
Terbukalah pintu rumah tersebut dan Karin beserta Axel melihat seseorang dari balik pintu yang dibuka. Dengan senyuman yang menawan melihat kami datang ke tempatnya.
"Cucuku akhirnya kamu datang kesini, sudah lama tidak mengunjungi Oma", ucap wanita paru baya. Axel berjalan mendekati wanita paru baya tersebut dengan senyum hangatnya dan memeluknya.
"Siapa gadis cantik ini yang engkau bawa Xel", goda Oma Axel.
"Aku kenalkan ke Oma, makanya Axel bawa kesini kekasihku Oma", jawab Axel sambil menuntun Omanya berjalan mendekati Karin. Karin merasa canggung dan gugup mendengar kalau mereka ke sini ke rumah Omanya Axel.
"Maaf Oma, Karin tidak tahu kalau kak Axel membawaku ke rumah Oma dan aku tidak bawa buah tangan untuk Oma", sesal Karin sambil melirik Axel sinis. Melihat tingkah Karin yang menatapnya sinis membuat Axel semakin gemas saja.
"Tidak apa-apa sayang, Oma malah senang kalau ada yang datang menjenguk Oma. Ayo masuk dulu kita ngobrol sambil minum teh", ucap sang Oma.
Masuklah mereka bertiga ke rumah dan duduk di ruang tamu dan sudah ada sajian teh beserta roti kering dari pelayan. Melihat ruang tamu begitu nyaman dan desainnya sederhana tapi modis membuat Karin penasaran siapakah gerangan yang membuat ruang tamu lebih menarik dan kasual.
"Oma mau tanya siapa orang yang membuat rumah indah Oma ini terlihat sederhana tapi masih terlihat seperti rumah zaman sekarang", tanya Karin pada Oma.
"Yang bikin desainnya adalah Axel cucuku tapi dibantu Opanya juga dan juga Oma tentunya", jawabnya dengan membanggakan diri sambil tertawa.
"Oma sekarang Opa dimana kok gak kelihatan", tanya Axel dan membuat Karin penasaran tentang dimana Opanya Axel.
"Opamu lagi meras susu sapi di peternakan dan Oma di rumah saja menyiapkan makanan untuk makan siang", jawab Oma.
"Karin boleh ikut bantu Oma menyiapkan makan siang", kata Karin.
"Boleh sayang, Oma mau tahu kekasih cucu Oma jago kayak Oma kalau masak apa tidak", guraunya Oma.
__ADS_1
Akhirnya Karin dan Oma meninggalkan Axel di ruang tamu sehingga Axel memutuskan menyusul Opanya di peternakan sapi melihat Opanya peras susu sapi. Iapun berjalan keluar rumah yang tidak terlalu jauh tempat peternakan sapinya.
Didaerah tempat tinggal Oma dan Opa lumayan jauh dengan Ibu kota sehingga udara disana sejuk dan masih banyak pohon bear-besar dan lebat. Warganya di tempat tersebut juga ramah dan sopan apalagi saat keluarga besar Axel datang ke tempat tersebut kebanyakan anaknya pada dapat oleh-oleh dari kota yang dibawa orangtuanya Axel.
Orang tua Axel maupun Axel juga memberikan pekerjaan pada orang sekitar rumah Omanya untuk membantu merawat peternakan maupun pekerjaan lainnya. Semua warga tempat tersebut pada bersyukur dan memudahkan mereka bekerja dekat rumah dan tidak usah mencari pekerjaan di kota.
Skippp.... 🌸🌸🌸
Di dapur dua generasi yang berbeda bekerja sama membuat makan siang dengan bahan yang tersedia di lemari pendingin dan juga terdapat sayuran yang segar yang baru di petik tadi oleh pelayan Oma. Sehingga bahan sudah lengkap siap di olah menjadi kreasi makanan yang lezat.
Pekerjaan lebih cepat selesai dan juga membuat Oma puas akan hasil masakannya karena dibantu cucu calon mantu kesayangan. Oma merasa nyaman dan hangat dekat dengan Karin dan Karin pun begitu. Makanan ditata di meja makan dengan rapi dan Karin juga tidak lupa membuat puding nanas. Nanas baru diambil dari kebun sehingga Karin mempunyai ide membuat puding nanas dan hal itu membuat Oma antusias kalau Karin mau bikin puding dari nanas.
