
🌸🌸🌸
Dinul memakan sebuah keripik kentang yang tadi di pesannya di sebuah tempat makan seperti Solaria yang terletak di depan kampus.
"Ka, lo udah pacaran sama Ayunda? Traktir lah." Dinul menyenggol lengan Raka.
Mendengar ucapan Dinul, mendadak Raka tersedak minumannya sendiri. Jadian dengan Ayunda? Jalan sama itu cewek saja baru satu kali. Semenjak insiden mengantar pulang yang berakhir makan sebentar. Setelah itu Raka bahkan tidak berinteraksi dengan Ayunda sama sekali. Jangankan berinteraksi melihatnya aja belum sampai detik ini.
"Kabar dari mana, gue aja gak pernah ketemu tuh cewek," bantah Raka.
"Dari Danang, dia ngomong ke gue tadi malam," mata Dinul melirik Danang yang sedang menyeruput minuman sprite nya.
Raka melirik tajam Danang membuat yang di tatap tersenyum aneh. Danang menggaruk telinga belakangnya menetralkan degup jantung yang bertalu di sana.
"Gue tahu dari instagramnya lambe turah kampus, Ka." jelasnya.
Dari kemarin memang Raka tidak memainkan ponsel karena harus merevisi bab lima nya dan berbincang dengan Samudra masalah Amara. Setelah itu pergi tidur mengikuti Samudra yang malah tertidur di sofa bukan di kamar tamu.
Danang mengambil handponenya membuka aplikasi yang berlogo seperti kamera. Mengetikkan username Lambe tuwrah, lalu memperlihatkan sebuah postingan terbaru milik cewek itu dengan caption —Mas Raka terciduk membonceng cewek. Pihak akun itu sudah mengonfirmasi bahwa mereka resmi berpacaran kemarin.Duh dedek patah hati nasional— "
Raka merasa tergelitik mendengar caption lambe turah.Disana ada sebuah foto dirinya yang sedang menggonceng pulang Ayunda. Di kampus mereka memang ada akun khusus Lambe turah, namun tidak di sangka dia akan masuk ke dalam berita mereka dan semua orang sudah sibuk membicarakan Raka dengan Ayunda. Memang Raka salah satu pria playboy yang bbanyak di gemari wanita.
"Sejak kapan lo percaya begituan? Gue gak pacaran sama Ayunda." Pertegas Raka. Lagi pun dia itu memang cuman berniat baik saja, tidak ada maksud apa-apa.
"Gosipnya udah mulai nyebar kali, bahkan sampai gedung fakultas lain. Jangan bohong lah Rak. Traktir kita sekali-kali. Ya gak Nang." kedip Dinul memberi kode ke Danang.
"Bener tuh, Enak Raka gak jomblo lagi." Gelak Danang ditimpal dengan Dinul
Belum sempat Raka menjawab sebuah telpon masuk dari Ayunda membuat cowok itu mengalihkan pandangannya. Dia mengangkat telpon dari Ayunda. Sedangkan Dinul masih saja cekikikan bersama Danang dan Samudra hanya melihat malas untuk menimpali.
Semenjak sosok Amara di sebut Samudra lebih banyak diam dan memikirkan gadis itu. Di tambah Calvin yang tampak menerornya habis-habisan. Disisi lain, Kinan menjadi tersingkirkan dari pikirannya. Membuat Samudra sedikit lelah untuk sekedar berbincang dan tertawa bersama tteman-temannya
Dinul melirik Samudra yang hanya diam kemudian melemparinya dengan sebuah keripik kentang.
"Wajah lo kusut amat deh bos, Kek mayat kurang asupan gizi." Gerutu Dinul.
"Goblok lu Nul, sejak kapan Mayat di kasih nutrisi." balas Danang tertawa.
"Sejak Samudra kehilangan gairah hidup. Heran deh. Punya beban apaan sih Dra?" tanya Dinul perhatian.
__ADS_1
Sedang yang di tanya malah melengos, "Beban hidup punya teman jomblo," Ucap Samudra asal.
"Eh, Astagfirullah, Samudra. Jomblo juga manusia, " Ucap Danang sembari menggerutu pelan.
Samudra tidak membalas ucapan Dinul. Seorang wanita memasuki area restoran tersebut dengan Kinan. Dinul melihat Dhira di ujung pintu, yang kini tengah di belakangi Raka.
"Hari rabu main ke bar.
Hai Dhira apa kabar?." Goda Dinul memainkan pantunnya ketika Dhira sudah sampai di tempat mereka.
Raka mendadak diam ketika matanya bertemu dengan mata kecil Nadhira. Semua tahu bahwa Raka memang ada sesuatu dengan gadis itu. Nadhira tampak mengacuhkan Raka yang sedang menelpon. Nadhira tahu bahwa Raka sedang menjalani hubungan bersama Ayunda dari fakultas MIPA. Memikirkannya membuat Nadhira memutuskan kontak matanya dari Raka dan lebih memilih Dinul.
"Berisik lo Dinul," Ketus Nadhira.
