My Possesive Prince

My Possesive Prince
My Possesive Prince | Part 6


__ADS_3

VOTE DULU GUYS BARU BACA ๐Ÿ˜„



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Kini Samudra dan Kinan sudah berada di toko buku besar kawasan kemang. Lampu kuning yang menghiasi bookstore itu membuat Kinan berdecak kagum ditambah hiasan pohon payung yang menjadi pembuka saat Kinan menginjakkan kakinya di sana. Setelah pusing mencari buku โ€” Hans Kartikahadi di semua toko buku mulai dari Gramedia, Gunung agung, hingga ke Periplus yang berakhir sia-sia. Pada akhirnya Kinan meminta Samudra menemaninya ke sebuah toko buku Times di daerah kawasan kemang tepatnya Kemang Village Marketing Office, jalan Pangeran Antasari Kav. 3.



Sedari tadi Samudra terus menggengam tangan Kinan semenjak turun dari parkiran mobil. Cowok yang memakai baju kuning pudar dengan dipadukan celana jeans berwarna biru itu enggan melepaskan gadisnya dari jangkauannya seolah-olah jika tidak ia pegangi Kinan akan berlari meninggalkannya.


Para cowok yang berada di bookstore sesekali menatap Kinan, mungkin karena perawakannya yang imut dengan potongan bob membuat orang-orang penasaran dengan rupanya, bahkan beberapa orang butuh melihat dua kali agar merasa puas menatap gadis itu. namun hal itu tidak dibiarkan Samudra begitu saja, dia langsung berdecak dan menatap mereka satu-satu dengan tatapan tajam. Membuat semua orang lumpuh dan takut secara bersamaan sekedar melihat gadis disampingnya.


"Ini yang buat aku males kalau mengajak kamu keluar, apalagi ke tempat kayak gini." Gerutu Samudra dicampur dengan decakkannya.


Kinan menatap cowoknya dengan pandangan bertanya.


"lho kenapa emangnya? kamu gak mau temenin aku beli buku?" tanya gadis itu memberhentikan langkahnya menatap Samudra disampingnya yang kini sudah menunduk.


Samudra memang sangat tinggi setidaknya jika dibandingkan dengan Kinan. entah dia yang pendek atau Samudra yang ketinggian seperti tiang listrik. Kinan juga tidak paham, namun yang dia ketahui cowoknya ini memiliki tinggi seratus delapan puluh centimeter lebih. Dia lupa, kalo tidak salah seratus delapan puluh lima? Ah, tidak ingat! intinya jika dibanding Kinan yang hanya memiliki tinggi setara Miley Cyrus yakni seratus enam puluh lima tentu saja akan merasa pendek di dekat Samudra.


Kini gantian Samudra yang menatap gadisnya secara mendalam membuat Kinan malah ketar-ketir sendiri ditempatnya. Jika pipinya bisa berteriak saat ini, Kinan pasti sudah malu saat pipinya berteriak bersemu. alih-alih menatap Samudra lagi, Kinan malah melihat ke arah samping yang membuat Samudra semakin berdecak.


"Bukan nggak mau nemenin kamu, tapi lihat saja banyak cowok yang curi pandang ke kamu. Aku nggak suka." Ucap Samudra membuang wajahnya menjauhi Kinan


Seakan mengerti Kinan akhirnya menampilkan raut wajah serius. cewek itu kemudian menangkup wajah Samudra agar melihat ke arahnya.


__ADS_1


Namun ketika menyadari mereka sedang berada di keramaian membuat Kinan merasa malu diperlakukan seperti ini oleh Samudra. Cepat -cepat gadis itu mendekatkan dirinya ke telinga Samudra.


"Makanya cepetan nyarinya biar aku nggak diliatin orang," bisik Kinan kemudian menarik tangan Samudra menaiki lift menuju lantai atas membuat Samudra sedikit tersenyum melihat tangannya yang di genggam Kinan erat.


Sesaat sampai disana ia disajikan banyak buku. Samudra yang sigap langsung meminta sebuah Totebag kepada salah satu petugas wanita disana. Jujur saja ketika melihat Samudra wanita itu terpaku karena cowok di hadapannya sangat tampan. bahkan ketika Samudra memintanya dia seperti orang ling-lung membuat Kinan kesal sendiri di tempatnya.


"Mbak, pacar saya minta totebag. kenapa diam saja?" Kinan sengaja menekan kata pacar di sana membuat sang petugas tersebut tertunduk malu.


Petugas wanita itu langsung pergi ke arah dekat kasir untuk mengambil Totebag berwarna hitam dengan ukiran tulisan Times yang diberi warna putih. Kemudian memberikannya ke Kinan.


"Makasih mbak, lain kali jangan liatin pacar saya kayak gitu." Kinan kemudian menarik Samudra menjauh dari petugas wanita tersebut.


Samudra tertawa geli melihat Kinan yang begitu cemburu dengannya. Setidaknya bukan dia saja yang merasakan perasaan itu Kinan pun merasakannya membuat Samudra tak berhenti menahan senyumnya sedari tadi.


Kinan melihat Samudra yang tersenyum mengundang ia berdecak melihat tingkah Samudra kemudian menatap sinis Samudra, pacarnya.


