
πΈπΈπΈ
Setelah pergi makan di Solaria, tentu saja Kinan memanfaatkan waktu Samudra untuk menemaninya berkeliling mall. Dia ingin membeli banyak pakaian maupun aksesoris yang dia butuhkan. Disinilah mereka berada di tempat sebuah perbelanjaan alat kecantikan.
Mata Kinan berbinar ketika melihat logo watson yang terpampang di sana. Dia mulai menjelajah banyak perawatan kecantikan sebagai reaksi alamiah seorang wanita. Mulai dari masker beraneka merk hingga ke sebuah rak lipstik dengan kaca di depannya.
Tangannya terus di genggam Samudra padahal matanya kini sedang melirik sebuah lipstik dari makeover berbagai macam warna. Kinan mengambil dua warna sekaligus, yakni Nude, dan pinky. Dilepasnya genggaman Samudra kemudian memutar lipstik itu. Mencobanya di tanyannya untuk melihat warna dari lipstik itu.
"Menurut kamu bagusan yang mana?" tanya Kinan menjukkan warna lipstik yang dicobanya pada tangannya.
"Warna ini aja." Samudra menunjuk warna Nude sebagai jawaban laki-laki itu.
Kinan tampang menimang-nimang kedua lipstik yang ada di tangannya. Mana yang harus dia pilih ketika semuanya terlihat bagus di matanya. Dilema seorang wanita.
"Tapi yang pink ini warnanya soft, aku suka ngeliatnya beda sama nude." ucap Kinan.
"Yaudah ambil yang warna pink aja." putus Samudra dengan mudahnya.
"Emang bagusan yang Nude ya dari pada Pink?" tanya Kinan untuk kedua kalinya.
Disaat seperti ini Samudra sudah pasti tahu bahwa gadisnya akan plin-plan. Dia hanya menghela napas kemudian membentur kening miliknya ke arah Kinan hingga gadis itu mengaduh kesakitan.
"Plin-plan banget sih, ambil aja dua-duanya kalau kamu suka." ucap Samudra menyelesaikan permasalahan Kinan.
"Kenapa nggak kepikiran ya?" Kinan tertawa geli. Oh iya mengapa dia tidak memikirkan hal itu sedari tadi. Dia kemudian manggut-manggut tidak jelas dan memasukkan lipstik itu ke dalam kotak keranjang di tangan Samudra.
Kinan lalu mengambil beberapa produk kecantikan yang sering ia gunakan, memasukkannya ke keranjangan belanja.Samudra hanya diam dan melihatnya dan terus menggandeng gadis itu.Setelah selesai mereka membayarnya, dan keluar dari toko watson.
Diujung dekat tangga lift. Banyak makanan yang membuat Kinan tergiur. Dari banyaknya makanan yang ada fokus Kinan bukan ke arah sana. Melainkan ke sebuah ruko es krim yang kelihatannya lezat.
Langkah Kinan berhenti membuat Samudra membalikkan tubuhnya menghadap gadisnya dengan pandangan bertanya. Tetapi yang ditatap malah tidak memandangnya sama sekali.
"Aku mau es krim di sana." tunjuk Kinan ketika sosok Samudra menatapnya tanpa berkedip. Dia kemudian melihat pedagang eskrim itu untuk beberapa detik setelah kalimat dari Kinan menginterupsinya. "Samudra?" sapanya ketika cowok itu hanya diam.
"Kamu yakin masih bisa nampung eskrim setelah udah makan banyak di Solaria tadi?" selidiknya.
"Aku mau sepuluh eskrim." ucap Kinan mengabaikan pertanyaan Samudra.
"Sayang, kebanyakan kalau sepuluh, beli dua aja biar nggak mubazir." Samudra akhirnya pasrah dengan keinginan Kinan yang masih ingin memakan eskrim. Padahal saat di solaria tadi gadis itu sudah mengeluh perutnya kekenyangan. Wajar Samudra terheran-heran dengan kelakuan kinan.
"Aku bilang sepuluh, nggak pakai titik apalagi koma."
"Kemarin tetangga ku makan eskrim sepuluh langsung nggak keluar rumah dua hari." ucap Samudra di lebay-lebyakan.
"Lho, emangnya kenapa?" tanya Kinan seakan ingin tahu jawaban Samudra.
