
Lanjutkan
Jadwal Bos dan Karin cukup padat hari ini, makan pun di luar kantor sekalian ketemu klien.
“Karin, makan disini saja keberu lapar kamu”, kata Bos
“Siap Pak”. Karin menghiyakan saja, ini juga perut pada demo minta diisi.
“Karin, kamu disini sama siapa”, tiba-tiba sosok cewek nongol di depan mejaku.
“Sama Pak Bos”, jawab Karin jujur.
“Bos, yang bener saja. Apakah itu selinganmu yang gak bisa dapatin kak Axel
sehingga pindah jalur cari yang lain.
Aku gak yakin itu Bosmu”, kata dia setengah mencibir.
“Tanyakan saja orangnya, orangnya ada di depanku”, jawab Karin santai.
“ Hai kak, apa benar kamu Bosnya Karin. Kenalin aku Tasya teman dekat Karin”,
sambil tersenyum sok manis. Aku sendiri eneg lihatnya, apalagi orang lain.
Busetttt dah alay amat cibirku dalam hati. Respon Bosku hanya anggukkan saja
dan setengah males menjawab.
“Maaf Tasya kalau gak ada hal yang penting lagi silahkan, kami masih ada acara lain”,
usir Karin secara halus.
Dia tersenyum paksa, “ bailkah kalau gitu, sampai jumpa lagi” kata Tasya.
__ADS_1
Setelah makan dan ketemu klien mereka berdua balik ke perusahaan sekalian pulang.
“Pak kalau gitu saya pulang dulu”, pamitku. Dan Bos hanya menganggukkan kepala.
Sesampai di rumah suasana lumayan ramai kayak ada tamu, monologku dalam hati.
Aku sih bodoh amat, yang penting istirahat dulu.
“Bunda, Karin pulang. Kak Adian mana Bunda kok gak kelihatan”.
Nyelonong saja Karin dan dilihat diruang tamu ada teman kakaknya dan masa bodoh dia.
“Pergi sama Ayah dan Ana, emangnya kenapa”.
“Gak kenapa-napa cuma tanya saja, kak aku naik ke atas dulu ya byeee”.
“Abi itu adek lo, cantik ya boleh sama gue”, kata Toni.
“Yaelah mau saja mau minta izin sudah di tolak”, dengan muka dibuat-buat melas.
“Lo bukan tipenya kali Ton”, kata teman lainnya.
“Sudah-sudah gimana acaranya ini jadi apa enggak kumpul-kumpul ditentukan tanggalnya,
soalnya kita semua pada sibuk ngurusin kerjaan masing-masing”, kata Altar
( cowok dingin sahabat kak Abi ).
“kalau gue sih fine-fine aja ngikut pokoknya, jawab Akbar ( cowok ramah ).
Yang lain mengiyakan saja dan liburan yang dirancang Abi
beserta sahabatnya akan bareng keluarga kalau bisa.
__ADS_1
Rencana yang disusun ternyata kumpul dan menginap dengan sepakatan bersama
di villa keluarga Surya Company yaitu Bos Karin.
Hari jumat pada kumpul berangkat masing-masing dari rumah menuju villa yang mau di tempati.
“Berapa hari sih kak kita nginap disana, soalnya aku sibuk”, kata Karin.
“Sibuk sama kasur dan molor aja bangga”, cibir kak Abi.
“Masalah emangnya, suka-suka aku dong”.
“Sudah, ayo berangkat nanti gak sampai-sampai ditunggu temanmu kak”, lerai Bunda.
Perjalanan cukup memakan waktu cukup lama dan perjalanan lancar jaya.
“Akhirnya sama juga”, bahagianya Ana.
“Mba ayo masuk lihat lihat tempatnya bagus banget ya Ana suka”, sambil gandeng tanganku.
“Ana suka tempat ini, emang Bunda gak ajak jalan-jalan Ana pas liburan sekolah”, tanyaku.
“Tidak mba, Bunda sama Ayah sibuk terus mba Karin kalau aku ajak jalan-jalan
pasti bilangnya sibuk”, dengan tampang sedihnya.
Miris banget jadi Ana kalau gini, punya keluarga kaya tapi gak bahagia.
“Ok, kapan-kapan mba ajak jalan ke taman kalau kerjaan mba tidak banyak”.
Senyum Ana mengembang, “janji ya mba”, janjinya dengan mengautkan jari kelingking.
Dan Karin hanya menganggukkan kepala saja dan tersenyum.
__ADS_1