My Possesive Prince

My Possesive Prince
My Posessive Prince | Part 42


__ADS_3


🌸🌸🌸


🌿🌿🌿


Apartmen Samudra Family— 16:00 P.m



Ruangan berinterior minimalis dengan dua sofa berwarna biru gelap yang kini tengah diduduki Samudra dan sofa salah satunya yang berwarna biru langit yang kini sudah menjadi singgah sana Lucas. Hari ini Lucas memang tidak sengaja —ralat maksudnya sengaja datang ke apartmen cucunya untuk sesuatu hal yang penting.


Pakaian serba hitam yang dipakai Lucas menambahkan kesan intimidasi dan serius sampai-sampai bulu kuduk Calvin berdiri ketika membayangkan sekejam apa kakeknya dulu saat membuat perusahaan mereka berjaya hingga sekarang.


"Perusahaan di Singapore butuh pemasukkan investasi yang cukup besar." kalimat pembuka yang diucapkan dengan nada suara dalam dan tenang itu membuat Samudra mengernyit dalam."Kamu pasti tahu Samudra kalau perusahaan di singapore termasuk yang paling Grandpa pentingkan dari pada hongkong." Lucas meneguk kopi hangat di atas meja berusaha menetralkan suaranya yang terdengar lumayan serak.


Menoleh, Samudra tercengang melihat wajah Grandpanya yang sama sekali tidak terbaca. Apalagi suasana terasa agak mencekam ditambah perasaan Samudra yang langsung menebak akan ada sesuatu hal yang tidak baik akan terjadi.


"Maksud Grandpa apa?"Samudra menjawab pelan, lalu menolehkan kepalanya menatap Lucas dengan pandangan sejajar.

__ADS_1


"Sekretaris grandpa sudah menyiapkan beberapa investor asing yang akan diajak kerjasama. Salah satunya perusahaan Hyundae yang kini menjadi perusahaan terbaik singapore yang bergerak di bidang perbelanjaan." Lucas menatap dengan senyuman tulusnya tapi tidak dengan Samudra yang kini malah semakin mengernyit dalam. "Grandpa mau kamu ke Singapore sore ini."


Samudra mengernyit dan menghela napas. Lelaki paruh baya di depannya ini mengerikan, akan sangat berbahaya jika Samudra salah berkata dengan lelaki itu. "Bukankah kita sudah memiliki perjanjian Grandpa? Samudra bahkan belum wisuda, seharusnya grandpa tahu masalah perusahan di luar negeri bukan urusan Samudra."


Lucas mengernyit bingung dengan wajah dibuat tidak mengerti. Dia seakan tidak peduli Samudra setuju ataupun tidak. Kali ini Samudra memang harus pergi ke sana dia ingin mendapatkan investor itu. Lagipun Lucas percaya dengan bakat negosiasi yang dimiliki cucunya pasti perusahaan Hyundae itu akan menyetujui untuk menanamkan saham di perusahaan mereka.


"Seharusnya sebagai cucu kita harus mematuhi ucapan grandpa. benar kan Grandpa?" ada nada bodoh di dalam pertanyaan Calvin yang membuat Samudra geram.


Mematuhi orang yang lebih tua memanglah sebuah kewajiban namun perintah Lucas sama sekali tidak bisa diterima Samudra. Dia sudah meninggalkan Kinan kemarin. Jika hari ini Samudra pergi ke Singapore, Kinan pasti akan menyimpulkan sesuatu hal yang tidak benar. Dia akan curiga tanpa alasan. Gadis itu akan memikirkan hal yang buruk. Selama ini samudra tidak pernah sama sekali meninggalkan Kinan. Ditambah lagi Galih yang tidak suka dengan Samudra pasti akan ikut mengompori kelakuannya yang terus pergi meninggalkan adiknya. Bagaimana jika Samudra di tuduh selingkuh?


"Lo gak usah manas-manasin suasana!" umpat Samudra ketika Calvin malah mempengaruhi Lucas untuk mengurung Samudra selama beberapa hari.


