
Bunyi alarm membangunkan Karin dari tidur nyenyaknya. Ia langsung bangun untuk cuci muka dan kemudian ia menuju dapur membuat sarapan untuk dia dan sang tunangan.
Karin sedang bertempur dengan alat-alat dapur sedangkan Axel meraba raba tempat tidur yang ada disebelahnya. Meraba raba ternyata sang kekasih tidak ada akhirnya ia membuka mata dan bersandar di punggung kasur.
Pintu kamar terbuka sedikit yang membuat bau masakan masuk ke dalam kamar sehingga Axel tersenyum karena sang pujaan hati ada di dapur.
Axel beranjak dari tempat tidur langsung menuju dapur dengan menuruni setiap tangga. Karin selalu sibuk dengan memasaknya hingga tidak melihat ada sepasang mata melihat aktivitas yang dilakukannya.
Dengan berjalan pelan pelan Axel tepat di belakang Karin dan memeluk tubuh Karin dari belakang. Otomatis sang empu berjingkrak kaget atas perilaku Axel.
"Kakak ngagetin tahu gak, untuk Karin tidak sakit jantungan", ucap Karin.
"Maaf ya sweety, soalnya sweety serius banget. Lagi buat menu apa hari ini untuk sarapan kita", ucap Axel sambil menopang kan dagunya di bahu Karin.
"Kak geli, jangan gini nanti tidak kelar-kelar masaknya", ucapnya.
"Emangnya geli, malah kakak suka kayak gini. Apalagi setiap hari sweety memasakkan makanan buat kakak pasti membuat hati kakak berbunga-bunga", ucapnya sambil mencium pipi Karin.
"Minggir kak ini makananya mau Karin taruh di meja makan", katanya.
__ADS_1
Diletakkannya dan disajikan makanan tersebut dengan rapi tak lupa minuman dan buah sebagai pelengkap.
"Sebaiknya kak Axel mandi dulu untuk siap ke kantor dan Karin juga mau mandi dulu", ucapnya.
Axel pun mengiyakan ucapan Karin dan menuju kamarnya bersiap mandi ke kantor.
Mereka berdua memulai aktivitas mandinya dan Karin mandi di kamar mandi dekat dapur sedangkan Axel di kamar.
Mulailah Karin menuangkan nasi beserta teman-temannya di piring Axel lalu dilanjutkan di piringnya. Mereka makan dengan hikmat.
Selesai mencuci piring yang kotor dan melihat sudah rapi semua akhirnya dua sejoli tersebut memutuskan berangkat ke kantor.
Sebelum Axel menuju kantornya, ia mengantarkan sang tunangan ke tempat kerja terlebih dahulu sebelum ke kantornya.
Tersenyum dengan menawan seorang Axel melihat kelakuan tunangannya dan terasa hangat pipi yang dicium oleh Karin.
Tak mau berlama-lama disana Axel melajukan mobilnya menuju kantornya. Di perjalanan Axel tersenyum terus menerus dan senyum itu tak pernah pudar.
Datanglah asisten pribadi Axel yang melihat mobilnya sudah sampai di depan kantornya. Sang asisten membukakan pintu mobil dan mereka kemudian berjalan masuk menuju kantor diruang CEO.
__ADS_1
Duduk di kursi kebesarannya dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda dan masih menumpuk begitu banyaknya. Menghela nafas karena pekerjaannya tidak selesai.
Mengingat mendapat ciuman dari tunangannya membuat semangatnya full dan memulai mengecek berkas yang tidak habis-habisnya.
Jam makan siang telah tiba dan CEO yang tampan dan berkharisma tersebut masih sibuk dalam pekerjaan. Diketuklah pintu sang CEO namun yang punya ruangan tidak mendengar karena terlalu fokus dengan berkas di mejanya.
Terbukalah pintu tersebut menampilkan seorang wanita berjalan menuju meja CEO dan dia baru tersadar kalau ada seseorang masuk ke ruangannya.
Mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa gerangan yang bisa bisanya masuk keruangannya tanpa seizinnya.
Mereka berdua sama-sama menatap dan saling diam satu sama lain. Tidak ada yang ngomong untuk membuka percakapan.
Terimakasih Bunda dan kakak-kakak yang selalu dukung Neni.
jangan lupa selalu dukung dan tinggalkan jejak
Vote
Like
__ADS_1
Komentar
Hadiah yang banyak juga boleh