My Possesive Prince

My Possesive Prince
My Possesive Prince | Part 30


__ADS_3


🌸🌸🌸


Samudra terbangun dengan posisi tidurnya yang duduk membuat badannya terasa remuk. Dia merasa pegal-pegal dimana-mana. Ditambah lagi cahaya matahari yang menghangatkan kulitnya tentu mengusik Samudra. Hari ini cahaya itu memang lebih tinggi dari pada hari-hari sebelumnya.


Samudra melihat jendela kaca dengan pemandangan air yang jatuh dari daun. Dia lantas menyipitkan dan mengusap matanya. Samudra menguap dan meregangkan badannya, Dia melihat sekeliling ruangan kamar dengan pandangan aneh. Tadi malam dia tertidur di sini tanpa sadar. Setelah puas menelusuri ruangan pandangan Samudra kemudian melirik arloji yang berdiri di atas sebuah meja dekat ponselnya. Barang itu memberitahu Samudra bahwa sekarang sudah hampir jam delapan pagi, yang artinya Kinan pasti akan marah jika tidak dijemput untuk pergi ke kampus. Dia baru ingat gadis itu harus mengantarkan rekapan skripsinya hari ini. Samudra lantas mengambil ponselnya.


Namun, sebuah notifikasi muncul bertubi-tubi membuat Samudra sedikit mengernyit. Lipatan dahinya semakin dalam ketika dia tahu Kinan menelponnya hampir tiga puluh dua kali. Tentu saja Samudra langsung membuka room chatnya bersama gadis itu.


"Sialan," umpat Samudra ketika dia melihat sebuah foto tangannya disana. Matanya membulat ketika dia mulai menggulir layar ponsel mengetahui lebih jelas mengapa gadisnya sampai marah seperti ini. Jika isi pesannya menyatakan rasa sayang Samudra pasti akan gembira. Tapi sebaliknya isi pesan disana hanyalah cacian dan makian membuat Samudra dilanda rasa panik.


Samudra : Tolong jangan ganggu kami!


(10.15 P.M)



Kinan : kamu lagi sama siapa? Itu tangan kamu kan?


(10.16 P.M)


2 panggilan tak terjawab.


Kinan : Kamu lagi sama siapa?


(10.18 P.M)


Kinan : Dra, jawab! Kamu lagi dimana sama siapa?


(10.20 P.M)


Kinan : Kamu nggak jadi ke perusahaan papa buat urus investor?


(10.21 P.M)


28 panggilan tak terjawab


Kinan : Dra, jangan buat aku salah paham. Kamu bohongin aku?


(10.28 P.M)


Kinan : SAMUDRA KALAU KAMU NGGAK JAWAB AKU BAKALAN NGAMBEK!


(10.30 P.M)


Kinan : KAMU SELINGKUH?


(10.30 P.M)


Kinan : SAMUDRA, AKU BENCI KAMU!


(10.33 P.M)


2 Panggilan tak terjawab.


Samudra benar-benar panik, pasti Kinan akan marah padanya melihat betapa banyak panggilan telpon yang masuk. Dia harus bersiap menerima semuanya, dan memiliki argumen kuat agar gadis itu memaafkannya.

__ADS_1


Pemilik mata hazel itu terbangun dari tidurnya. Tersenyum menyapa Samudra seolah-olah dia bukanlah dalang dibalik permasalahan ini. Samudra mencoba untuk tidak langsung memarahi Amara. Dia tahu kondisi tubuh gadis itu tengah drop.


"Apa maksud kamu ngirim gambar ini ke Kinan?" tanya Samudra dengan sorot mata tenangnya. Dia menunjukkan sebuah foto tangan mereka yang bertaut satu sama lain.


Dia baru saja bangun, mengapa Samudra harus menanyakan hal itu pada dirinya sekarang? Amara tidak ingin menjawab tadinya. Tapi dia sedikit merasa tertekan dengan sorot mata Samudra yang dingin membuat gadis itu terpaksa mengakui perbuatannya.