"Kamu ngapain sih senyum-senyum gitu? senang ya disukain mbak yang tadi," dengus Kinan menuding Samudra.


"Aku suka liat kamu cemburu," tuturnya.


Lho, memang tingkahnya menunjukkan seperti orang yang cemburu ya? padahal tidak lho. dia hanya tidak suka jika petugas tadi melakukan flirting dengan cowoknya. Tapi setelah dipikir-pikir kok dia jadi terkesan cemburu begini?


"Orang aku nggak cemburu,kok." bantah Kinan tidak mau kalah.


Kemudian pergi dengan cepat meninggalkan Samudra menuju ke tempat buku yang memuat akuntansi, perpajakan, dan segala buku yang dia butuhkan. Gadis itu mencari -cari buku di sana, syukurlah dia menemukan buku yang dia cari. Kinan tersenyum lega ketika tugasnya sudah selesai. Ia berbalik menuju Samudra dengan empat tumpukan buku. Dengan sigap Samudra mengambil alih buku yang ada di tangan Kinan lalu memasukkannya ke dalam Totebag kemudian menentangnya.


Kinan yang masih harus mencari buku berbalik dan berjalan pelan menuju serangkaian novel di sana. Dari keempat novel yang dipilih nya yakni โ€”Galaksi, Satu Atap, My Bastard Prince, serta satu novel karya putrilagilagi yakni I'm Yours. namun hanya dua yang diambil. Samudra memicingkan matanya melihat Kinan yang seakan menimbang melirik harga novel disana.


Dilain sisi Kinan harus berhemat, dia sudah membeli empat buku untuk skripsi yang sepertinya sampai seharga lima ratus ribu jika mengambil empat novel dia tidak akan memiliki uang jajan simpan. Kinan memutuskan agar dia hanya memilih dua novel Satu atap dan Galaksi karya Poppi Pertiwi dan menaruh sisanya kembali ke rak.

__ADS_1


"Kenapa kamu taruh lagi, nggak mau beli?" tanya Samudra melirik Kinan dengan pandangan tanpa arti.


"Mau. Tapi bulan depan aja, kebanyakan. Nanti buang-buang duit," Ucap Kinan jujur.


Menurut Kinan tindakan memboroskan itu tidak dibenarkan. Sebagai Mahasiswi tingkat akhir yang kini menyadari uang itu penting, Kinan tidak mau membuang duitnya begitu saja. Dia memang memiliki pacar orang kaya lalu mengapa? apapun yang Kinan inginkan dia tidak pernah meminta kepada Samudra. Ralat โ€”Bukan tidak pernah namun sangat jarang. Jika dia benar-benar butuh sesuatu dengan harga yang mahal, kadang kala Kinan memang meminta Samudra membelikannya.


Mendengar jawaban Kinan yang seperti tadi Samudra tidak suka. Tanpa banyak bicara. Samudra langsung mengambil beberapa tumpukan Novel lebih dari sepuluh buku. Salah satunya dari sepuluh itu yakni dua novel yang tidak diambil Kinan tadi.


"Samudra nggak usah," Ucap Kinan.


Dengan tampang cueknya Samudra mengabaikan tatapan protes Kinan lalu membayar semua buku mereka ke tempat kasir. Kinan mendelik menatap Samudra padahal dia bisa membayarnya sendiri. ini yang tidak mengenakan bagi Kinan jika berjalan dengan Samudra pasti dia yang membayar semuanya. Walau itu terlihat hal yang wajar. namun tetap saja membuat Kinan merasa menjadi gadis yang hanya bisa menghabisi duit cowoknya.


Buku-buku Kinan sudah dibungkus dengan plastik putih berlogo Times. Berbeda dengan Totebag yang tadi ia gunakan. Huruf times pada bungkusan plastik bukan berwarna putih melainkan berwana hitam. Samudra mengambilnya kemudian membawa barang mereka dengan tangan kiri. Sedangkan tangan lainnya menggegam tangan Kinan.


"Hei Samudra," Ucap seseorang dengan pakaian kaos hitam yang tinggi nya hampir setinggi Samudra.


Kinan melihat cowok itu kemudian beralih ke Samudra yang kini rahangnya sudah mengeras menatap kedepan mulai emosi. Samudra sama sekali tidak menjawab sapaan pria itu.


"Udah punya cewek baru lagi nih?" Kinan tidak tahu itu pertanyaan mengejek atau benar-benar bertanya.


Pria yang tidak dikenalnya itu mengulurkan tangan kehadapannya. "Kenalin gue Calvin, sepupunya Samudra." ucapnya dengan senyum manis.


Belum sempat Kinan membalas uluran tangan Calvin, Samudra langsung menariknya pergi begitu saja meninggalkan cowok itu yang tertawa pelan lalu memasukkan tangannya ke kantong celananya menatap punggung Samudra yang mulai menjauh.


Kinan merasakan aura ketegangan dari genggaman Samudra. cewek itu memilih untuk diam dan bertanya dalam hati saja. Siapa itu Calvin? Apa hubungannya dengan Samudra mengapa pria itu terlihat marah saat bertemu dengannya?


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


TBC

__ADS_1



__ADS_2