my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
My Perfect ( Transmigrasi )


__ADS_3

Terbukalah pintu tersebut menampilkan seorang wanita berjalan menuju mejanya dan dia baru tersadar kalau ada seseorang masuk ke ruangannya.


Dia mendongakkan wajahnya melihat siapa gerangan yang bisa-bisanya masuk tanpa seizinnya.


Melihat siapa yang datang bibirnya menyunggingkan senyum menawan. Iapun berdiri dari kursi kebesarannya lalu mendatangi wanita tersebut hingga menarik menuju sofa dan di meja terdapat makanan yang dibawa wanita itu.


"Sweety datang ke kantor kakak tidak bilang-bilang hemm", ucapnya sambil duduk di sofa.


"Aku ingin makan siang sama kakak dan ini makanan yang aku bawa", ucap Karin sambil menata makanan tersebut dan tak lupa membukanya untuk siap di santap.


"Sering-seringlah datang kesini sweety untuk makan bersama kakak", ucapnya sambil menegak air yang sudah disediakan di meja.


"Kerjaanku tidak terlalu banyak kak makanya Karin sempetin bawa makan siang untuk kakak dan mau lihat kak Axel sudah makan apa belum", ucapnya.

__ADS_1


"Perhatiannya calon istriku", ucapnya lalu mencubit pipi tembem Karin.


Dengan tingkah laku kenak-kanakan Axel tidak mau makan sendiri kalau tidak disuapin oleh Karin. Alhasil Karin mengiyakan agar tidak terjadi perdebatan yang berkepanjangan.


Axel makan begitu lahapnya dan tangannya dengan usil memainkan rambut Karin. Dan Karin menyuapi sang tunangan dengan telaten sambil sesekali menyatap makanan untuk dirinya sendiri.


Kebanyakan semua makanan yang di meja di lahap oleh Axel. Sekarang Axel terkapar sambil mengelus perutnya berasa ingin meledak akibat kekenyangan. Kegiatan setelah menyuapi sang tunangan ia membersihkan kotoran atau bekas bungkus makanan yang ada di meja.


"Sweety makanan yang dibawa membuat kakak kenyang banget apalagi kalau disuapi inginnya tambah melulu dan membuat kakak rasanya ingin tiduran saja", ucapnya. Karinpun tersenyum geli melihat Axel tidak bertenaga karena kekenyangan.


"Terus kakak gimana sweety, langsung ditinggal gitu aja", ucapnya dengan cemberut.


"Tadi sudah Karin suapin lho kak dan tidak boleh ngomong gitu. Kerja harus tahu waktu sudah mulai kerja apa istirahat kita harus profesional kak", ucapnya berjalan menuju sofa yang diduduki Axel dan iapun memegang wajah Axel dengan kedua tangannya. Tanpa aba-aba Karin mencium kening Axel cukup lama dan membuat sang empu yang dicium melongo.

__ADS_1


"Kalau begitu tunangan ini pergi dulu ya calon suami", ucapnya sambil melambaikan tangan dan menghilangkan setelah pintu ruangan Axel tertutup.


Tampang wajah masih syok dan mata berkedip-kedip beberapa saat dan akhirnya ia tersadar dengan kejutan yang diberikan olehnya dari sang kekasih. Kemudian memegang dadanya dengan suara dag dig dug agak kencang dan mengingat akan hal itu membuat Axel meleyot seperti jelly. Tak mau kalah perut juga ikut bereaksi seperti ada kupu-kupu berterbangan sehingga ia mengukir senyum menawan Pepsodent.


Dilain tempat kerja Karin terlihat setelah selesai makan siang dengan Axel, dia langsung berkutat dengan laptop dan berkas yang ada di mejanya. Dia diberikan tugas oleh Bosnya untuk mengecek tugas karyawan yang diperintahkan Bosnya sehingga kalau ada kesalahan langsung serahnya pada karyawan tersebut untuk diperbaiki lagi sebelum diberikan ke atasannya.


Semua karyawan sibuk dengan tugas masing-masing dan penutupan bulan membuat mereka semua pada sibuk untuk tutup buku bulan ini dan buka buku bulan yang baru.


Malam Bunda dan kakak-kakak terimakasih selalu menunggu cerita Neni. Dan jangan lupa selalu dukung dengan cara tinggalkan jejak


Like


Vote

__ADS_1


komen 📝


Hadiah bunga dan kopi sambil membaca ceritanya


__ADS_2