"Aku nggak ngirim apa-apa ke dia." balas Amara dengan wajahnya yang sengit.


Gadis itu berubah! Dia tidak sama lagi dengan Amara empat tahun yang lalu. Gadis baik yang walaupun tersakiti akan memaafkan semua orang begitu saja. Kali ini Amara ingin berubah menjadi orang jahat tampaknya.


"Amara nggak usah ngelak, hanya kita berdua yang ada di kamar ini. Jika bukan kamu lalu siapa lagi?" Gadis itu hanya diam karena dia memang pelakunya. Namun tetap saja Amara mana mau mengakui kesalahan yang diperbuatnya.


"Ini ponselku lho,Ra. Kamu nggak berhak untuk menyentuhnya. "


Amara tersenyum. "Aku tahu kok. Tahu banget. Itu ponsel kamu. Aku memang sengaja ngelakuinnya. Aku mau kalian putus secepatnya."


"Nggak lucu."


Senyum Amara dilenyapkan oleh ucapan ketus Samudra.


"Kenapa, sih, Dra? Cuman masalah foto aja nggak usah di perpanjang kali. Emangnya cewek itu siapa?"


"Kamu nggak perlu tahu dia. Ini nggak ada hubungannya dengan kamu sama sekali! Lagipun kamu cuman mantanku, Ra. Nggak lebih. Jadi aku mohon untuk kamu mengerti dimana posisi kamu. Aku benci ketika kamu melanggar daerah privasiku." ucap Samudra merapikan barangnya bersiap untuk meninggalkan ruangan pasien tersebut. "Jadi aku permisi. Aku harus pulang." imbuhnya lagi.


"Kalau aku nggak mendapatkan kamu, maka gadis itu juga nggak berhak sama kamu, Samudra." teriak Amara ketika Samudra membuka pintu kamarnya.


"Dia bahkan lebih berhak dari pada kamu. Dengar, Amara, Aku ke sini hanya untuk memperjelas semuanya. Bahwa nggak ada lagi kata Kita hanya ada aku dan kamu saja dalam hubungan ini. Jadi jangan besar kepala." tegas Samudra ketika dia benar-benar keluar dari kamar VIP itu.


🌿🌿🌿


Kinan menusuk baksonya berkali-kali membuat Nadhira meneguk ludahnya kasar. Dia seperti ingin menguliti bakso yang tak bersalah itu. Lagi. Ditusuknya bakso tersebut kemudian dimakannya hingga tandas dengan wajah kesal. Sedangkan orang-orang dikantin tersebut menatap aneh Kinan yang kini terlihat membanting garpu di meja.


"Abisan aku kesal banget, Dhir. Sepupu kamu itu tadi malam selingkuhin aku. Dia bohong katanya mau ngurus investor di kantor ternyata malah berduan sama orang lain."


"Waktu itu kamu bilang nggak cinta sama Samudra? Giliran di selingkuhin, kok kamu marah?"


Kinan terdiam dengan ucapan Nadhira. Dia memang pernah berkata seperti itu. Namun, masa iya Kinan tidak marah ketika Samudra. Pacarnya. bermain dibelakang apalagi cowok itu sendiri yang mengirim foto mereka.


"Kamu udah cinta mati banget sama Samudra?Yakan?" kekeh Nadhira memberikan tatapan jahilnya.


"Kalau nggak cinta buat apa aku pacaran sama dia." gerutu Kinan.


Jika Kinan tidak mencintai Samudra untuk apa dia bertahan sampai sejauh ini. Empat tahun lebih bahkan sebentar lagi anniversary mereka. Wajar dong tumbuh benih-benih di hati mereka. Pokoknya Kinan marah besar dengan Samudra yang bermain di belakangnya. Bisa-bisanya pria itu membohonginya lihat saja dia pasti akan menyunat Samudra sekali lagi, agar pria itu tahu apa artinya setia.


Lagu Justin bieber mengalun lembut ditelinga Kinan. Dia mengecek ponselnya yang ada di dalam tas. Nama Samudra kembali muncul di sana. Dia kemudian lanngsung memencet tombol merah, untuk menolak panggilan cowok itu.


