
Semua hal yang memungkinkan baik bagimu belum tentu baik untukmu.
Hari-hari seperti biasa berjalan semestinya, yang mana kegiatan Karin yang disibukkan dengan masalah pekerjaan.
Hal yang telah diwujudkan oleh seorang Karin dari untuk tubuh yang ditempati yaitu bahagia dengan keluarganya.
SKIPP....
Di ruangan Darren terdapat Karin yang memberikan berkas kerjaan yang ingin diajukan kepada pihak perusahaan yang ada di luar negeri. Sehingga Karin dan Darren menjadi sibuk akan proyek dan juga kerjasama berbagai perusahaan lainnya.
"Rin waktunya makan siang tolong pesankan makanan yang seperti biasanya", ucap Darren sambil melihat jam di tangannya.
"Siap Bos, kalau gitu saya undur diri", jawab Karin sambil membungkukkan badan tanda hormat.
Setelah selesai membelikan makanan Bosnya, Karin juga makan siang di meja kerjanya. Kemudian dilanjutkan tugas dari Bosnya untuk mengumpulkan data-data yang tahun lalu yang ingin dicek oleh Bosnya.
Handphone Karin berdering dan akhirnya Karin mengangkatnya panggilan tersebut.
"Hallo dengan siapa", kata Karin sambil dilanjutkan mengetik.
__ADS_1
"Ini kak Axel, hari sibuk apa tidak kamu sweety", tanya Axel di sebrang telpon.
"Tidak kak bentar lagi juga selesai, emangnya ada apa kak", tanya Karin sambil merenggangkan badannya setelah selesai data yang sudah dikumpulkan.
"Kakak mau ajak keluar nanti malam".
"Boleh kak, nanti sherlook saja tempatnya Karin langsung datang ke tempat tujuan", ungkap Karin.
"Kak Axel jemput di rumah, Karin siap-siap saja jam 7 kakak jemput", kata Axel
"Ya sudah kak kalau gitu kak Axel, Karin mau lanjut kerja", ucap Karin sambil berdiri membawa flashdisk untuk menuju bagian printer.
Karin bersiap untuk pulang dan beristirahat di kamarnya. Sambil menunggu malam hari untuk bepergian bersama Axel.
Malampun tiba, Karin didalam kamar untuk bersiap-siap dan datanglah Axel ke rumah Karin yang disambut oleh Bunda Karin. Axel menunggu diruang tamu sambil berbincang dengan Bunda.
"Ditunggu telah datang, kalau gitu Bunda tinggal dulu kalian berdua. Bunda mau masuk ke kamar", ucap Bunda sambil pergi menuju ke kamarnya.
"Ayo kak, Karin sudah siap", kata Karin sambil jalan menuju mobil Axel. Axel mengikuti Karin sambil membuka pintu mobil untuk Karin.
__ADS_1
Mobil berjalan membelah jalanan di kota tersebut. Axel fokus dengan menyetir sambil lihat jalan, sedangkan Karin melihat pemandangan malam hari dari kaca mobil.
Sampailah di sebuah restauran yang belum pernah di datangi Karin. Mereka berdua masuk ke dalam restauran tersebut dan di sambut pelayan dengan ramah.
Sesaat Karin terpesona akan dekor yang menghiasi restauran yang sudah di reservasi oleh Axel di ruang VVIP.
Axel menggandeng Karin menuju meja dan mempersilahkan Karin duduk. Hidangan makanan datang dan pelayan menata makanan tersebut di meja itu.
Mereka akhirnya makan hidangan yang sudah disiapkan oleh pelayan. Setelah menyelesaikan makanan, Axel memulai percakapannya.
"Sweety ada yang mau kakak omongan dan kakak mohon jangan potong pembicaraan kakak ini", ucap Axel dan hanya di anggukkin oleh Karin.
Dengan perasaan gugup Axel berkata "maaf sebelumnya kalau kakak punya salah sama sweety yang dulu. Tidak pernah menanggapi apa yang sweety lakukan untuk kakak dan membuat sweety sakit hati. Kakak minta maaf untuk semua yang membuat sweety tersinggung".
"Itu sudah lama kak Axel dan Karin sudah memaafkan semua itu. Karin juga minta maaf kalau waktu itu Karin menjadi perempuan yang aneh dan bikin risih kak Axel", ucap Karin.
"Satu hal lagi yang mau kakak omongin ke sweety, apakah boleh kakak berharap untuk menjalin hubungan serius dengan sweety", ungkap Axel dengan memegang tangan Karin.
Berpikir cukup lama, Karin menjawab......
__ADS_1
Bunda dan kakak kakak jangan lupa dukung cerita Neni dengan like, vote dan kalau lebih juga boleh hadiahnya hehehehe.....