
Seminggu kemudian di kediaman Karin sangat sibuk orang wara-wiri membuat makanan untuk disajikan pada malam hari.
Keluarga Karin kedatangan keluarga Axel nanti malam makanya di rumah tersebut sangat ramai dari saudara Bundanya yang masih tinggal di kota ini langsung datang lebih awal untuk membantu persiapan untuk nanti malam.
Karena menurut mereka ini acara bahagia bagi keponakannya yang akan dilamar kekasihnya. Dan mereka juga penasaran kekasih ponakannya memilih pasangan yang gimana. Soalnya semua keluarga dari pihak Bundanya sangat menyayangi Karin.
Apalagi sekarang sifat dan perilaku Karin sangat berubah dan lebih sopan membuat mereka menjadi bahagia.
Di dapur sangat ramai berbeda di dalam kamar Karin yang hening karena sang empu yang mau punya acara masih molor di kasur.
Tidak ada yang membangunkannya sehingga tidurnya sangat nyenyak dan dia juga tidak tahu akan keributan di rumahnya.
Tak kalah ramainya juga di kediaman Axel semua keluarga besar Axel datang namun hanya sebagian dan juga Opa dan Oma juga datang untuk menyaksikan acara pertunangan cucunya.
Malam hari telah tiba yang sudah dinantikan oleh keluarga besar tersebut. Pakaian yang dipakai oleh Axel begitu cocok dan pas di tubuh Axel dan membuat karisma seorang Axel bertambah kali lipat.
Akhirnya Axel turun menuju ke ruang keluarga yang sudah banyak saudara yang menunggunya.
"Sudah siap anak Mommy", ucap Mommy sambil tersenyum melihat anaknya yang tampan tersebut dan direspon Axel dengan senyuman tipis.
Mereka berangkat dengan mobil beriringan membelah jalan di ibu kota menuju kediaman Karin. Menempuh jarak 25 menit akhirnya rombongan Axel telah sampai di rumah Karin.
Pelayan mempersilahkan tamu masuk ke dalam dan disambut yang punya rumah beserta kerabat.
Di ruang tamu terlihat sangat ramai dan sebagian ada yang kenal satu sama lain. Sehingga ada yang mengobrol bertemu teman lama.
Yang diharapkan keluar dari kamarnya masih didandani oleh makeup yang sudah disiapkan Bunda untuk sang anak untuk acara lamaran biar terlihat cantik.
Setelah selesai dengan alat tempur makeup Karin langsung mengganti bajunya dan perias makeup pamit pulang karena tugasnya sudah selesai.
Karin melihat penampilannya sangat puas akan hasil karya sang perias ia terlihat seperti bukan dirinya. Sebuah ketukan membuyarkan Karin dengan terpukau melihat penampilannya. Ternyata yang mengetuk adalah sepupunya yang bernama Puput.
"Kak sudah siap dan kak Karin cantik banget pasti kak Axel tidak akan menyesal memilih kakak", ucap Puput menggoda Karin.
__ADS_1
Terlihat Karin jadi salah tingkah membuat pipinya merona. Alhasil Puput melihat sepupunya salah tingkah membuatnya terkekeh.
"Ayo kak turun sudah ditunggu dibawah biar mulai acaranya dan bidadari akan turun menyambut sang pangeran", ucap Puput sambil terkekeh.
"Apaan sih kamu Put membuat kakak malu tahu dan jangan menggoda terus", gerutu Karin sambil menggandeng tangan sepupunya.
Sampailah Karin keruangan banyak yang menunggunya dan semua orang melihat kearah Karin sehingga membuat Karin gugup sekali. Bunda pun berdiri menggandeng Karin dan berjalan menuju tempat Bunda duduk dekat Ayahnya.
Axel melihat penampilan Karin sangat terpesona dan Karin dituntut oleh Bunda menuju tempat duduk, Axel selalu melihat sampai Karin duduk didepannya.
Antusias kedua keluarga tersebut menyambut acara yang akan di mulai ini dan melihat calon masing-masing yang akan menjadi anggota keluarga besar sangat senang dan mereka juga tahu dua keluarga tersebut adalah keluarga baik-baik dan terhormat dikalangan masyarakat.