"Siapa yang nelpon?" tanya Nadhira menyeruput es tehnya melirik dengan wajah penasaran.


"Samudra,"


Kembali ringtone berbunyi namun tidak di ponsel Kinan melainkan dari ponsel Nadhira. Dia melihat siapa yang memanggilnya, dan ternyata itu Samudra. Setelah mendapatkan penolakan dari Kinan cowok itu malah menelpon Nadhira.


"Nggak usah diangkat biarin aja." perintah Kinan memakan baksonya kembali. Namun deringan terus berbunyi berkali-kali di ponsel Nadhira, membuat gadis itu takut Samudra akan mengajaknya baku hantam setelah ini.


"Tapi Samudra nelpon terus, Nan. Aku nggak berani nih ketemu dia nanti kalo cowok itu pulang ke rumah."


Kinan mendengus sebal kearah Nadhira yang kini tengah menjawab panggilan Samudra. Cewek itu sengaja mengeloudspeaker suara Samudra sehingga Kinan tahu apa yang di tanyakan Samudra.

__ADS_1


"Kinan nggak jawab panggilan gue dari tadi, panggilan gue terus ditolak. Gue udah pergi ke rumahnya. Tapi dia nggak ada disana. Kinan lagi lagi sama lo?"


Mendengar suara Samudra membuat Kinan semakin kesal. Dia menggigit pipinya keras untuk melampiaskan rasa kesalnya.


"Bilang ke Samudra, Kamu nggak lagi sama aku." bisik Kinan ke Nadhira dengan suara nyaris sangat pelan.


"Kinan ada bareng sama lo nggak?" tanya Samudra lagi ketika suara diujung sana tidak membalas pertanyaan Samudra.


"Hmm, katanya Kinan, dia lagi nggak sama aku." ucap Nadhira membuat Kinan tepuk jidat mendengarnya.


"Nadhira kok kamu kasih tahu?" teriak Kinan keceplosan membuat Samudra yang sedang berada di mobilnya tersenyum lebar.


Gadisnya memang sangat polos. Dia tidak tahu saja bahwa Nadhira kini tengah berada di bawah kekuasaannya. Bagaimana bisa Nadhira berbohong kepada Samudra?


"Sayang, udahan yuk ngambeknya. aku samperin ya, kamu lagi dimana?"


"Ngapain kamu ke sini segala, akβ€”" ucapan Kinan langsung di potong Nadhira.


"Kita lagi di kantin kampus, Dra. Kamu ke sini aja." ucap Nadhira mengundang pelototan dari Kinan.


"Tunggu lima menit, jangan biarin Kinan kabur dari sana,Dhir."


"Baik, Dra."


Nadhira kemudian mematikan sambungan ponselnya disambut dengan Kinan yang kini berdiri dari kursinya berniat pergi dari sana.


"Kamu mau kemana, Nan? Dengerin penjelasan Samudra dulu, Yuk. Setelah itu baru kamu putusin buat marah lagi atau nggak. Okay?"


Belum sempat membalas ucapan Nadhira suara notifikasi pesan dari Samudra muncul di ponsel Kinan.


Samudra : Sayang, aku bisa jelasin, Tolong jangan kabur-kaburan. Tunggu aku di sana, sebentar aja. Jangan ngambek please πŸ˜₯


(10.23 A.M)


🌿🌿🌿


TBC



**Nggak ada quotes dulu, mau nya pasang ini buat nyegerin mata wkwkwk.


Pertanyaan :


Kinan bakalan maafin Samudra nggak kira-kira ?


Siapa yang mau konflik berat buat cerita mereka?


Siapa yang mau punya pacar kek Samudra yang Possesive campur nyebelin?


Perlu nggak ya make visualisasi buat cerita mereka? Kira-kira yang cocok buat Kinan sama Samudra dll, siapa ya?


Komen yuk di bawah πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Love you, All.


Salam,

__ADS_1


Melni**.


__ADS_2