
Di butik di tengah kota tersebut terlihat pengunjung berdatangan dan sangat ramai pada membeli pakaian dengan harga yang cukup lumayan menguras isi dompet. Tak hayal orang yang berdatangan adalah pengunjung kelas menengah kebanyakan.
Sama halnya yang dilakukan oleh dua wanita yang seumuran tersebut membahas tentang pakaian yang dua keluarga kenakan diacara pesta pernikahan anaknya dan tak lupa baju untuk sepasang mempelai.
Tak lain Bunda Hanna dan Mommy Rosa bertemu janji dengan pemilik butik sekaligus membahas seketsa baju yang mau mereka bahas. Bunda Hanna juga sudah kenal betul dengan pemilik butik ini karena teman anaknya yaitu Abizar waktu SMA.
Mereka menunggu di ruangan yang disediakan bagi tamu yang sudah membuat janji. Datang sosok yang ditunggu dan berjabat tangan untuk membuka perkenalan antara klien dan pemilik butik. Akhirnya mereka bertiga duduk sedangkan sang desainer alias pemilik butik tersebut sudah mengerti akan keinginan kedua wanita tersebut.
Memperlihatkan sketsa atau rancangan yang sudah dibuat jauh-jauh hari diperlihatkan oleh mereka berdua agar memilih mana menurut mereka bagus.
Mommy Rosa melihat dengan serius sketsa gaun rancangan yang cukup lumayan banyak dan iapun memilah yang menurutnya sederhana namun terkesan mewah dan elegan yang melihat akan terpukau dengan gaun tersebut.
Sedangkan Bunda Hanna hanya melihat apa yang dilakukan Mommy Rosa dan dia tak mau mengganggu konsentrasi Mommy Rosa.
"Hanna menurutmu gaun ini dan ini bagus mana, aku bingung semua kelihatan bagus dan sekarang aku memutuskan diantara sketsa tersebut cuma milih tiga saja", ucapnya sambil menunjukkan gambar ketiganya kepada Hanna.
"Ros kamu tidak milih tuxedo buat Axel saja dulu nanti baru gaun mempelai wanita dan pakai mempelai laki-laki kita samakan agar terlihat serasi", ucap Hanna memberikan usulnya agar Rosa tidak terlalu pusing.
"Idemu bagus juga, Yeri Tante mau lihat gambar pakaian buat mempelai laki-laki", ucapnya sambil tanya pada Yeri.
"Ini Tante semua sudah saya taruh di meja, silahkan pilih dulu", ucapnya.
"Tante Rosa antusias sekali memilihkan pakaian buat mempelai pengantinnya, biasanya malah yang mau nikah yang pilih sendiri", ucap Yeri dengan senyuman.
"Kelihatan ya kalau Tante sangat gembira, maklum soalnya anak pertama Tante tidak mau dibantu masalah pernikahannya dan anak Tante yang ini suruh Orangtuanya tentukan semuanya. Sehingga pengantin tidak kerepotan dan juga capek makanya Tante bahagia sekali", ucap Rosa.
"Sudahlah tidak apa-apa yang penting sudah dapat izin dari anak-anak sehingga kita bisa mendekorasi acara anak kita dengan sangat indah", ucap Hanna dan Rosa menganggukan tanda setuju.
__ADS_1
Menuju kesepakatan bersama antara Rosa dan Hanna memutuskan pakaian untuk anak-anaknya menurut mereka pas buat Axel dan Karin di acara sakral yang menunggu beberapa dekat lagi. Bunda Hanna langsung menunjukkan gambar tersebut kepada Yeri dan Yeri tersenyum melihat pilihan mereka yang menurutnya yang paling bagus diantara gambar lainnya. Memang orang kalau sudah tahu fashion pasti yang bagus maupun biasa pasti ngerti.
"Tante Rosa dan Tante Hanna emang jeli dalam memilih", ucapnya.
"Yeri acara ini yang membuat Tante senang dan gembira karena yang memiliki acara mempercayakan kami 100% penuh sehingga agar anak-anak puas akan pilihan Mommy dan Bundanya tidak mengecewakan", ucap Rosa.
