my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
My Perfect (Transmigrasi)


__ADS_3

Karin jalan cepat menuju menuju lift agar sampai di meja kerjanya. Teman sekantornya merasa terheran-heran akan perilaku Karin dengan jalan terburu-buru apalagi dengan wajah yang merah merona di pipinya.


Akhirnya dia sampai di mejanya sambil mengatur napas beserta duduk dan membayangkan bagaimana kak Axel mencium pipinya.


"Adehhh malunya aku nanti kalau ketemu kak Axel lagi dan langsung nyosor aja mulutnya. Ruanganku kok panas bangat ples gerah nih", kata Karin sambil kipas-kipas dengan tangannya.


Datanglah sosok Darren melewati meja Karin dan sambil melirik sekertarisnya yang kipas-kipas. Darren hanya melihat kemudian masuk ke ruangannya.


Setelah selesai mengatur perasaan senang maupun deg-degan Karin berjalan menuju raung Bosnya.


"Bos selamat pagi, jadwal Bos Darren hari ini hanya ada dua pertemuan dengan Pak Axel dan Pak Imam", ucap Karin sambil mengecek di tablet yang dipegangnya.


"Baiklah Rin kalau gitu Atur saja pertemuannya dan aku pesan kalau sama Axel pada waktu mau jam makan siang saja", kata Darren.


"Siap Bos akan saya hubungi sekertaris Pak Axel. Kalau begitu saya undur diri", kata Karin sambil keluar dan menuju meja kerjanya.


Jam Sembilan tepat Karin dan Bos Darren menuju tempat janjian ketemu dengan Pak Imam. Mereka akhirnya membahas kerjasama dengan memakan waktu satu jam. Kesepakatan antara ke dua belah pihak dan dilanjutkan jabat tangan untuk mengakhiri diskusi tersebut.


Semua pembicaraan diskusi yang terjadi telah di catat Karin dengan poin-poin penting dalam meeting hari ini dengan Pak Imam.


"Semoga kerjasama ini bisa menguntungkan ke dua perusahaan Pak Darren dan silaturahmi tetap terjalin", ungkap Pak Imam.

__ADS_1


"Darren tersenyum lalu berkata "apa yang Pak Imam ucapkan semoga bagus untuk kita ke depannya".


Lalu mereka berpisah untuk menuju perusahaan masing-masing. Dan dilanjutkan pertemuan dengan Axel di perusahaannya. Karin di dalam mobil menjadi gugup akibat akan bertemu Axel dan hal itu diketahui oleh Darren.


"Kenapa Rin ada yang membuatmu tidak nyaman", kata Darren sambil mengerutkan keningnya bingung akan sikap Karin hari ini.


"Tidak papa Bos hanya hal kecil dengan adikku biasalah Bos minta sesuatu", alibi Karin dengan berbohong dan ditanggapi Darren dengan menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Karin mengelus dada mengatur kegugupannya apalagi barusan berbohong dengan Bosnya. Mulut Karin ngedumel tidak jelas akan sikap Axel hari ini dan tidak dipungkiri ciuman yang diberikannya membuat Karin terbayang -bayang.


Sampailah mobil Darren di perusahaan Axel dan asisten Axel sudah menunggu di loby perusahaan.


"Silahkan Tuan Darren sudah di tunggu Tuan Axel di ruangannya", kata asisten Axel. Mendapat respon anggukkan dari Darren dan juga senyuman dari Karin.


Pertama kali Karin menuju perusahaan Axel semenjak di dalam tubuh yang di tempati ini. Dia meneliti setiap sudut ruangan Axel dengan terkagum-kagum akan dekorasi dan interiornya yang sangat memukau.


Dengan seenaknya Darren duduk di sofa sebelum yang punya mempersilahkannya untuk duduk. Axel berdiri di kursi kebesarannya menuju sofa dekat Darren.


"Apa yang dibahas Xel sekarang aku sedang sibuk dan juga masalah kerjasama sudah selesai kan", ungkap Darren males akan kemauan sahabatnya ini.


"Karin kenapa kamu berdiri, duduklah", ucap Axel dan Karin segera duduk dekat Darren. Axel mendengus melihat Karin duduk dekat Darren dari pada dengan dirinya.

__ADS_1


Tidak membahas pekerjaan malah membahas masalah pribadi dan membuat Karin mendengarnya menjadi jengah. Terbukalah pintu ternyata OB datang dengan sekretaris membawakan makanan.


Ketiga orang tersebut akhirnya makan siang di kantor Axel sambil mengobrol dan Karin baru tau kalau seorang Axel bisa berbicara panjang lebar dengan orang terdekat. Namun berbeda saat dengan orang luar dia akan irit bicara.


"Kalau begitu kamu bisa mengurus ini dengan asistenku", ucap Darren dan aku menjadi bingung akan ucapan Bosnya.


"Rin kamu urus masalah kerjasama dengan Axel soalnya aku dan Yasmine ada keperluan. Tidak papa kan Rin", tanya Darren.


"Bisa Bos, Bos ketemu sama kak Yasmine saja biar kerjaan saya yang handel", ucap Karin dengan mantap.


Darren keluar dari ruangan Axel dan hening antara Axel sama Karin. Mereka saling tatap sebentar setelah Karin memalingkan wajahnya yang salah tingkah di lihat Axel. Membuat Axel tersenyum akan sikap Karin.


Dia berjalan menuju sofa yang ditempati Karin dan membuat Karin gugup.


Mohon dukungannya Bunda dan kakak-kakak


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Dan kirim bunga untuk Karin dan kopi buat kak Axel hehehehe


__ADS_2