
πΈπΈπΈ
Bingung. Itulah yang dirasakan Kinan kali ini. Dia kesal dengan Samudra sekarang. Tidakkah itu terdengar lucu jika dia menunggu Samudra sekarang? Pada akhirnya Kinan tetap keras kepala untuk pergi dari sana. Namun Nadhira langsung menahan tangannya.
"Nan, dengerin penjelasan Samudra dulu. Setelah itu keputusan ada di tangan kamu." Ucap Nadhira sekali lagi.
"Aku nggak mau denger penjelasan Samudra, Dhir. Sama sekali nggak mau." balas Kinan dengan matanya yang berkaca-kaca.
Dia sama sekali tidak ingin mendengar penjelasan Samudra. Dia takut kecewa. Dia takut penjelasan Samudra malah melukai hatinya. Dia tidak mau sakit hati lebih dari ini. Maka dari itu lebih baik dia pergi sekarang, dan melupakan permasalahan ini waktu demi waktu.
"Tapβ"
"Aku takut dengar penjelasan Samudra yang nantinya bakalan bikin aku kecewa, Dhir. Gimana kalau aku semakin terluka lebih dalam jika mendengar kebenarannya?" ucap Kinan yang kemudian
"Kamu yakin?" Kinan menganggukkan kepalanya dengan sedikit ragu. "Maksudku. Kalau kamu nggak mendengarkan penjelasan Samudra hari ini. Kamu bakalan terjebak dengan pemikiran kamu yang salah, Nan. Selamanya kamu bakalan salah paham." imbuh Nadhira.
Omongan Nadhira memang betul. Jika dia tidak mendengarkan penjelasan Samudra. Mereka akan berada di bawah kesalahpahaman terus. Tapi dia takut dengan kebenarannya, itu permasalahnnya. Lantas apa yang harus dia lakukan? Hatinya pasti tidak akan sanggup jika Samudra ternyata menyukai orang lain, dan telah bosan dengannya.
"Kamu hanya perlu tunggu disini. Samudra akan kemari nemuin kamu. Jangan kabur, Nan. Karena dengan kamu kabur-kaburan, masalah nggak akan pernah bisa selesai."
Pada akhirnya Kinan mengangguk menyetujui Nadhira untuk mendengarkan penjelasan Samudra. Lihat saja, jika pria itu benar-benar selingkuh darinya. Kinan akan mengirimkan Samudra ke rumah sakit, agar dia disunat dua kali. Kinan benar-benar sekesal itu dengan Samudra.
Seorang Pria lari dengan terburu-buru, tak luput dengan matanya yang terus mengitari seluruh isi kantin. Ketika dia menemukan Kinan, tentu saja Samudra langsung menghampiri mereka.
"Sayang, Maaf." lirihnya ketika telah sampai dihadapan Kinan.
Mata Kinan langsung membulat melihat rambut pria itu yang terlihat acak-acakan. Wajahnya kusut dengan kemeja putih yang digulungnya sampai siku. Jujur saja Kinan sama sekali tidak rela membagi tampilan Samudra yang terlihat hot ini kepada gadis di dalam kantin ini.
Kinan berkacak pinggang, berdiri, dia kemudian berjinjit merapikan rambut Samudra dengan tangannya. Melihat itu Samudra tersenyum senang. Setidaknya Kinan masih peduli dengannya sekarang. Samudra langsung saja menempelkan kepalanya di pundak Kinan, yang langsung di balas decakan dari Kinan.
"Aku bisa jelasin masalah itu. Kamu jangan marah, please." mohon Samudra dengan matanya yang berada di atas bahu Kinan.
Jangan tanyakan lagi betapa malunya Kinan kini. Semua pandangan ke arahnya. Di tambah lagi Nadhira yang terkekeh melihat dua sejoli di depannya. Sedangkan Kinan memberengut kesal. Dia kemudian mengambil tasnya dengan Samudra yang masih menempel kepadanya.
"Aku pergi duluan ya, Dhir. Mau ngurus tukang selingkuh ini." ejek Kinan yang langsung dibalas Samudra dengan bibir mengerucut karena merasa tersindir dengan ucapan Kinan.
__ADS_1
Nadhira lantas mengangguk, "Hati-hati, selesaikan baik-baik ya." ucap Nadhira dengan wajah gelinya. Kinan tersenyum tipis, setelahnya menarik Samudra keluar dari kantin tersebut.
Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Samudra menurut saja dengan perintah Kinan. Pria itu terus tersenyum ketika melihat pergelangan tangannya yang digenggam erat gadisnya. Dia mengikuti tanpa protes dan bertanya. Selagi gadisnya ada di depannya kini, Samudra tidak mempermasalhkan kemana dia akan dibawa pergi.
"Mana tangan kamu, siniin." perintah Kinan setelah mereka berada di mobil sport milik cowoknya.
Samudra kemudian dengan wajah pasrah memberikan kedua tangannya dihadapan Kinan. Lantas gadis itu mengeluarkan antiseptic yang sering dibawanya dalam tas. Kemudian menyemprotkan tepat di telapak tangan pria itu.
"Punggung tangan!" perintah Kinan lagi.
