My Possesive Prince

My Possesive Prince
My Possesive Prince | Part 32


__ADS_3


🌸🌸🌸


"Masih mau makan, serius? Bukannya tadi udah makan bakso di kantin sama Nadhira?" tanya Samudra dengan mengusap rambutnya dengan handuk.


Mereka berdua sedang berada di ruang kamar Samudra. Kalian tentu tahu setelah mengetahui apa yang dilakukan Amara, tanpa mandi, dan aba-aba. Samudra langsung bergegas dari rumah sakit mencari Kinan. Gadis itu saja sampai terkikik melihat penampilan awalnya. Dia sempat memandang Samudra jijik karena belum mandi. Tetapi mandi tidak mandi, Samudra tetap wangi, bahkan nafasnya tetap bau mint. Membuat Samudra tetap ganteng dimatanya. Rambutnya yang acak-acakan mengundang aura ketampanan dari cowok itu.


"Kamu emangnya nggak tahu ya? Kalau cewek lagi marah itu, maunya makan terus." ujar Kinan menatap Samudra dengan sebal, walaupun hatinya menjerit melihat penampilan Samudra dengan rambut basahnya. Apalagi ketika cowok itu menyugar rambutnya dengan tangannya membuat Kinan menggigit bibir sendiri.


Samudra tersenyum geli, menghampiri Kinan yang sedang duduk di ranjang putihnya. Lalu menempelkan dahinya dan mengusap hidung Kinan dengan hidung miliknya, memandang mata itu dengan fokus bak ingin memangsa makanan dihadapannya.


"Makan mulu, ntar gendut lho, sayang." kekeh Samudra kemudian menjauhkan wajahnya mendapat tatapan tidak enak dari Kinan.


Alis gadis itu menyatu dengan tangan dipinggangnya. "Oh, jadi kamu nggak suka kalau aku gendut?"


Jujur saja ini adalah pertanyaan horor yang ditanyakan perempuan untuk pasangannya. Membuat Samudra seakan terintimidasi dan seketika terdiam. Entah kenapa berdasarkan perkataan Samudra. Cowok itu sepertinya tidak menyukai kalau dia menjadi gendut. Lantas apa maksudnya, ketika Kinan sudah tidak cantik lagi dan menjadi gendut. Samudra akan membuangnya. Begitu? Astaga. Memangnya cinta diukur dari berat badan apa?


Samudra kembali tersenyum geli, menarik Kinan kearahnya. Lantas mengunci gadis itu dengan tangannya yang ia tautkan dibelakang pinggang Kinan, agar Kinan tidak salah paham terlebih dahulu.


"Nggak gitu sayang,"


"Trus?"


"Maksudku, Kalau kamu mau gendut, ajak-ajak aku dong. Biar kita gendut barengan. Jadi mau makan dimana sekarang?" tangan Samudra mengusap pipi Kinan dengan lembut. Saking lembutnya menurut Kinan kue saja kalah lembut dengan sentuhan Samudra. Cowok ini benar-benar bisa meredakan amarahnya.


Gadis itu terenyuh ditempatnya dengan perasaan kocar-kacir. Dia kemudian berdehem menetralkan dirinya, mendongakkan kepala ke atas melihat Samudra yang kini bersiap menunggu jawabannya.


"Ke mall Artha Gading. Aku lagi mau ke sana trus makan di solaria. Gimana?"


Samudra mengangguk memberikan jawaban setuju dengan yang diinginkan Kinan. Cowok itu kemudian mengambil hoodie putihnya yang tergantung didekat pintu. Kinan yang tadinya mengikuti langkah Samudra mendadak terhenti sebentar karena pemuda di hadapannya mendadak memutar tubuhnya menghadap Kinan.


"Kamu pakai hoodie aku dulu." Ujar Samudra menyodorkan barang itu ke hadapan Kinan.


Memakai Hoodie di tengah panas seperti ini? Bukankah itu terdengar gila? Dia menatap Samudra dengan pandangan tak percaya. Benarkah dia harus memakai pakaian tebal seperti ini tanpa cuaca dingin yang menamani?


"Aku nggak mau orang lain lirik-lirik tubuh gadisku. Kamu milik aku, nggak ada yang boleh liat." ujar Samudra.


Melihat mata Samudra yang tampak serius dengan tatapannya. Membuat Kinan dengan pasrah mengikuti kemauan Samudra. Dia mengambil hoodie itu kemudian memakainya.

__ADS_1


"Cih. Dasar posesif." gerutu Kinan.


🌿🌿🌿


Tidak terlalu mengherankan ketika suasana di Mall ini ramai dengan pengunjung.Pemandangan yang pertama mereka lihat ketika sudah berada di Solaria ini adalah coklat. Begitu banyak festival coklat di mall ini.


Kinan memandang kaca yang memperlihatkan beberapa sales yang menawarkan coklat mereka kepada para pengunjung yang lewat. Entah itu dari lantai pertama hingga lantai keempat. Dia memandang itu dengan kening berkerut membuat Samudra memperhatikan arah pandang gadisnya.


"Ada apa?" tanya Samudra ketika selesai menyuruput milkshake Kinan. Samudra memang sengaja meminum milik gadisnya. Menurutnya apa yang diminum gadis itu lebih terasa enak dari pada pesanannya. Hal itu memang sudah biasa bagi Kinan matanyamenangkap basah Samudra meminum minumannya.


"Aku baru sadar. Tiga hari mendatang tanggal 14 Februari. Kamu jangan mau dikasih-kasih coklat sama cewek lain." gerutu Kinan .