"Selamat malam semua dengan saya beserta keluarga ada hal yang saya ingin sampaikan menyangkut hubungan saya dengan kekasih saya pada malah hari ini", ucap Axel agak sedikit gugup.
"Saya ingin meminang anak Om dan Tante untuk menjadi pasangan untuk membina rumah tangga dan menyempurnakan setengah agama saya", ucapnya.
"Keluarga besar kami berasa terhormat dan membuka pintu rumah untuk mempersilahkan jika ada seseorang yang meminang putri saya", ucap Ayah Karin.
"Saya serahkan pada Karin, dia yang menjalaninya dan memilih yang menurut baik untuknya kami sekeluarga mendukung keputusan yang akan diberikan oleh Karin. Gimana sayang lamaran dari nak Axel dan jawabanmu apa", ucap Ayah.
Menghilangkan kegugupan sehingga menghela napas dan menghembuskan secara perlahan. Karin melihat Ayah, Bunda, kakak dan adiknya beserta keluarganya dengan memikirkan keputusan yang mau ia ambil.
Sebelum menjawab Karin melihat wajah Axel dengan sorot yang tak bisa diartikan oleh semua yang menyaksikan dan dengan harap harap cemas akan keputusan Karin.
"Saya menerima lamaran kak Axel", jawab Karin dengan tersenyum membuat semua orang lega dan turut bahagia atas jawaban yang diberikan.
Acara selanjutnya tukar cincin kedua pasangan yang bertunangan tersebut. Mommy membawa cincin tersebut ditengah-tengah Karin dan Axel.
Laki-laki lebih dulu menyematkan cincin di jari manis perempuan dan dilanjutkan sebaliknya. Ada yang mengabadikan momen tersebut dengan video maupun photo.
Diadakan photo bersama seperti acara nikahan dan banyak yang berebut untuk photo dengan pasangan yang bertunangan tersebut.
Bagaimana acara tersebut sangat sederhana namun kedua keluarga sangat antusias sehingga acara tunangan sangat meriah seperti pernikahan.
__ADS_1
Dilanjutkan makan yang sudah tersaji di sana, semua menyatap hidangan dengan senda gurau dan tak lupa anak-anak kecil yang mereka ajak sangat senang karena ada tempat tersendiri khusus anak anak sehingga tidak membuat mereka bosan.
Karin dan Axel keluar menuju taman. Bergandengan tangan sudah ciri khas dari Axel untuk selalu dekat dengan Karin. Mereka duduk di ayunan taman tersebut.
Bahagianya Axel saat Karin menerimanya dan sekarang dia memeluk Karin dengan sangat eratnya itupun membuat Karin pasrah akan tingkah tunangan ini.
"Makasih sudah menerima kakak sweety", ungkap Axel mencium pipi Karin bertubi-tubi.
"Kakak nyocos terus deh", sebel Karin membuat Axel terkekeh.
"Kan sama tunangan sendiri gak apa-apa dong", ucap Axel dengan wajah tengilnya membuat Karin mendengus mendengar perkataan Axel.
"Kenapa kakak ajak Karin kesini nanti semua orang pada cariin kita kak", ucap Karin.
"Kakak ingin berduaan sama sweety, kalau disana pasti diganggu", ucapnya.
Akhirnya Karin menyerah tentang sifat dominan Axel dan Karin membayangkan dulu sifat Axel sangat dingin dan tak tersentuh tapi kenapa sekarang menjadi kayak gini. Karin tidak habis pikir tentang sifat bunglon sang tunangan.
Tidak ada pembicaraan dan mereka hanya berpelukan di ayunan sambil meresapi kenyamanan yang didapat antar satu sama lain. Kenyaman dan terlindungi di dekat Axel membuat Karin menerima Axel dengan mantap. Dan mungkin mereka berdua sudah ditakdirkan berjodoh.
Selalu berdoa apa yang terbaik menurut Tuhan akan Karin jalani dengan ikhlas. Permasalahan antara mereka dulu sudah Karin buang jauh-jauh dan ia akan memulai buku baru dengan Axel.
( Doakan selalu Karin dan Axel ya Bunda dan kakak-kakak semoga mereka tidak ada halangan sampai menuju hari H. Neni juga menunggu momen itu 😊 )
Dukung selalu
Vote
Like
Komen
Hadiah juga boleh yang banyak 🌹🍮😍😍😍
__ADS_1