my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
My Perfect ( Transmigrasi)


__ADS_3

Karin menggeliat dan mengedipkan matanya beberapa kali agar kesadarannya terkumpul. Ia membuka matanya dengan sempurna, Karin mendongak dan terpampang jelas wajah Axel yang rupawan.


Memandang wajah Axel agak lama akhirnya ia tersadar lalu melihat jam di meja sebelah tempat tidur ternyata sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Karin bangun dari tidur secara perlahan agar tidak membangunkan Axel yang masih tidur dengan nyenyaknya. Kemudian ia langsung menuju kamar mandi yang ada disana untuk mencuci wajahnya agar menjadi lebih segar.


"Kak Axel bangun sudah malam, Karin mau pulang nanti dicariin orang rumah", ucap Karin sambil menepuk tangan Axel perlahan.


Dan sang empu yang di bangunin malah menggeliat dan kembali tidur lagi. Dengan menghela nafas "sabar Karin anak baik disayang semua orang", ucap dalam hati sambil mengelus dada.


Menepuk pelan pipi Axel sehingga sang empu terbangun dari tidur nyenyaknya dan Axel membuka mata terpampang wajah kekasihnya yang imut.


"Adaapa sweety, kakak tidurnya kelamaan kah", ucap Axel dengan suara parau ciri khas orang bangun tidur.


"Kak sudah malam Karin mau pulang nanti dicariin orang rumah", kata Karin dengan duduk di sisi ranjang.


"Baiklah, kak cuci muka dulu", ucap Axel sambil turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Karin memutuskan keluar dari kamar pribadi Axel dan menuju sofa yang ada di dekat meja kerja Axel. Dengan wajah yang lebih segar Axel berjalan menuju meja kerjanya mengambil jasnya lalu menghampiri Karin untuk pulang.


"Ayo pulang sweety", ucap Axel dan Karin menganggukkan saja. Mereka berdua berjalan beriringan sambil menggenggam tangan satu sama lain dan suasana kantor terlihat sepi.


Asisten pribadi Axel dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Tuan mudanya dan kekasih Tuannya. Mobil Axel berjalan meninggalkan perusahaan membelah jalan dengan tujuan ke rumah Kekasihnya.


Axel memberikan kecupan di kening Karin sebelum turu dari mobilnya untuk tanda perpisahan mereka berdua. Hal itu membuat malu Karin atas perilaku Axel dengan seenaknya dan dilihat asistennya. Akhirnya mobil Axel keluar dari pelataran rumah Kekasih kemudian langsung menuju ke rumah orangtuanya.


SKIPPP......🌸🌸🌸


Hari ini adalah tanggal merah dan semua pekerja maupun yang bersekolah pada libur. Axel mengajak kekasihnya kencan pertama kali saat menjalin hubungan sepasang kekasih. Dalam waktu dekat ini Axel juga sudah membuat rencana melamar sang pujaan hati.


Dan disinilah Axel di kediaman Karin untuk menjemput kekasihnya. Sambil menunggu sang kekasih, Axel mengobrol dengan Bundanya Karin. Dan sang empu sudah ditunggu malah enak-enakkan molor di tempat tidur.

__ADS_1


"Anak Bunda yang satu ini kalau libur kerja masih tidur Xel, kamu sudah ada janjian dengannya", tanya Bunda Karin.


"Sudah Te tadi malam Axel sudah memberitahukan pada Karin kalau besok kita pergi keluar", ucap Axel sambil tersenyum.


"Pasti dia lupa akan hal itu, karena kalau libur kerja kerjaannya di kamar Mulu kalau tidak lapar tidak akan turun ke bawah", kata Bunda.


"Apa boleh Axel ke kamar Karin Te", tanya Axel.


"Iya silahkan saja, kamarnya yang pintunya cat warna abu-abu dan Tante juga pergi sama Om ke kebun hari ini", kata Bunda


Bunda langsung meninggalkan Axel di ruang tamu dan Axel melanjutkan menuju kamar kekasihnya dan terlihat kamar sang pujaan ada disebelah tangga.


Membuka pintu kamar Karin, Axel melihat gumpalan di tempat tidur pasti itu Karin. Geleng-geleng kepala melihat kelakuan Karin yang masih belum membuka gorden jendela.


