My Possesive Prince

My Possesive Prince
My Posessive Prince | Part 38


__ADS_3


🌸🌸🌸


"Kok tumben Samudra nggak ikut ngintilin kamu jemput abang?" tanya Galih ketika sudah memasuki ruangan rumahnya yang sejak dua tahun lalu bahkan sama sekali tidak ada perubahan tata letak. Buku-bukunya masih tersusun rapi di dalam rak samping televisi. Sofa putih yang dulu menjadi tempat favoritnya juga tidak berubah. Pajangan foto tampannya di dinding rumah pun juga tidak bergeser sedikit pun. Membuat benak Galih menghangat. Betapa dia rindu sekali dengan rumahnya.


Dia menghirup kembali udara Jakarta yang penuh dengan polusi. Dia juga merindukan kota ini. Mulai dari makanan dan hiruk-pikuk yang pernah dirasakan Galih. Semuanya tidak bisa digantikan oleh negara Sakura itu, walaupun Jepang merupakan negara maju. Tapi Jakarta merupakan rumahnya untuk kembali. Jakarta memang bukanlah kota sempurna, tapi dia bisa membuat hati Galih rindu setiap saat.


"Sibuk kerja, Samudra kan nggak pengangguran kayak abang." Sindir Kinan dengan kekehan gelinya.


Tadi malam memang Samudra mengatakan akan sibuk untuk hari ini. Kinan juga sudah mengirimi pesan bahwa abang tercintanya pulang dari Jepang. And He was not looked suprised to hear that information. Tapi setelahnya, Samudra langsung meminta maaf karena tidak bisa menemani Kinan. He said that he will busy tomorrow. Kelihatannya memang begitu, karena sejak pagi cowok itu bahkan tidak.menghubungi Kinan.


"Alah sok sibuk! Kerja apaan hari sabtu begini? Dia mau selingkuh kali." komentar Galih diikuti dengan dirinya yang menakuti adiknya.


Bukannya malah takut, Kinan terkikik geli mendengarnya. Samudra selingkuh darinya? mungkin dunia akan berhenti berputar ketika itu terjadi. Because The world Know how Samudra love Kinan so much, and it is impossible to happend. Lucu sekali pemikiran abangnya ini.


"Abang kebanyakan nonton drama turki ya?" ejek Kinan.


"Dek, laki-laki itu nggak ada yang bisa di percaya."


"Termasuk abang?" tanya Kinan dengan nada sarkas.


Hell, seharusnya Galih tidak menyebut semua laki-laki karena sekarang malah dia yang terkena getahnya. Tapi Galih percaya seratus persen, oh Tidak! maksudnya seribu persen kalau cowok itu seperti Samudra ini memang tidak baik untuk adiknya, dia pasti sedang selingkuh di luar sana.


"Jelas nggak dong, abang pengecualian!" tolak Galih dengan bibir mengerucut.


"Yaudah iya. Mana oleh-oleh buat Kinan?" karena malas berdebat pada akhirnya Kinan hanya mengangguk saja. Dia juga langsung mengulurkan tangan kanannya bersiap menerima hadiah dari Jepang. Dua tahun lalu Galih membelikan hadiah miniatur guci yang sampai sekarang masih ada di dalam kamar Kinan. Dia yakin hari ini pun hadiahnya tidak berubah. Galih itu bodoh, dan tidak kreatif, makanya juga dia menebak akan mendapatkan miniatur guci lagi.


Galih menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Gawat dia tidak membeli oleh-oleh sedikitpun. Ini salah Samudra yang membuat Galih mendadak langsung pulang ke Jakarta. Kalau bukan karena ucapannya yang berkata sudah tidur dengan adiknya pasti dia masih sempat untuk memikirkan oleh-oleh. Tapi karena kata tidur itu terngiang dalam otak Galih. Buru-buru cowok itu bergegas menyelesaikan tugas dan memesan tiket pulang setelahnya.


"Jangan bilang abang nggak beli oleh-oleh sama sekali buat Kinan. Abang kok pelit banget, sih?" tebak Kinan tepat sasaran.


"Gimana mungkin abang nggak beli oleh-oleh buat adik tersayang? pasti beli dong!" ujarnya mantap.


"Mana?" tatapan Kinan menyipit tajam ketika Galih dengan gugup membuka tasnya mengeluarkan Snack jepang yang sama sekali tidak Kinan ketahui apa itu.


"Nih," Galih menyerahkan snack itu ketangan Kinan dengan senyum sok malaikatnya.


__ADS_1


"Karamucho. Snack Favorit abang." masih dengan senyuman yang membuat Kinan bukannya ikut tersenyum malah jengkel dan mencubit Galih.


"Dek, kok dicubit sih? ahh." rintih Galih sambil mengusap lengan kanannya yang terasa perih.


Hell, siapa suruh jadi abang kok menyebalkan. Datang jauh-jauh dari jepang tapi tidak membawa apapun untuknya. Lagi pula snack itu merupakan pengecualian oleh-oleh. Mana ada orang yang mau diberi oleh-oleh snack saja. Dia sungguh kesal.


"Astaga, yang bener aja Bang Gal. Abang jauh-jauh dari jepang, bawain Kinan satu snack doang?" Kinan menghentakkan kakinya kesal kemudian pergi menjauhi Galih.


