my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
my perfect (transmigrasi)


__ADS_3

Gimana Ngomongnya


Dan disinilah Karin bersama Bosnya untuk meeting dengan


pemegang saham untuk masalah proyek yang akan ditinjau


ulang dalam penggarapan yang sudah 85 % telah selesai


tinggal 15 % lagi akan finish.


Sebagai CEO di Surya Company Darren  disni juga sebagai


pemegang saham tertinggi ke dua setelah Ayahnya.


Kursi sudah penuh dengan orang orang pemegang saham dan


giliran Darren duduk di kursi CEO dan mempersilahkan Karin


untuk membagikan data data yang sudah dirancang dalam


penyelesaian tentang proyek tersebut.


Dan kagetnya Karin melihat Axel, Tomo, Akbar dan kakaknya


ada disini juga.


Sebagai sekertaris dia harus profesional dalam bekerja dan


setelah membagikan Karin mempersilahkan moderator


untuk memulai rapatnya.


Meetingpun berjalan cukup lama dan ada perbedaan pendapat.


Untung Bos Karin bisa mengatasi pemegang saham yang belum


puas akan metode yang di paparkan tadi.


Akhirnya semua menyetujui usulan dan ide ide dari Darren maupaun


dari Aidan dan Axel agar proyek berjalan lancar.


Mereka sebagai investasi di proyek tersebut harus meninjau ulang


tentang selesai dan memuaskan dengan apa yang disampaikan.


Karena hal tersebut Darren, Karin, Axel,Akbar,Aidan dan Tomo akan


meninjau proyek tersebut.


“Terima kasih atas kehadirannya, semoga proyek ini berjalan dengan


lancar dan siap di buka untuk umum”, kata Bos Karin.


Dan semua pada berpamitan untuk kembali ke perusahaan


masing masing.

__ADS_1


Karin menunggu semua keluar, setelah itu Karin merapikan data data


yang sudah dibuat untuk rapat dan rapikan lagi.


Sampai jam makan siang, Karin makan di kantin kantor bersama


karyawan lainnya untuk mengisi perutnya.


Antri ambil makanan, kemudian mencari meja yang kosong


Karin duduki.



Karin makan dengan lahap karena sudah lapar, tiba tiba ada yang


datang di mejanya sambil manggil Karin.


“Karin, kakak boleh makan bersama kamu”.


Karin mengangguk dan mempersilahkannya untuk makan di meja


yang sama.


“Makannya pelan pelan nanti kesedak”.


“Maaf kak, soalnya aku lapar banget. Meetingnya juga lama,


kak Akbar kok makan disini tidak bareng sama kak Aidan”.


“Enggaklah mau makan sama adenya saja, kangen soalnya”,


Karin pun cemberut dibuat Akbar dan Akbar ketawa melihat Karin


cemberut tambah gemesin.


Hal itu terlihat oleh Alex Tomo sekaligus asistennya dan dengan


tampang datarnya Axel berjalan menuju meja Karin.


Axel lalu duduk disebelah Karin dan disusul Tomo dan hal itu tak


luput dari karyawan disana.


“Karin, Marvel mau ngajak Ana jalan weekend nanti apakah


bisa”, tanya Axel.


Perkataan Axel terlihat mengejutkan bagi Akbar dan Tomo,


karena Axel tidak suka dekat sama Karin dulu.


“Nanti aku coba tanyakan sama Ana dan orang di rumah weekend


ini ada acara apa tidak”, jawab Karin dan di anggukkin sama  Axel.


Akbar tiba tiba menimpali “kirain weekend gak ada acara Rin mau

__ADS_1


kakak ajak jalan jalan”.


Tomo disitu hanya menjadi pendengar dan pengamat situasi saat ini.


Perasaan Alex sangat was was kalau benar Karin mau jalan sama Akbar.


“Kapan kapan ya kak, nanti kalau ada waktu pasti aku kabari.


Sekalian kumpul bareng teman teman kak bang Abi.


Dan Akbar hanya merespon dengan mengangkat jempolnya sambil


tersenyum dan di balas senyum oleh Karin.


Hawa dimeja lumayan suram karena hawa dari Axel yang terusik


akan keakraban Karin sama Akbar.


“Kalau gitu kakak pamit dulu, semangat kerjanya jangan lupa


kabari”, kata Akbar dan langsung direspon Karin dengan tangan


membentuk lingkaran.


Tak lupa Akbar mengacak rambut Karin dan hal itu tak luput


dari penglihatan Axel sama Tomo.


Yang merasa membuat hati Axel gundah akan interaksi


mereka berdua.


Tiba tiba Karin berdiri dari duduknya dan berpamitan sama


Axel dan Tomo.


“Jam istirahat sudah selesai, kalau gitu saya undur diri


Pak Axel dan PakmTomo”, dengan menundukkan kepala


serta tersenyum dan Karin keluar dari area kantin kantor


untuk menuju ke ruangannya.


Axel berdiri dan diikuti oleh Tomo keluar dari kantin, lalu


menuju loby untuk kembali ke perusahaan masing masing.


Skipp


Axel di kursi kebesarannya tidak konsen untuk mengerjakan


pekerjaan karena terbayang bayang akan interaksi antara


Karin dan Akbar.


Dengan prustasinya Axel mengacak ngacak rambutnya dan

__ADS_1


terlintas ide di otaknya yang membuat dia tersenyum lebar.


Hal apa ya........


__ADS_2