my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
my perfect (transmigrasi)


__ADS_3

Mulai Dari Awal


Pagi dengan wajah berseri-seri, Axel duduk untuk sarapan bersama keluarga. Axel memakan sarapan dengan lahab dan itu diperhatikan oleh semua anggota keluarga. Selesai makan Axel pergi ke kantor dan tak lupa berpamitan kepada dua orangtuanya. Marvel hari ini libur sekolah dan itu kesempatan keluarganya untuk intrograsi.


“Marvel sini, Grandma mautanya soal kemarin kalian kemana saja”, kepo Grandmanya.


“Kita berempat jalan jalan ke kebun binatang Grandma, seru pokoknya”, ucap Marvel.


“Emangnya sama siapa kok beremapat, kirain sama om Axel saja”. Yang lainnya menyimak omongan Grandma dan cucunya.


“Tidak Grandma, Om Axel, Marvel, Ana, dam mba Karin kita pergi kebun binatang sama taman bermain dan mba


Karin bawa bekal buat makan siang di taman kayak makan keluarga.


Disana juga banyak yang datang bersama keluarga, aku senang soalnya diajak Om Axel jalan dan bisa


menikmati masakan mba Karin enak banget Grandma”, ucap Marvel sambil tersenyum membayangkan jalan kemarin”.


“Enak dong kenapa kemarin tidak ngajak Grandma sama yang lain untuk ikut”.


“Kata Om orang empat gak papa, soalnya orang di rumah lagi sibuk”.


“Itu hanya alasan Ommu saja Vel”, dengan muka cemberut Grandmanya. Marvel merasa bersalah kan hal itu.


“Maaf Grandma nanti kita bisa pergi lagi bareng bareng”.


Marvel menceritakan kegiatan kemarin bersama Omnya dan temannya bersama mbanya dan itu membuat


penasaran orang di kediaman Marvel atas cerita Marvel yang menarik. Menceritakan juga kalau Omnya sangat bahagia disana dan Marvel memberitahu kalau Omnya memeluk mba Karin. Hal itu membuat Grandmanya bertanya tanya siapa gerangan yang bisa mencairkan anak kulkasnya ini.


Ditempat lain yaitu Karin sedang membahas masalah proyek kemarin yang akan ditinjau oleh Bosnya. Akhirnya

__ADS_1


perdepatan atasan dan sekertaris berlanjut sampai menjelang makan siang dan dengan terpaksa Karin ikut meninjau proyek tersebut. Padahal dia kalau tidak sibuk akan pergi dengan Ana ke kedai ice cream bersama Aqeela juga.


“Baiklah Bos, kita kesana berapa hari”, tanya Karin.


“Mungkin 3 hari kalau menurut disana sudah aman dan terkendali. Kalau masih ada hal hal yang perlu


kita perbaiki maka akan memakan waktu seminggu mungkin”.


“Lama bener Bos, ada tambahan gaji apa tidak”.


“Ada, nanti aku mintakan pada Aidan”.


“Gak seru itu namanya, Bos pelit”. Kemudian Karin beranjak keluar ke ruangan Bosnya menuju ruangannya.


Jangan makan siang pun selesai dan dilanjutkan karyawan untuk melanjutkan aktivitasnya lagi begitu juga dengan Karin. Berkas yang menumpuk di mejanya bikin kepalanya pusing.


“Kapan kerjaanku selesai, aku butuh yang dingin dingin”. Karin beranjak dari duduknya untuk ke pantri


Entah adahal apa Darren memanggil Karin untuk keruangannya.


“Adapa Bos memanggil saya”, berbicara dengan lembut Karin.


“Bikinin tamu saya minum Karin dan jangan lupa tentang berkas proyek yang kita bahas tadi”, ucap Bosnya.


Karin hanya mengiyakan saja dan pamit undur diri. Setelah bikin minum untuk Bosnya dan tamu Bosnya, Karin ke ruangannya untuk mengambil berkas yang diminta tadi.


“Ini Bos berkasnya, kalau gitu saya permisi”, sambil tersenyum dan itu dipandang Axel.


“Axel adapa gerangan kamu datang kesini, kemarin kita sudah bahas masalah proyek itu”, tanya Darren.


“Emangnya tidak boleh aku ke kantormu”, Axel balik tanya. Darren hanya mendengus saja. Ditanya malah

__ADS_1


balik nanya gimana Axel ini.


“Tumben biasanya gak pernah kesini, malah bisa dihitug dari jari kamu kekantorku”.


“Soalnya pekerjaanku sudah selesai”, alibi Axel.


“Seorang Axel bisa senggang dan mengunjungi kantorku pasti ada sesuatu”, sambil mensruput minuman


yang dibikin oleh Karin. Darren menikmati minuman yang dibuat Karin amat segar dan enak dilidahnya.


“Ternyata kamu peka juga Darren, saudara sepupu”, ucap Axel.


“Ini masalah Karin”, tebakan Darren tepat sasaran.


“Dia akan ikut untuk meninjau proyek kerjasama kita, katanya kamu gak tertarik sama Karin kenapa


sekarang jadi begini”, kepo Darren.


“Entahlah, aku juga bingung akan diriku sendiri. Kalau dekat dengan Karin aku selalu nyaman Ren” ucap Axel.


“Kamu bimbang tentang perasaanmu Xel, takutnya kamu kalau tidak cepat nanti keburu diambil orang”,


Darren memanas manasi Axel.


“Itu tidak mungkin, haruskah aku mulai dari awal”, tanya Axel ke Darren.


“Jangan terlalu percaya diri Xel, nanti kalau ditinggal baru tau rasa. Aku pernah ngalamin. Tapi syukurnya aku bisa meluluhkan hatinya kembal. Iya cobalah mulai dari awal untuk mendekati Karin”, ucap Darren sambil tersenyum membayangkan akan hal itu.


Mereka berdua mengobral dan membahas masalah masalah kerjasama mereka.


Maaf baru update, masih memperingati hari kemerdekaan indonesia yang ke 77 di daerahku. Agak sibuk belakangan ini, semoga tidak mengecewakan kakak kakak.

__ADS_1


Makasih atas dukungannya dan support dari semuanya        ^_^


__ADS_2