"Itukan anakmu Ros yang meminta semua acara diserahkan kepada kita. Bener-bener Axel posesif banget", geleng kepala Hanna tidak habis pikir tentang kelakuan Axel saat Karin mau ikut bantu persiapan untuk acara bagi wanita satu kali seumur hidup.
"Berarti deal dengan kesepakatan ini ya Tante akan langsung saya kerjakan, nanti Tante Hanna yang akan saya hubungi kalau sudah jadi pakaiannya", ucapnya.
"Satu lagi Yeri, Tante minta tolong padamu untuk membuatkan pakaian untuk kedua keluarga inti dan keluarga besar dari kerabat kami berdua", ucap Hanna.
Mereka berjabat tangan tanda setuju akan pakaian tersebut, Mommy Rosa dan Bunda Hanna segera pamit karena sudah Nemu titik terang masalah pakaian sudah beres. Akhirnya keduanya memutuskan pulang dengan mobil masing-masing.
Di kantor Axel menggerutu sambil mondar-mandir tidak jelas karena saat menghubungi Karin tidak diangkat sama sekali. Ia menghela napas secara kasar dan mengacak rambutnya yang tidak bersalah.
Kekesalannya berujung pada karyawannya yang ingin menyerahkan hasil laporan. Asisten maupun sekertarisnya juga kena imbasnya. Lucas sebagai asisten pribadi Axel melihat Tuannya lagi bad mood membuat dia pasrah kalau kena omelan yang tidak habis-habisnya.
Dalam hati Lucas, "Nona dimana tumben tidak angkat telpon dari Tuan membuat Tuan marah-marah tidak jelas yang kena imbasnya karyawan di kantor.
Sekertaris Miky melihat karyawan kena amukkan dari sang Bos cuma bisa memberikan semangat kepada sesama karyawan yang disemprot sama Bosnya itu. Miky memiliki ide untuk menghubungi sahabatnya yang kerja sekantor dengan Nona Karin.
"Lina apak kabar, sekarang kami masih di kantor apa sudah pulang", tanyanya diseberang telpon.
"Kabarku baik Mik dan aku juga masih di kantor habis selesai rapat dengan Bos",ucap Lina sambil jalan menuju lift.
"Kamu melihat Nona Karin tidak disana", ucapnya.
__ADS_1
"Ada ini masuk lift bareng aku", ucap Lina sambil memandang Karin.
"Bilangin padanya kalau aku menghubungimu untuk memberitahukan pada Nona Karin untuk datang sekarang ke kantor Bos Axel ada masalah pekerjaan oke", ucapnya.
"Sekertaris Karin kata Miky sekertarisnya Tuan Axel, anda dicari untuk ke perusahaannya karena ada masalah tentang pekerjaan dengan sekertaris Karin", ucap Lina sebelum keluar dari lift.
"Ohhh......, terimakasih atas informasinya Lina", kata Karin.
Setelah sampai di meja kerjanya dan menata berkas yang berserakan sekaligus pamit kepada Bosnya untuk menuju ke perusahaan Axel. Izin melewati pesan singkat pada Bosnya dan langsung saja ia keluar untuk cabut dari kantor langsung menuju perusahaan sang kekasih.
Semua karyawan Axel tidak tahu kalau Karin adalah tunangan Bosnya dan yang tahu hanya sekertaris Miky dan Lucas asisten pribadi Axel. Mereka tahunya Karin wanita yang tergila-gila pada Axel dan juga sekertaris dari Tuan Darren.
Setiba dilantai paling atas yang khusus tempat CEO maupun sekertaris dan asistennya tempatnya cukup luas dan sangat luas. Dengan jalan menuju meja sekertaris Miky sekaligus bertanya apakah Axel ada didalam. Dengan kebingungan Miky mau menjawab apa dan takutnya menjadi Boomerang baginya juga. Apalagi Lucas tidak ada disini membuatnya semakin takut salah jawabnya.
"Bolehkah saya masuk ke ruangan Bosmu sekertaris Miky", ucap Karin.
Karena tidak ada jawaban dari sekertaris Miky sehingga Karin masuklah ke ruangan Axel dan ternyata yang ia lihat...............
Tinggalkan jejak Bunda dan kakak-kakak setelah membacanya
Like
Vote
Komen 📝
Hadiah yang banyak 🌹🍮😍😍😍
__ADS_1