"Waduh, Dedek galak amat sama abang." Ucap Dinul di lebay-lebaykan.
Nadhira tidak menghiraukan kehadiran Dinul, dia duduk di dekat Raka karena hanya itu bangku kosong yang tersisa. Samudra melirik gadisnya kemudian memberi ruang untuk duduk di sampingnya.
"Sayang, Duduk disini," perintah Samudra yang lansung dilaksanakan oleh Kinan.
Kinan melirik Nadhira penuh tanya kemudian Nadhira mengangguk mengiyakan. Seolah membaca pikirannya. Kinan menumpukan kepalanya di bahu Samudra membuat Samudra memainkan rambutnya. Jantung Kinan berdetak tak sesuai irama karena ingin meminta izin dengan Samudra agar dia bisa nonton bareng dan menginap di kamar Dhira hari ini.
Nadhira : Manjain Samudra biar kita bisa streaming drakor sampe pagi hari ini.
Kinan membacanya melirik Nadhira lagi yang kini tengah di goda Dinul karena duduk berdekatan dengan Raka.
"Bab dua aku udah di acc sama Pak Edy," Kinan tersenyum kemudian mmenempelkan kepalanya kelekuk bahu Samudra.
Samudra mengacak rambut Kinan pelan, mengusap rambut pacarnya kkemudian merapikannya sesekali.
"Bagus lah, Kalau kamu di susahin sama si Edy. Bilang ke aku," ucap Samudra sungguh-sungguh.
"Balikin jaketnya besok aja, Yu. gue matiin ya, Bye." Raka mengakhiri panggilannya.
"Mau makan apa Nan? gue pesenin." Tawar Raka berdiri ketika merasakan Nadhira risih berada di sampingnya.
"Kinan doang yang di tawarin, ayang beb Dhira enggak nih ?" ejek Dinul.
Merasa namanya disebut Dhira hanya melengos mengabaikan Raka. Samudra yang paham situasi mereka kemudian menjawab lebih dulu.
__ADS_1
"Ikan Salmon, Salad bayam."
Raka mengangguk kemudian pergi menuju meja kasir. Sejujurnya Kinan tidak menyukai salad bayam. Tapi karena teringat misinya dia patuh saja. Dinul masih saja menggoda Nadhira membuat cewek itu mencubitnya penuh amarah.
"Aku mau hangout sama Nadhira abis ini," ucap Kinan menatap Samudra tanpa melepas sandaran di bahu Samudra.
Samudra mengerutkan dahinya, kemudian melihat Nadhira yang kini sedikit ketakutan setengah mati. Padahal dia tadi yang menyemangati Kinan untuk meminta izin. Kenapa jadi dia yang seperti kelinci ketakutan begini? Nadhira memang tinggal satu rumah dengan Samudra tetapi keduanya jarang berinteraksi. Kalau bukan karena Papa Hans yang menyuruh Samudra tinggal di rumahnya. Cowok itu pasti sudah membeli sepuluh apartmen untuk dia tinggal.
"Kalau gak boleh, gak apa kok Dra." putus Nadhira cepat membuat Kinan melirik kesal Nadhira.
Melihat reaksi Samudra, Nadhira takut dia bisa mati detik itu. Karena Nadhira tahu bagaimana possesif nya Samudra jika berhubungan dengan Kinan, sahabatnya.
"Gak bisa gitu dong, Dir. Kita udah janjian buat nginep di rumah kamu untuk nonton drama korea sampai pagi setelah pergi hunting baju." tolak Kinan tidak terima.
"Sayang aku masih ada di sini lho." Suara dingin Samudra membuat Kinan kembali menatap pacarnya.
Mendengar Kinan yang akan tinggal di rumahnya membuat Samudra mengubah pemikirannya.
"Dra, Aku mau main sama Dhira, masa gak boleh?" sungut Kinan.
"Aku izinkan, Pulangnya aku jemput."
Kinan dan Nadhira tersenyum lega. Raka sudah membawa dua pesanan mereka. ternyata Raka juga membelikan Nadhira pasta kesukaan cewek itu.
Samudra mengambil sendok di sana, lalu menyuapi Kinan dengan telaten Sedang Dinul dan Danang masih sibuk bercanda berdua. Sesekali Raka melirik Nadhira yang akhirnya memakan pasta yang dia pesan.
"Kamu makannya berantakan," Samudra mengusap bibir Kinan yang terkena mayones, menatap Kinan lama. Pikiran nya berkecamuk tentang dua gadis Amara dan Kinan. Mana yang harus dia pilih?
"Aku memang nggak bisa makan salad," gerutu Kinan membuat Samudra terkekeh pelan.
"Kinan," panggil Samudra.
Merasa dipanggil Kinan melirik Samudra dengan mulut yang sedikit berantakan terkena mayones lagi. Samudra menatap Kinan lama, takut kkehilangan gadis di hadapannya.
"Aku cinta kamu," Ucap Samudra tulus mengusap bibir Kinan lagi. Membuat Kinan terdiam di tempatnya.
🌿🌿🌿
TBC
__ADS_1