"Kita nggak boleh lihat dari apa yang diberi dek. Yang paling pentingkan abang tulus ngasihnya." ngeles Galih.


Untung disaat seperti ini otak Galih bekerja sangat cepat untuk membujuk adiknya. Tapi dari tatapan yang Kinan layangkan sepertinya mantranya tidak bekerja. Kata-kata bijak itu tidak bekerja untuk orang marah rupanya.


"Terserah! Kinan mau mandi," ucapnya memalingkan wajah.


"Kamu jemput abang tadi nggak mandi, Dek?"


Kinan berbalik lagi, kemudian memasang tampang polos lantas mengangguk. Sedangkan Galih menggeleng tidak percaya. Mengapa Samudra masih mau berpacaran dengan adiknya? Apakah pria itu buta?


🌿🌿🌿


Mansion Samudra Familyβ€” 13:00 P.M



Setelah empat bulan tidak datang kemari. Samudra akhirnya memutuskan untuk pulang setelah mendapatkan ribuan pesan teror yang dikirim ke ponselnya. Hal itu membuat Samudra tidak bisa mengabaikan begitu saja. Kakeknya pintar sekaligus kejam. Jika dia mengabaikan pesan itu mungkin akan ada hal yang menyulitkan hubungannya dengan Kinan. Maka dari itu Samudra lebih memilih untuk tidak mencari masalah saat ini.


"Samudra!" teriak wanita tua yang masih terlihat bugar walau sebenarnya sudah tak muda lagi. Samudra tersenyum tipis kemudian membalas pelukan Sekar dengan penuh kasih sayang.



Sekar memang terlihat stylish dengan baju batik yang dipakainya. Kulitnya yang mulus karena perawatan, serta kacamata hitamnya yang menambah aura keren padanya. Padahal tahun ini Sekar memasuku umur kepala tujuh hampir setara dengan umur Indonesia walau berbeda lima tahun saja. Tapi neneknya masih terlihat cantik seperti dulu.


"Dasar anak nakal! bisa-bisanya kamu nggak ngunjungin Grandma." Sekar menjewer pelan telinga Samudra yang hanya dibalas senyum tipis saja oleh pria itu. "Lihat, kamu jadi kurus begini! sudah grandma bilang buat tinggal di sini aja."


"Grandma, jangan marah-marah, nanti cepet tua." ujar Samudra dengan wajah kalemnya.


"Memang sudah tua," cibir Sekar mengurai fakta memang dia sudah tua, tidak perlu disangkal lagi.


"Tapi tetap cantik dimata Samudra."

__ADS_1


Sekar tersenyum hangat dengan wajahnya yang mengejek. "Astaga! lihat wajah penuh gombalan cucuku ini. Setelah punya pacar kamu jadi jago gombal. iya?"


Dia lebih memilih mengabaikan ucapan Sekar dengan tatapan polosnya. Samudra menggaruk kepalanya yang salah tingkah. Grandmanya memang cantik sekali. Jenis kecantikan yang jika dipandang sekali tidak akan cukup. Wajahnya yang kental Indonesia membuat semua orang pasti tidak akan bosan melihatnya.


"Samudra berkata benar, Grandma." akhirnya dia hanya mampu membalas perkataan grandmanya dengan wajah penuh keyakinan.


"Sudah! Sudah! kamu membuat Grandma terbang nanti jika dipuji terus menerus." Sekar tersenyum hingga matanya tenggelam dan membuat garis seperti bulan sabit yang indah. "Lebih baik kamu cepat ke kamar Grandpa, dia menunggu kamu di sana."


"Baik, Grandma."


Samudra berjalan setelah sebelumnya mengangguk dan izin pamit kepada Sekar. Dia juga tidak tahu apa yang akan dibicarakan kakeknya. Tapi pasti bukanlah kabar baik yang akan dia dengar kalau itu menyangkut Lucas. Tebakkan Samudra ternyata benar ketika Calvin juga turut ada di sana.


"Halo, sepupu?" sapanya dengan tidak tahu malu membuat Samudra menggeram kecil.


🌿🌿🌿


TBC



**Haloo, kalian semuaaaa.


Penasaran nggak sama konflik kedepannya? Kira-kira apa yang bakalan di omongin granpa Lucas ke Samudra?


Siapa yang kangen momen samudra dan Kinan? Angkat tangann kaliann πŸ™‹β€β™€οΈπŸ™‹β€β™€οΈ


aku termasuk orang yang kangen jugaa sama Samudra dan Kinan. maaf lama hiatus. Semoga part ini bisa dijadiin obat kangen kalian yaaaa.


Jangan lupaaaaa vote dan komennya. TERIMAKASIH MASIH SUPPORT AKU SAMPE DETIK INIII.


KALAU MISALNYA ADA KRITIK SILAHKAN KOMEN YAAA. BIAR NANTI AKU REVISI.


MASIH MAU NGGAK SAMUDRA SAMA KINAN HAPPY ENDING? YANG MAUU COBA KOMEN DIBAWAH. SEBERAPA MAUKAH KALIAN??.


KALIAN MAU NGGAK KALAU SAMUDRA PAKAI CAST GITU? KOMEN JUGA DIBAWAH.


JANGAN LUPA BUAT KOMEN, SPAM NEXT YAAA BIAR AKU SEMANGAT. HEHE


With Love,

__ADS_1


Melni istri sah Samudra ❀**


__ADS_2