my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
my perfect (transmigrasi)


__ADS_3

POV AXEL


Dengan frustasinya aku memiliki ide yang benar benar bukan


aku sepertinya.


Ide yang konyol untuk membantu aku bisa ketemu Karin hanya


bersama Marvel dan Ana.


Semoga Marvel mau weekend nanti jalan sama aku dan mengajak Ana.


Senyumku mengembang saat mengetahui ide aneh tersebut.


Akhirnya aku bisa kembali mengerjakan tumpukan berkas yang


menggunung ini.


Aku memanggil asistenku untuk datang ke ruanganku.


“Doni nanti weekend jadwalku di undur hari berikutnya”, kataku.


“Baik Bos”, kata asistenku.


Waktu pulang kerja aku buru buru pulang untuk bertemu


Marvel dan dia adalah penolongku.


Kenapa Karin menjauhiku semakin aku tidak rela kalau dia


gak kenal aku sama sekali.


Apakah aku sudah sayang sama Karin apa hanya perasaan


yang biasanya ada yang menempel sekarang tidak ada.


Pikiranku semakin ruwet sehingga aku harus memastikan


apa yang aku rasakan saat bersama Karin.


Aku membawa mobil sendiri dan asistenku aku suruh


bawa mobil yang lainnya.


Semoga weekend nanti bisa merasakan perasaan aku


selama ini yang seperti apa.


Keluar dari mobil aku langsung menuju kamar Marvel dan


keponakan yang aku cari lagi belajar.


Akupun berdehem dan Marvel tersadar kalau ada aku di kamarnya.


“Om Axel sudah pulang, ada apa Om ke kamar Marvel”,


tanya Marvel dengan muka herannya.

__ADS_1


“Kamu punya nomer Ana apa tidak Marvel” tanyaku.


“Punya Om, emangnya kenapa ya”.


“Om mau ngajak kamu dan Ana jalan jalan weekend ini,


tapi Marvel yang bialng mau ngajak Ana biar Marvel


ada temannya nanti kalau main” alibiku.


“Ok Om, nanti aku hubungi Ana apa bisa jalan sama


kita weekend ini”.


Dan akupun mengusap kepala Marvel dengan sayang dan


pamit untuk ke kamar membersihkan badan yang lengket.


 Selesai mandi aku mengistirahkan badanku dan langsung tertidur.


Ada yang ketuk pintuku, lalu aku terbangun dan melihat jam


sudah malam waktunya makan malam.


Bangun dari kasur menuju kamar mandi untuk cuci muka dan


langsung ke bawah untuk makan malam.


Aku langsung duduk di tempatku dan makan dengan sunyi.


Setelah makan malam kami sekeluarga kumpul untuk


Sudah malam kami semua kembali ke kamar masing masing


dan aku mengikuti Marvel.


“Marvel gimana Ana setuju apa tidak untuk ikut kita”, tanyaku penasaran.


“Aduh aku lupa Om, kalau gitu aku hubungi Ana dulu’.


Aku dan Marvel masuk ke kamar Marvel untuk menghubungi


Ana semoga saja Ana belum tidur.


Telepon terdengar berdiring tapi belum ada yang mengangkat,


dan akku harap harapp cemas akan hal itu.


Kita coba hubungi lagi, langsung ada yang mengangkat


“malam Marvin ada apa ya”, tanya Ana.


“Ana weekend besok kamu ada acra apa tidak”.


“Tidak ada emangnya kenapa, kamu mau ke rumahku kah”.


“Bukan tapi iya, i..itu aku mau mengajak kamu pergi jalan jalan.

__ADS_1


Ana mau apa tidak"


Aku langsung ambil handphone Marvi dan memulai percakapan


dengan Ana nanti takut gagal jalan jalannya.


“Ana ini kak Axel, Ana mau jalan jalan sama kakak juga


Marvel mumpung kakak ada waktu”.


“Coba aku tanya mba Karin ada acara apa enggak’.


“Mba Karin weekend ada acara tidak”, tanya Ana di seberang


telepon tersebut dan Axel mendengarkan.


“Emangnya kenapa Ana”, tanya Karin.


“Marvel ngajak Ana jalan jalan, mba bisa nemenin Ana tidak”.


 “Sama kak Aidan saja Ana, kalau mba gak bisa ikut Ana


jalan jalan sama Marvel.


“Gitu ya mba, ya sudah aku bilang sama Marvel.


Marvel Ana bisa kok tapi kayaknya tidak sama mba Karin


gak papa kan” tanya Ana.


Dijawab Marvel “ gak papa An, kan kita bisa jalan jalan tanpa


mba Karin mungkin mba Karinnya lagi sibuk”.


“Kalau gitu Ana tutup dulu ya, salamat malam Marvel”.


“Malam Ana”, balas Marvin.


“Kata Ana bisa kok Om, tapi kayaknya gak sama mba Karin


tapi sama kakaknya yang lain gak papa kan Om”


“Ok tidak apa apa, sekarang Marvin tidur ya good night”


dengan senyum paksanya.


Keluar dari kamar Marvel aku mengembuskan napas kasar


kenapa Karin tidak bisa.


Dengan pikiran burukku, mungkinkah Karin mau jalan sama Akbar.


Akupun tidak tenang untuk tidur memikirkan akan hal itu.


Sampai aku baru tidur jam 3 pagi  karena memikirkan hal itu dan


diluar pintu diketuk dengar keras aku langsung berdiri.

__ADS_1


Mau marah tidak jadi karena yang mengetuk adalah


Tunggu ya........


__ADS_2