"Keep your mouth My beloved Baby, I dont like your bad word!" Ingatkan Lucas bahwa dia sangat membenci kata-kata kasar entah itu dilontarkan oleh cucu kesayangannya—Samudra dia tidak peduli.


"Grandpa, How dare you?" gerutu Samudra yang tidak bisa berpikir jernih.


"Ini keputusan bulat dari Grandpa. kamu pikir Grandpa bakalan buang-buang waktu kesini cuman ngurusin kehidupan dua cucu nggak berguna kayak kalian?"


"Then, are you asking me to accept your wish? I dont want, Grandpa!" Samudra bisa gila ketika dia akan dipenjara tiga hari di Singapore untuk memenuhi kehendak grandpanya. Saham di sana sedikit menurun dan you know what happend next? Lucas menyuruhnya untuk mengurus kegiatan di Singapore untuk tiga hari ke depan.

__ADS_1


"You hurt me, Samudra! I'm begging to you now." Bagaimana bisa Lucas mengatakan memohon ketika wajahnya lebih menunjukkan ekspresi memerintah.


"Nggak, Samudra nggak mau ke singapore buat ngurusin perusahaan grandpa doang." tolak Samudra dengan wajah yang berapi-api. Tapi Lucas yang memang kekeh pada pemikirannya dia tidak mau menerima penolakan Samudra. Lucas menghentakkan tongkat kayunya sedikit keras dengan rahang mengetat. Kerutan di dahinya semakin banyak dari biasanya. Dari tatapan lelaki tua itu hanya satu yang Samudra tangkap 'Then, you test me" membuat Samudra sedikit gugup, dan mengetahui bahwa Lucas pasti mengirim beberapa orang terpercayanya untuk mengepak barang-barang Samudra. Lalu menggeretnya paksa.


Benar saja ketika empat orang berbadan besar dengan menggunakan jaket hitam denim dan celana hitamnya sudah memaksa Samudra dan memasang borgol ke tangannya. Have he ever been telling you that his Grandpa is pshyco? Samudra mencoba memberontak ketika tangannya benar-benar di lumpuhkan untuk bergerak. Semua ilmu bela diri yang ia ketahui, Samudra keluarkan.Namun itu tidak sebanding dengan sepuluh bodyguard milik grandpanya.


"Borgol saja langsung dan bawa ke mobil!" terdengar kejam memang Grandpanya. Dia sepuluh orang ini dilatih begitu keras terutama John, bodyguard kepercayaan grandpanya yang sudah bekerja hampir dua puluh tahun kepada keluarga Samudra. Benar saja kini membuat Samudra merasa seperti tahanan penjara. Dia jadi mulai bertanya-tanya apakah dia benar cucu dari Lucas? atau hanya seorang tahanan yang di kembang biakan untuk di manfaatkan?


"Grandpa ini gak adil, memaksakan kehendak orang lain hanya untuk kepentingan grandpa sendiri!"teriak samudra memberonta ketika Lucas hanya memasang tatapan datar kepadanya.


"Maaf cucuku tersayang, Grandpa butuh kamu buat koordinasi saham." ujarnya keluar dari pintu apartmen yang diikuti Samudra digeret paksa untuk ke mobil.


"Bye!Bye! Samudra, semoga menyenangkan di singapura." Calvin memang tidak bisa melepaskan gaya mengejek yang sudah mendarah daging dalam dirinya. Dia menyeringai sekaligus dengan tatapan mengejek. Satu tangannya dimasukkan ke dalam kantong celana denim hitamnya.


"Jangan tersenyum indah sekarang, Calvin. Karena setelah itu, giliran kamu yang Grandpa bawa ke eropa. Ingat janji kamu! " ucap Lucas setelah itu benar-benar meninggalkan Calvin yang tersenyum pahit dengan isi kepala yang berkecamuk.


Ini memang keputusannya untuk mengubur tentang Amara dan berdamai dengan Samudra, karena itu Calvin membuat perjanjian pergi ke eropa yang mungkin saja akan dia sesali. Tetapi dia pasti berjanji untuk menyatukan Amara dan Samudra kembali. Sebelum pergi ke eropa dengan bantuan Lucas.


🌿🌿🌿

__ADS_1


TBC



__ADS_2