
Dunia Emang Sempit
Ternyata yang berjabat tangan dengan Karin adalah Tomo sahabat Axel tentunya.
“ Salam kenal Pak“, menjawab sambil berjabat tangan dan tak lupa denga senyum
yang propesional karena masih dalam lingkungan pekerjaan.
“Santai saja Karin, jangan terlalu formal”, jawab Tomo.
Dan hanya dibalas senyum saja oleh Karin.
“Kalau gitu gue duluan ya Tom, titip salam buat teman teman.
Maaf kalau gue jarang kumpul sama mereka soalnya banyak kerjaan
yang belum beres dan harus di kelarin secepatnya”.
“Ok, santai saja. Nanti gue sampaikan ke teman teman”, jawab Tomo.
“Kalau gitu gue duluan ya “, pamit Bos pada temannya beserta Karin juga
sambil mengekori Bosnya dari belakang.
Dan Tomo hanya melihat mereka keluar dari restaurant sampai tidak terlihat.
Dan kemudian Tomokeluar dari restaurant lalu menuju ke perusahaannya.
Sesampai di kantor Karin dan Bosnya menuju ke meja kerja masing masing
untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
Menjelang jamwaktunya pulang Karin izin pada Bosnya kalau Karin akan pulang
duluan karena pekerjaan Karin sudah selesai tepat waktu dan akhirnya gak lembur
lagi dan bisa pulang dari kantor tepat waktu.
Keluar dari lobi kantor, Karin menunggu ojek online yang dipesannya bersama
karyawan karyawati yang menunggu jemputan.
Skippp
__ADS_1
Sudah di rumah Karin langsung masuk kamar dan membersihkan badan yang
lengket karna seharian bekerja.
Dan dilanjutkan tidur sebentar sebelum waktu makan malam tiba.
Akhirnya makan malam telah tiba dan semua makan malam dengan tenang.
Setelah selesai makan dan mengobrol Karin dan Ana minta izin kepada
orang tuanya mau keluar sebentar mau membeli cemilan.
Keduanya pun keluar dari komplek untuk beli cemilan ke Indoapril yang dekat dari
komplek rumahnya dengan memakai sepeda ontel punya anaknya Pak satpam.
Dengan antusiasnya sudah sampai di Indoapril Ana meninggalkan Karin yang
meparkirkan sepedanya.
Karin hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Ana yang bahagia bisa keluar
beli cemilan dan Karin yang traktir untuk beli cemilan yang Ana inginkan.
mengambil yang kita beli agar gak kemalaman pulangnya” kata Ana.
Dan Karin hanya menganggukkan kepala saja dan tersenyum.
Ternyata aktivitas mereka berdua ada yang memperhatikan antara ade dan kakak tersebut.
Dan tidak tahu kenapa Ana kenal dengan seseorang tersebut yang memperhatikan mereka.
Ana pun mendekati orang tersebut dan menyapa, “ kak Axel mau beli cemilan juga ya.
Axel menjawab “Ya mau beli cemilan, Ana sama siapa kesini”.
Padahal Alex sudah tahu kalau Ana bersama dengan Karin kesini dan dia hanya
pura pura seolah baru tahu kalau Ana disini.
“Sama mba Karin kesini, soalnya mau beli cemilan apalagi gratis tidak pakai uang
Ana”, sambil cengengesan.
__ADS_1
“ Kak mau ke rumah Ana mau ketemu kak Aidan kah” tanya Ana.
“Tidak Ana, kebetulan kak Axel lewat sini sambil sekalian mau beli cemilan juga
sebelum mau pulang”.
Interaksi keduanya hanya dilihat Karin agak sedikit jauh dan dia tidak mau ikut
campur percakapan mereka berdua.
Dan pembicaraan mereka cukup menyenangkan buat Ana seolah beru bertemu kakaknya.
Mau tak mau Karin mendatangi mereka berdua untuk mengajak Ana pulang agar tidak
terlalu lama membeli cemilannya.
“De Ana ayo ke kasir, sudah selesai ambil cemilannya. Nanti takutnya dicariin Bunda
takut lama”.
“Ok mba Karin, Kalau gitu Ana pamit dulu kak Axel, kapan kapan ke rumah ya”.
Dan Axel mengangguk dan tersenyum merespon perkataan Ana.
Karin pun tidak menyapa Axel sama sekali setelah memanggil Ana, Karin langsung
ke kasir untuk membayar yang dibelinya bersama cemilan Ana.
Axel hanya melihat Karin dan Ana keluar dari Indoapril tersebut sampai sudah tidak
terlihat.
Axel bertanya tanya kenapa Karin tidak menyapanya seperti saat dulu dan sekarang
dia mengabaikan seorang Axel yang di kejar kejar Karin dulu.
Pulang ke rumah tumben ada gerangan apa Axel ke rumah orang tuanya dan terlihat
mobil tidak asing yang terparkir di halaman rumah orang tuanya.
Dan mengejutkan ternyata.......
TBC
__ADS_1