my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
my perfect (transmigrasi)


__ADS_3

Kumpul Bersama


Di meja makan kami sekeluarga berkumpul untuk makan dan tidak boleh ada yang bicara


sekalipun, hanya suara sendok garpu dan piring yang bersahutan di meja makan.


“Aku sudah selesai”, kata Karin. Mau beranjak dari tempat duduk tiba-tiba dipanggil Ayah.


“Tunggu kami semua Karin di ruang santai, jangan kemana-mana”, kata Ayah.


Karin pun mengiyakan saja apa yang disampaikan oleh Ayahnya. Sesampai mereka ruang keluarga,


pihak kepala keluarga membahas obrolan tentang semua anaknya termasuk Karin juga.


“Karin gimana kegiatanmu hari ini”, tanya Ayah.


“Baik dan berjalan lancar”, jawab Karin singkat dan padat. Semua memperhatikan Karin


dengan sesama,Karin jadi bingung akan tingkah mereka kepadanya.


“Mba Karin tadi itu nganterin Ana sekolah sama jemput Ana sekolah sama mampir ke kedai ice


cream. Sekalian anterin  Aqeeela pulang ke rumahnya Ayah,” kata Ana.


Ayah hanya menganggukkan kepala sambil masih lihatin Karin dari tadi.


Jadi Karin risih kalau dilihatin secara intens gitu.


Setiba mengobrol keluarga dan bercanda Karin hanya menyimaknya saja dan akhirnya kepala keluarga


menyudahi pembicaraan dan semua pada ke kamar masing-masing.


“Leganya, aku sudah bosen dan masih kikuk dengan keluargaku yang baru.

__ADS_1


Enaknya tidur di kasur empuk dan nyaman. Betah nih kalau begini jadinya, kasur kamu memang sahabat


terbaikku”. Karin merebahkan tubuhnya dan akhirnya tertidur menyelam mimpi.


Seseorang masuk ke kamar Karin, melihat Karin sudah tidur dengan pulas dan nyenyak dia adalah


Aidan kakak Karin yang pertama.


“Good night princessnya kakak moga mimpi indah”, sambil cium kening Karin agak lama dan


tanpa sadar Karin tersenyum dengan tidurnya. Akhirnya Aidan keluar dari kamar Karin.


 Ayam berkokok membangunkan semua penjuru di komplek tersebut termasuk Karin juga.


“Nyenyaknya tidurku, apa karna kasur mahal ya. Siap-siap saja dulu langsung lanjut keluar”.


Karin bergegas ke kamar mandi berganti pakaian dan turun ke bawah.


Ternyata ada Bibi Siti yang mau masak.


“Lagi mau bikin nasi goreng non  Karin, tumben non bangun pagi”.


Bi Siti terkejut melihat Karin bangun pagi dan ke dapur segala.


“Emangnya aku kalau bangun siang ya Bi”, tanyaku. Bibi hanya menganggukkan kepalanya saja.


“Berarti si Karin orangnya pemalas juga ya”, kataku dalam hati.


“Ya sudah Bi, aku mau keluar dulu. Byeee” sambil melambaikan tangan.


“Non Karin kok aneh ya sekarang, mungkin mau tobat kali ya”, monolog Bi Siti.


Semua pada kumpul sarapan pagi dan selesai makan Karin dipanggil Ayahnya untuk menuju

__ADS_1


ke ruang kerjanya dan diiyakan oleh Karin.


“Ada apa Ayah memanggil aku kesini”, to the point laangsung aku layangkan kepada Ayah.


“Kamu habis kuliah mau apa Karin mau nganggur saja apa mau kerja di kantor keluarga”, tanya Ayahku


Akupun berpikir “berarti aku sudah lulus kuliah dan nganggur gitu,gila nih.


Aku lulus jurusan apa ya aku gak tau”, monolog Karin dalam hati.


“Emang aku lulusan apa ya Yah”, tanyaku. Ayahku bingung apa yang aku tanyakan.


“Maksudnya aku lupa dengan kuliahku Yah, jadi aku tanya Ayah gitu”, jawabku cepat agar Ayah


tidak curiga padaku. Ayah pun hanya menganggukkan kepalanya saja tentang pertanyaanku.


“Karna kamu sibuk ngejar-ngejar Axel sampai lupa jurusan apa kamu lulus”, sindirnya.


Aku hanya diam disindir oleh Ayah, karna memang aku lupa dengan kalau aku belum kerja juga.


“Mau kerja dengan Ayah jadi asisten Ayah di kantor”, kata Ayah. Aku semakin curiga sama Ayah,


apakah Karin selama ini perilakunya buruk ya seolah-olah harus di pantau agar tidak cari gara-gara.


“Tidak Yah, Karin mau cari kerja sendiri” jawabku mantap.


“Apa kamu yakin”,kata Ayah kurang yakin akan jawabanku.


“Yakin Yah, percaya pada anakmu ini”, guraunya Karin.


Ayah menghela napas sejenak sebelum berbicara.


“Bailkah kalau itu kemauan kamu, tapi kalau ada apa-apa minta bantuan pada Ayah ataupun kedua

__ADS_1


kakak kamu”. Karin hanya mengiyakan saja.


__ADS_2