Tiga hari mendatang merupakan hari Valentine, dan Kinan baru menyadarinya ketika dia melihat banyak coklat yang terpampang di sana. Pikirannya langsung bercermin kepada tahun-tahun sebelumnya ketika Samudra banyak diberi coklat orang dedek-dedek gemes junior. Membuat dia kesal saat kejadian tersebut.


Samudra mengangguk kecil, "Kalau coklat nggak boleh. Berarti bunga boleh, dong?"


Tidak salah sih yang ditanyakan Samudra. Tapi pertanyaannya membuat Kinan memutar bola mata malas. Coklat saja dia tidak perbolehkan apalagi bunga yang melambangkan rasa cinta.


"Apapun hadiahnya nggak boleh, Samudra." Kesal Kinan menolehkan wajahnya ke depan berniat menyuapkan steak yang dipesannya tadi.


"Berarti, kalau ceweknya ngasih coklat atau bunga selain tanggal 14 Boleh?" tanya Samudra sok polos.


Dia memang sengaja memancing Kinan agar melihatnya. Ketika Kinan malah fokus dengan makanan dia atas meja dan bukan dirinya. Dia sengaja memancing Kinan untuk menjawab pertanyaannya.


Samudra tidak tahan untuk tertawa melihat ekspresi Kinan yang kini menahan emosinya dengan pandangan lucu.


"Tapikan kasihan sayang. Nggak baik tahu nolak rezeki."


"Kasihan kenapa?"


"Pemberiannya aku tolak." Mendengar itu dahi Kinan lantas menukik tajam, bahkan lebih tajam dari tikungan di jalanan."Terima aja? Jaga perasaan mereka juga karena udah ngasih coklat." Ucap Samudra dengan wajah yang seakan memohon lewat tatapan lembutnya.


Kinan mendekati dirinya ke arah Samudra. Posisi duduk mereka memang bersampingan. Membuat gadis itu lebih mudah mengintimidasi Samudra.


"Jadi kamu lebih milih ngejaga perasaan mereka dari pada aku, gitu?" Tanya Kinan dengan dahi lebih mengkerut dari sebelum-sebelumnya. Bukannya menjawab Samudra malah terkikik geli mendengar pertanyaan itu. "Kamu suka ya kalau aku cemburu gini?"


Lagi. Samudra hanya bisa tertawa mendengarnya.


"Samudra, kamu dengerin aku nggak sih? Kamu suka ya dikasih coklat sama cewek-cewek. Merasa ganteng?" Kinan mencubit pinggang Samudra dengan gemas melihat pria itu hanya tertawa biasa saja disaat dirinya sedang terbakar api cemburu.

__ADS_1


"Iya, Ampun sayang. Aku nggak bakalan terima apapun."ucap Samudra menghentikan cubitan maut Kinan dengan menahan kedua tangan gadis itu. "Tapi, Aku kan udah nurutin kamu nih. Nggak bakal terima pemberian cewek lain. Terus apa yang aku dapetin?"


"Aku bakalan ngelakuin hal yang sama. Nggak menerima pemberian apapun dari cowok lain. adil kan?" Jawab Kinan.


"Terima aja sayang." Ucap Samudra dengan menopang pipinya diatas meja.


Sontak Kinan langsung terkejut mendengarnya. Aneh, tidak biasanya Samudra seperti ini. Biasanya dia sangat posesif terhadap Kinan. Namun mendengar jawaban Samudra yang mengatakan terima saja membuat Kinan mendadak bingung.


"Terima? Lah? Tumben biasanya kamuβ€”"


"Iya, terima aja pemberiannya." ucap Samudra menyeruput minumannya lagi dengan gaya santainya.


"Emangnya kamu nggak cemburu? aneh kamu sumpah," pekik Kinan dengan bibirnya yang manyun seperti bebek berharap mendapatkan makanan.


Toh. wajar dong dia bertanya-tanya ketika Samudra malah biasa saja. Jangan-jangan cowok dihadapannya kini memang suka diberi coklat oleh para gadis. Memikirkannya membuat Kinan kesal. Dia mengabaikan Samudra dengan memakan steak di meja dengan kesal, bahkan dia tidak peduli ketika saus sudah menempel tepat diujung bibirnya.


Melihat itu, Samudra mengambil tissue di dekat vas bunga. Kemudian mengusap bibir gadisnya dengan lembut. "Nanti kalo ada cowok lain yang ngasih kamu coklat. Terima aja!" Ucapnya dengan serius.


"Coklatnya kita makan. Cowoknya aku gampar." Lanjutnya.


Mendengar hal itu Kinan langsung tertawa geli. Gantian Samudra yang memunculkan ekspresi kesalnya.


"Lagian udah tahu kamu ada yang punya. Masih aja berani-berani ngasih coklat. Ngajak perang dunia apa?" gerutu Samudra kemudian memakan pasta miliknya.


🌿🌿🌿


TBC



**Kenapa Samudra manis banget sih?


TERIMAKASIH BUAT YANG UDAH MEMBERIKAN POINNYA UNTUK AKU. SESUNGGUHNYA AKU LAGI MENCOBA UNTUK UPDATE CEPET. JADI MAAF BANGET KALAU MASIH LAMA UPDATE. AKU USAHAKAN SATU HARI SEKALI.


Siapa yang sayang sama Samudra? πŸ™ Mohon maaf tolong di hapus ya rasa sayang nya. soalnya Samudra cuman milik Kinan. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Persiapkan hati kalian untuk chapterberikutnya!


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA YA BIAR AKU LEBIH SEMANGAT.

__ADS_1


Salam,


Melni 😊**


__ADS_2