my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
My Perfect ( Transmigrasi)


__ADS_3

Karena tidak ada jawaban dari sekertaris Miky, sehingga Karin masuk ke ruangan Axel.


Melihat hal yang membuatnya kaget atas pemandangan yang dilihatnya.


"Kejutannya yang menakjubkan Tuan Axel", kata Karin sambil bersedekap tangannya di dada.


Dengan reflek Axel mendorong wanita tersebut sehingga terjatuh.


"Bukan seperti yang kamu lihat sweety", ucapnya sambil berjalan ke arah Karin dengan raut wajah khawatir.


"Maksudnya gimana, aku dan sekertaris Miky lihat tadi apa yang kalian lakukan dan itu seperti drama romantis di televisi", ucapnya dengan cuek bebek.


Namun tidak untuk Axel, ia merasa khawatir akan kesalahpahaman ini. membuat mereka berdua menjadi renggang.


Dengan kesal wanita tersebut mendekati Axel dan memegang tangan Axel.


"Karin kesini ngapain mau godain calon tunangan ku, jangan mimpi", katanya dengan wajah angkuhnya.


Miky dan Karin serempak memutar bola matanya dengan malas.


'Sok kepedean wanita ini ngaku ngaku calon tunangan si Bos dan bisa perang dunia ini kalau Nona Karin marah' , ucap Miky dalam hati.


"Ternyata gitu ada calon tunangan Tuan Axel kesini", ucap Karin.


"Bukan begitu...

__ADS_1


"Honey kenapa Karin disini ke kantormu dan jangan ganggu Axel lagi", ucapnya.


"Baiklah, selamat bersenang-senang buat kalian berdua", ucap Karin langsung pergi dari perusahaan Axel.


Dengan santainya Karin keluar perusahaan dan berhentikan taxi dan melesat ke jalan raya. Sekertaris Miky mengejar Karin sampai bawah tapi ketinggalan jejaknya.


'Nanti aku kena marah sama Tuan ini gara gara Nona Karin pergi', ucapnya.


Dengan perasaan cemas sekertaris Miky buru buru masuk ke ruangan Tuannya.


"Maaf Tuan Axel, Nona sudah pergi dengan menaiki taxi dan saya tidak bisa mengejarnya", ucapnya.


"Sekarang pergilah", ucap Axel.


"Kenapa kamu kesini dan membuat kekacauan", ucapnya dengan datar kepada wanita tersebut.


"Kamu kenapa sih Axel, aku membantumu agar Karin jauh darimu. Kenapa malah kamu menyalahkanku", ucapnya.


"Dengan perilakumu menjijikkan seperti ini", ucapnya dengan mata tajamnya.


Diapun agak takut dengan aura dan ekspresi Axel yang menyeramkan.


"Sekarang pergilah, aku lagi ingin sendiri", perkataan Axel tersebut membuat wanita tersebut dengan perasaan dongkol meninggalkan Axel sendiri di ruangannya.


Perasaan yang tak menentu Axel mencoba menghubungi Karin tapi yang dihubungi tidak mengangkatnya. Axel mengacak rambutnya dengan prustasi karna sang pujaan hati tidak mengangkat telponnya.

__ADS_1


'Sweety kamu kemana kenapa tidak angkat telponku'.


Akhirnya ia keluar dengan membawa kunci mobilnya keluar perusahaan untuk menemui calon istrinya. Cukup lama Axel berkendara menuju kediaman orang tua Karin.


Memarkirkan kesembarang arah dan berlari menuju pintu utama. Bertanya dengan pelayan apakah melihat Karin pulang. Pelayan tersebut tidak tau akan Nonanya. Tidak menjawab balasan Axel buru buru menuju kamar Karin.


Membuka kamar sang kekasih namun yang dilihat kamar tersebut kosong tidak ada penghuninya sama sekali.


Moodnya bertambah buruk sehingga menjatuhkan tubuhnya ke kasur dengan menghela nafas untuk merilekskan pikirannya.


Bunyi suara handphone Axel dengan cepat ia menjawab telepon itu.


"Axel sekarang kamu dimana", tanyanya orang diseberang sana.


"Emangnya adapa, kalau tidak penting jangan telpon ganggu", ucapnya dengan datar.


"Santai brother, kami lagi kumpul-kumpul di restoran dan aku melihat Karin disini dengan seseorang", ucapnya.


"Dan kamu pasti tau siapa yang dia temui, sekarang aku photoin mereka berdua langsung aku kirim ke kamu", ucapnya lagi.


"Hemmm", jawaban Axel.


Bunyi notifikasi pertanda kalau pesan sudah masuk ke handphone. Tak membutuhkan waktu lama Axel membuka pesan tersebut memperlihatkan dua orang di berbincang, apalagi Karin tersenyum di photo tersebut membuat hatinya merasa terbakar.


Dengan perasaan yang cemburu ia ......

__ADS_1


__ADS_2