Samudra kemudian mengangguk dan membalikkan punggung tangannya. Lagi. Kinan menyemprotkan antiseptic itu dengan kesal dan brutal. Seolah-olah tangan Samudra mengandung banyak virus yang harus segera di bersihkan. Menurut Kinan tangan cewek yang disentuh Samudra kemarin memang banyak virus dan harus dibersihkan. Dia benci ketika mengingat tangan ini disentuh wanita lain.
"Tangan kamu banyak virusnya, harus dibersihin, sampai bersih." Kinan kemudian menggosok tangan Samudra, membersihkannya dengan kesal. Dia tidak perduli Samudra kesakitan, karena saat ini air mata malah sudah jatuh dari pipinya. Melihat itu Samudra langsung membawa Kinan ke pelukannya.
"Sayang, jangan nangis, maaf." ujar Samudra tidak tahan melihat gadisnya yang kini malah menangis di hadapannya.
Dia benar-benar marah pada dirinya sendiri. Kinan memukul dada Samudra berulang kali. "Pembohong!aku benci kamu." ujar Kinan dengan air mata semakin banyak.
"Kinan kamu nggak aku bolehin untuk nangis. Air mata kamu punya aku, sayang." ujar Samudra posesif.
"Kamu yang buat aku nangis, Samudra. Kemarin kamu kemana?" tanya Kinan dengan wajah memerahnya.
"Aku kemarin ke rumah sakit. Setelah ngurus investor perusahaan."ucap Samudra dengan lembut.
Dalam benak Samudra, haruskah dia menjelaskan tentang Amara juga. Samudra takut jika Kinan mengetahui gadis itu. Dia akan melepaskan Samudra begitu saja. Karena Samudra tahu hati Kinan terlalu polos untuk urusan ini. Tapi menyembunyikan hal ini tidak akan berdampak baik dengan hubungan mereka.
"Terus, Kamu sama siapa semalaman kemarin?"
"Sepupuku." bohong Samudra. Lidahnya seakan kelu mengatakan nama Amara. Dia tidak bisa mengucapakannya walaupun cowok itu menginginkannnya.
Mata Kinan memicing sedikit tidak percaya. "Kamu kenal Melisa anak Tante Dita, Kan? Dia kemarin masuk rumah sakit, dan aku menjenguknya. Aku nggak sengaja ketiduran di sana." Benar saja satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan-kebohongan lainnya.
"Jadi?" tanya Kinan.
"Itu tangannya Melisa, sayang."
Kinan kemudian menghembuskan napasnya dengan pelan. Mengapa dia tidak percaya ucapan Samudra? Tapi ketika melihat bola mata pria itu yang terlihat serius. Dia tidak bisa mengatakan tidak percaya seperti itu.
__ADS_1
"Kamu nggak lagi bohong sama aku kan?"
"Nggak," Samudra kemudian menggeleng dengan kencang. Membuat Kinan tersenyum tipis. Bodohnya Samudra memulai semuanya dengan kebohongan. Satu yang tidak di sadari Samudra, bahwa semua yang diawali dengan kebohongan tidak akan baik hasilnya.
Kinan mengambil tissue yang ada di dashboard mobil. Dia lantas masih saja membersihkan tangan Samudra. Sedangkan pria itu hanya tersenyum geli melihatnya. Dia suka melihat Kinan yang dibakar api cemburu.
"Memangnya virusnya masih ada di tanganku ya? Masih harus dibersihin kah?" tanya Samudra yang dibalas dengan tatapan sinis Kinan.
"Masih! Harusnya ini pakai tanah tujuh kali bersihinnya.Nggak cukup kalau cuman pakai antiseptic," gerutu Kinan.
Samudra lantas tertawa kencang, "Tangan aku kan nggak kena air liur anjng, sayang. Masa harus pakai tanah?"
Melihat itu Kinan langsung menggigit tangan Samudra dengan kesal. Sedangkan cowok itu hanya terkekeh geli, dia kemudian menarik Kinan kedalam pelukannya lagi.
"Jadi aku dimaafin nggak?" tanya Samudra.
"Nggak!" jawab Kinan cepat. Dia sama sekali tidak ingin melihat mata Samudra. Walau sudah dijelaskan pria itu. Kinan masih saja kesal dengan yang dilakukan Samudra.
"Gemesin banget, sih, Kalau lagi ngambek. Biasa aja kenapa? Ntar aku khilaf." ucap Samudra menggoda Kinan yang dibalas tatapan melotot dari gadis itu. Lantas Kinan langsung mengarahkan tangannya untuk mengusir Samudra. "Jauh-jauh." kesal Kinan.
Sedangkan Samudra tetap saja menempel-nempel seperti kucing kepada Kinan membuat gadis itu pelan-pelan luluh dengannya.
"Aku suka kalau kamu cemburu gitu, berarti tandanya kamu sayang aku," ujar Samudra.
πΏπΏπΏ
TBC
**SAMUDRA KENAPA HARUS BOHONG SIH? NGGAK SUKA AKU TUH.
KOMEN DIBAWAH SIAPA YANG KESAL SAMA SAMUDRA?
GIMANA KELANJUTAN HUBUNGAN KINAN SAMA SAMUDRA DONG? DUHH!
SIAPA YANG NGGAK SANGGUP NGELIAT MEREKA BERDUA PUTUS? ANGKAT TANGAN. πββοΈ
__ADS_1
salam,
Melni. π€π€**