana dan hal yang ditunggu oleh Karin adalah matahari terbenam. Dengan antusiasnya Karin menari Akbar untuk melihat matahari terbenam. Bergandengan seperti sepasang kekasih antara Karin dan Akbar yang orang-orang lihat. Laki-laki tampan dan perempuan cantik dan imut pasangan yang cocok
membuat beberapa orang iri kan keromantisan mereka berdua. Padahal antara mereka berdua tidak menjalin kekasih dan hanya kakak dan adik saja.
Malam tiba Akbar memutuskan mencari makanan dan Karin mengiyakan soalnya dia sudah lapar. Mereka makan
__ADS_1
dipinggir jalan yang banyak penjual makanan dan Karin makan dengan lahab. Akhirnya mereka pulang dan istirahat di kamar masing-masing, karena besok Akbar mengajak Karin suatu tempat.