my perfect (transmigrasi)

my perfect (transmigrasi)
my perfect (transmigrasi)


__ADS_3

Dengan perasaan malas Karin bangun dengan menyeret badannya yang tidak bertenaga dan merasa tidak enak badan. Namun harus berangkat kerja karena ada meeting dengan klien diluar bersama Bosnya.


“Badan rasanya mau rontok bestieee”, ngomong dengan pantulan wajahnya sendiri. Membasuh muka dan menggosok gigi dan Karin tidak mandi hari ini karena badannya tidak memungkinkan kena air. Sudah siap dengan setelan pakaian kerjanya, Karin memutuskan turun untuk sarapan bersama keluarga.


“Pagi semuanya”, sapa Karin sambil narik kursi untuk duduk.


“Pagi sayang” jawab Bunda dan Ayah dan yang lainnya hanya tersenyum dan melanjutkan makan.


Karin berangkat ke kantor bersama Aidan dan Aidan juga ada keperluan bersama Bosnya. Sampai di parkiran kantor Karin berpamitan kepada kakaknya untuk masuk dulu dan di anggukkin oleh kakaknya. Duduk di meja kerjanya Karin langsung berkutat dengan berbagai laporan yang sudah menumpuk di meja kerjanya.


Karin mengetuk pintu Bosnya dan dipersilahkan masuk yang punya ruangan. Karin bertemu kakaknya di ruangan Bosnya dan Aidan beranjak untuk kembali ke kantornya.


“Rin kakak pergi dulu, jangan lupa makan”, kata Aidan sambil mengusap kepala Karin.

__ADS_1


“Bro aku balik ya, nanti sambung lagi lain waktu”, Aidan sambil keluar ruangan Darren.


“Ok”, jawab Darren melihat Aidan keluar dari ruangannya


“Bos sekarang waktunya pergi bertemu klien di restaurant Y, sekertaris dari pihak klien sudah menghubungi saya”, ucap Karin


“Baiklah, langsung saja kita berangkat”, jawab Darren lalu berdiri dari kursi kerjanya menuju keluar dan diikuti Karin beserta asisten pribadi Darren yang selalu menemani.


“Selamat datang Pak Darren senang berjumpa dengan anda”, ungkap klien tersebut sambil berjabat tangan dan Darren hanya menganggukkan kepala dan juga membalas jabatannya.


Semua langsung mode serius untuk membicarakan masalah kerjasama antara ke dua belah pihak dan klien juga menawarkan untuk makan bersama dan disambut dengan baik oleh Darren. Sehingga mereka makan siang dan mengobrol ringan tentang urusan kerjaan maupun hobi. Setelah selesai masing masing berpisah di parkiran mengambil mobil mereka.


Pekerjaan hari ini lumayan ringan bagi Karin dan hanya bertemu klien satu saja dan juga pekerjaan di kantor sudah diselesaikan dengan cepat. Karin tidak enak badan sehingga memutuskan ijin kepada Bosnya kalau mau pulang duluan. Hal itupun mendapatkan ijin dari sang Bos.

__ADS_1


Karin menata meja kerja agar menjadi rapi lagi dan tak pula membuka handpone untuk menghubungi supir yang ada di rumah untuk menjemputnya. Setelah sampai di loby terlihat supirnya sudah datang Karin masuk ke mobil untuk pulang menuju kediamannya. Sebelum sampai rumah Karin membeli bakso dibawa pulang ke rumah sekalian membelikan pekerja di rumah orang tuanya. Karin berpesan kepada supirnya untuk dibagi-bagi baksonya ke yang lainnya.


Di rumah Karin menuju dapur mencari mangkok buat tempat bakso sekalian dibawa ke kamarnya. Di kamar membersihkan badan dan berganti pakaian rumahan dan tak lupa makan bakso yang sangat diinginkannya.




     ( baju Karin di rumah)


“Pasti enak nih bakso, aku sudah ngiler untuk mencobanya”. Dengan memasukkan pentol ke dalam mulut terasa nikmat dan dilanjutkan dengan kuahnya. Di dalam baksonya ada keju mozarellanya yang lumer dan tak lupa kuah yang segar ditenggorokkan dan hal itu diresapi oleh Karin.


“Kapan-kapan beli lagi, apa aku buat perbandingan sama bakso lainnya”, ungkapnya dengan berbinar. Selesai makan dilanjutkan tidur sore untuk mengumpulkan energi.

__ADS_1


__ADS_2