Axel memperhatikan setiap sudut kamar Karin yang terkesan sederhana dan nyaman ditempati. Kamar Karin sangat rapi dan Axel melihat photo yang ada di meja sang kekasih. Terlihat di dalam photo Karin dengan senyum lebarnya pertanda dia sangat bahagia.


Tak mau membuang waktu yang cukup lama akhirnya Axel menaiki kasur yang ditempati Karin tidur. Ia ikut tiduran di sebelah Karin dan menoel-noel pipi kekasihnya yang tembem seperti bakpao.


Tidak mau bangun akhirnya dengan ide jahilnya dan keuntungan untuknya, Axel mencium pipi berisi Karin bertubi tubi antara gemes dan keinginan untuk di gigitnya. Karin terusik akan perbuatan Axel sehingga membuat dia bangun dengan ogah-ogahan.


"Ihhhh kak Axel cukup ya", kata Karin dengan muka bantalnya dengan duduk bersederan.


"Makanya dibangunin cepat bangun kak tunggu diluar kalau gitu nanti keburu siang kita perginya", ucap Axel dan Karin nyelonong melewati Axel menuju kamar mandi dengan cemberut.


"Padahal aku mau rebahan sambil nonton drama yang mau aku tamatin", dumelennya Karin di kamar mandi.


Setelah bersiap-siap dengan pakaian yang rapi dan tak lupa memoles wajahnya dengan makeup natural. Kemudian Karin turun ke bawah menghampiri sang kekasih yang menunggu di ruang tamu.


Terlihat sang kekasih turun dari tangga berjalan menuju dirinya sehingga ia melebarkan senyum manisnya. Tak hentinya dia mengagumi wajah imut bercampur manis pujaan hati dan tidak rela kalau banyak yang ngelirik kekasihnya ini.


Meraka berjalan beriringan menuju mobil Axel untuk pergi menuju tempat yang sudah dijanjikan oleh Axel kesana.

__ADS_1


Diperjalanan mereka banyak mengobrol dan bersenda gurau maupun bercanda menjadikan perjalanan terasa lebih cepat. Hati Axel berbunga-bunga saat tahu kalau hari akan ke tempat spesial menurutnya.


Sampailah pada tempat yang di tuju dan Karin keluar dulu dari mobil untuk melihat pemandangan yang ada di hadapannya ini.


"Kak Axel kenapa kita kesini", kata Karin dengan bingung.


Axel tidak menanggapi pertanyaan Karin dan hanya menggandeng tangan sang kekasih untuk menuju tempat tersebut.


Perjalanan menuju tempat tersebut dengan berjalan kaki dan mobil di parkiran pada tempatnya. Jalan kaki selama 10 menit dan disetiap perjalanan terdapat bunga dan tanaman berbagai jenis yang berbeda-beda membuat Karin terpesona akan tempat ini. Terlihat kelinci yang ada di halaman rumah yang menurut dia sangat sederhana namun sangat indah di pandang.


"Kak ini rumah siapa", tanya Karin.


"Dengan senyuman Axel menjawab "ini tempat spesial seseorang yang kakak mau perkenalkan pada sweety", sambil mengusap pipi Karin dengan sayang.


Karin dengan cemberut tidak diberitahu tentang yang punya rumah ini dan dia melihat sekitar terlihat halaman luas dan terdapat tempat ternak sapi di seberang rumah.


Terdapat juga kebun sayuran yang segar untuk di panen maupun yang baru tumbuh. Tempatnya sangat nyaman seperti tempat yang pernah dikunjungi Karin sama Akbar pada waktu lalu.


Namun menurut Karin lebih luas dan bagus tempat ini dari pada tempat kak Akbar. Terbukalah pintu rumah tersebut dan Karin melihat seseorang keluar dari rumah


Siapa yang menurut Axel spesial yang mau dikenalkan ke Karin. Ditunggu ya Bunda dan kakak-kakak kelanjutannya.


Like


Komentar


Vote


Dan tak lupa kalau boleh hadiah juga


Terimakasih ~_~ ^_^

__ADS_1


__ADS_2