Puding nanas untuk bahannya nanas dipotong-potong lalu blender sampai halus, tambahkan agar-agar warna kuning beserta gula pasir dan juga air secukupnya. Masak sampai mendidih dan angkat. Tuangkan adonan puding ke dalam cetakan lalu simpan dalam lemari pendingin. Mensajikan puding nanas tersebut Karin menambahkannya bersama saus karamel.
Opa dan Axel telah pulang dan membawa susu sapi hasil perasan di peternakan tadi. Opa menuju kamar untuk membersihkan diri dan disusul Axel ke kamar yang lainnya. Semua sudah berkumpul di meja makan dan ,melihat makanan yang terlihat lezat di meja makan.
"Tentu karena ada calon cucu menantu membantu istrimu ini", ucap Oma bangga. Dan dijawab senyuman oleh Opa beserta Axel.
Setelah selesai makan Karin berdiri dan menuju lemari pendingin mengambil puding nanas yang dibuatnya tadi.
"Opa, Oma dan kak Axel ini puding buatanku dicoba semoga kalian suka", kata Karin sambil meletakkan pudiing di depan masing-masing orang dan Karin juga membut lumayan banyak lalu dibagikan ke pada pelayan di rumah Oma.
"Emmmm, enak pudingnya Karin, kamu belajar dari mana bisa membuat puding nanas ini", kata Opa dan dianggukkin oleh Oma.
"Karin belajar dari Bunda di rumah Opa sehingga Karin bisa masak kayak gini", ungkap Karin.
__ADS_1
Semua menikmati puding bikinan Karin sambil ngobrol ringan dan Opa sama Oma memutuskan menyudahi obrolan tersebut dikarenakan mau tidur siang. Hal itu di anggukkin Axel beserta Karin, di meja makan tinggalah mereka berdua.
Dia berdiri membantu Karin membersihkan piring kotor habis buat makan mereka berempat. Tugas Karin mencuci piring tersebut dan menata ke tempat semula. Menurut Axel mereka seperti pasangan pengantin yang saling membantu di dalam membereskan rumah. Membayangkan saja membuat ia tersenyum sambil mengelap meja makan.
Ditaman samping rumah tersapat pohon besar yang lebat daunnya menjadi bawahnya tidak terkena teriknya sinar matahari. Di bawah pohon tersebut Axel merentangkan karpet untuk duduk bersama dengan Karin. Melihat sang kekasih sudah disana sehingga Karin memutuskan kesana membawa buah, minuman maupun cemilan untuk camping kecil-kecilan antara sang kekasih.
"Sini sweety angin sepoi-sepoi dan melihat pemandangan disana bagus ya", ucap Axel sambil menunjuk objek yang menurutnya bagus.
"Bagus kak, pantesan Opa sama Oma betah disini jauh dari polusi udara sama keramaian di kota", jawab Karin dan Axel setuju akan perkataan Karin.
Kaki Karin diselonjorkan dan bersenderan di pohon besar tesebut sambil menutup mata. Tak ingin menyia-yiakan kesempatan Axel menaruh kepalanya di atas paha sang kekasih. Sambil memegang tangan Karin untuk dimainin olehnya dan mata Karin terbuka melihat kelakuan Axel yang lucu.
"Sweety kak membayangkan kalau kita mempunyai anak yang lucu-lucu dan kita seperti ini kemudian anak kita main kejar-kejaran dengan saudaranya pasti sangat membahagiakan", ucap Axel sambil mendongak melihat wajah sang pujaan hati.
"Kakak berdoa saja semoga yang baik untuk kedepannya buat kita berdua kak", ucap Karin dengan tersenyum dan membelai wajah kekasih yang rupawan.
Dibelai wajahnya oleh kekasihnya membuat ia memejamkan matanya untuk meresapi kelembutan tangan kekasihnya. Tangan yang di pegang olehnya dia cium dengan mesra dengan jahilnya Karin mencubit hidung Axel agak kencang membuat hidungnya merah. Di bawah pohon dua sejoli itu saling menggoda satu sama lain dan suara tawa mereka yang memperlihatkan saat ini mereka sangat bahagia.
Dukung selalu Neni ya Bunda dan kakak-kakak agar dapat inspirasi lebih banyak lagi.
Like
Coment
Vote
__ADS_1
Hadiah bunga dan kopi juga boleh ^_^