
Setelah selesai makan malam sepasang sejoli tersebut menuju kamar utama di apartemen. Namun dengan paksaan Axel akhirnya Karin mengikuti kemauannya.
"Kak kenapa Karin juga tidur sini sih", ucap Karin dongkol akan keinginan Axel.
"Kakak ingin berduan sama sweety seharian ini, pekerjaan kakak sangat banyak di kantor sehingga tidak bisa selalu dekat denganmu sweety", ucap Axel menarik Karin ke kamar tidur.
Berdua akhirnya tidur berhadapan satu sama lain. Axel memandang Karin dengan penuh cinta dan mencium kening sang kekasih dengan begitu lama. Karin pun memejamkan mata saat Axel mencium keningnya, ia meresapi rasa cinta yang diberikan oleh sang kekasih.
"Sweety kapan kita melanjutkan kejenjang pernikahan", ucapnya sambil memasukkan tubuh Karin kedekapannya.
"Semuanya sudah di urus sama kedua orang tua kita kak, tidak usah mencampuri masalah itu. Kakak juga sudah menyerahkan acara pernikahan kita dan kakak tidak mau ribet tentang masalah itu", ucapnya pajang lebar.
Dengan wajah yang tak berdosa Axel hanya cengengesan saja lupa akan perkataan dia yang tidak mau mengurusi masalah pernikahan.
"Maaf sweety kakak lupa soal itu. Tapi menurut kakak terlalu lama acaranya", ucap Axel.
Mencubit perut kekasihnya, Karin mendongak menatap wajah Axel dengan melotot. Axel hanya tersenyum gemas tentang tingkah calon istrinya.
"Ok sekarang ganti topik saja sweety, gimana kerjaanmu lancar dan kalau ada kendala yang membuatmu pusing nanti kakak bantu sweety", ucapnya sambil mengusap kepala sang kekasih.
__ADS_1
"Tidak ada masalah kak tentang pekerjaanku", ucapnya sambil jarinya menulis kata-kata di dada Axel.
"Sweety jangan menggoda kakak, mau singanya keluar lalu menerkam sweety", kata Axel.
"Gak jelas kak Axel. Kak apa boleh kalau setelah menikah Karin bekerja", kata Karin.
Menunggu jawaban dari Axel dengan harap-harap cemas kalau seandainya ia tidak boleh kerja dan di rumah untuk menjadi Ibu rumah tangga menurutnya juga tidak salah. Karin hanya mau tahu respon sang calon suami tentang pertanyaan yang ia utarakan.
Pikiran Axel menerawang jauh-jauh keputusan apa yang tidak membuat mereka berdua tidak egois satu sama lain.
"Menurut sweety gimana", ucapnya sambil memeluk pinggang Karin dan kepalanya mendusel di ceruk leher Karin.
"Kakak malah tanya balik sih, Karin tanya pendapat kak Axel nanti akan menjadi suami Karin kalau jadi ya", ucap Karin kata terakhir yang sengaja untuk mengerjai sang kekasih.
Kaget Karin melihat respon Axel dan mimik wajahnya. Kemudian Karin ikut duduk di kasur berhadapan dengan Axel. Ia pun memegang kedua tangan sang kekasih menyakinkan dengan tatapan mata kalau perkataannya adalah bercanda dan tidak serius.
"Kenapa ngomongnya seperti itu, hemm", ucap Axel dengan wajah datarnya.
Mulut Karin mencibik melihat sang kekasih seperti sifat kayak dulu. Dengan malas ia melepaskan genggaman tangannya dan berlalu ingin pergi dari kamar tersebut. Namun pergerakannya dibaca oleh Axel sehingga Karin sebelum beranjak dari kasur tersebut.
__ADS_1
"Kenapa malah pergi", ucap Axel melihat Karin lagi merajuk membuat ia tersenyum.
Menarik Karin pelan mengusap wajah cuby sang tunangan dan berkata "kakak tidak akan melepaskan apa yang sudah kak pilih maupun dia tidak mau sekalipun. Sekarang mengerti sweety dan jangan berbicara seperti itu kakak tidak suka", ucap Axel sambil membawa sang kekasih untuk tidur lagi.
"Sekarang kita tidur karena besok akan sibuk dengan kerjaan masing-masing", ucapnya.
Memejamkan mata yang dilakukan Karin dengan memeluk sang kekasih dan membuat Axel gemas dengan tingkahnya. Dan mulailah Axel ikut memejamkan matanya.
Malamnya semakin dingin dan kedua sejoli tersebut saling merapatkan pelukannya untuk mencari kenyamanan satu sama lain.
Dukung selalu agar Neni bisa mempunyai inspirasi lebih banyak lagi biar bisa update lebih.
Menghalunya selalu hilang di tengah tengah.
Jangan lupa kasih bunga banyak banyak Bunda dan kakak-kakak
Like
Vote
__ADS_1
Komentar
mawar dan kopi juga boleh