__ADS_1
"Ya gitu,"
"Ya gitu, kenapa?"
"Ya gitu deh." jawab Samudra masih sama.
Kinan langsung mencubit pinggang Samudra kesal merasa di permainkan. Sedang Samudra terkekeh kecil melihat perubahan suasana hati Kinan yang begitu drastis.
"Kekenyangan. Perutnya hampir meledak nggak bisa gerak kek panda." ucap Samudra mengacak rambut Kinan pelan.
Kinan mendengus malas mendengarnya.
"Jadi maksud kamu aku kayak panda?"
Samudra mengangguk. "Iya, Panda kesayangan Samudra."
"Alah, Bilang aja kamu nggak mau belikan. Nggak usah bawa-bawa tetangga kamu!" Gerutu Kinan ketika melihat Samudra enggan mengiyakan permintaannya.
"Bukannya nggak mau, Nanti kamu sakit perut kalau makan es krim, Kinan."
"Kamu pelit!"
Ego Samudra terlukai ketika Kinan mengatakan dirinya pelit. Dia tidak suka mendengar hal itu. Akhirnya Samudra hanya bisa mengiyakan saja keinginan pacarnya itu.
"Jangankan sepuluh. Kamu mau enampuluh, seratus, seribu sampai sepabrik-pabriknya juga aku belikan. Apa sih yang nggak buat gadis Samudra?" godanya.
Mendengar jawaban itu pipi Kinan bersemu merah. Apalagi ketika cowok itu berkata gadis Samudra. Kinan jadi senyum-senyum sendiri. Samudra lantas menggenggam tangan Kinan berniat memesan eskrim yang diminta Kinan tadi.
Keadaan di sana cukup mengantri ketika beberapa anak kecil juga hendak membeli es krim disana. Kinan tersenyum ketika mereka menunggu beberapa anak kecil bersama ibunya memesan es krim. Seberapapun kaya Samudra dia selalu menghargai budaya antri. Membuat Kinan kagum dengan sifat cowok itu, bahwa tata krama tidak bisa di beli dengan apapun. Walau Samudra bisa saja membuatkannya pabrik es krim yang besar saat ini.
Samudra sedikit terkejut ketika Kinan tiba-tiba memutus jarak antara mereka. Gadis itu menaruh kepalanya di dada Samudra, menelungkup malu, dia menyembunyikan wajahnya di dada Samudra.
"Katanya mau eskrim. Kamu kenapa ?" tanya Samudra menggaruk kepalanya gatal.
Kinan malu memberitahu Samudra kalau saat ini dia mendapatkan hari pertama menstruasinya. Gadis itu pun juga heran kenapa dia begitu plin-plan hari ini. Perutnya terasa keram, tapi dia tidak terlalu memperdulikan. Dan bodohnya dia tidak membawa pembalut saat ini. Bagaimana dia bisa mengatakan ini pada Samudra ketika mereka sedang ingin memesan beberapa eskrim?.
"Sayang, Kenapa?" tanya Samudra ketika pertanyaannya tak kunjung di jawab.
"Akudapet," ucap Kinan hampir tidak terdengar.
"Kamu ngomong apa? Aku nggak dengar."
"Aku lupa bawa pembalut, hari ini aku dapet, Dra." Kinan tidak mengeraskan suaranya namun dia memastikan Samudra bisa mendengar apa yang dia ucapkan.
Bukannya menjawab Samudra hanya tersenyum tak luput dengan kekehannya. Pantas saja Kinan begitu aneh hari ini, mulai dari memilih lipstik hingga makanan di solaria tadi. Gadis itu tampak tidak memiliki pendirian dan menjadi lebih sensitif. Mengapa Samudra tidak menyadarinya sama sekali?
"Kamu kok ketawa?" Kinan memuk bahu Samudra pelan ketika semua yang ada di sana menatap mereka.
"Pantesan aja kamu dari tadi plin-plan mulu, Ternyata gara-gara ini."Ucap Samudra mencubit hidung bangir gadisnya.
__ADS_1
Kinan hanya bisa merengut pasrah. Dia juga tidak tahu bahwa perubahan moodnya akan jatuh sedrastis ini.
"Aku belikan sebentar. Kamu tunggu di sini aja." ucap Samudra namun Kinan menggeleng pelan. Dia tidak mau ditinggal sendiri di sini.
"Aku nggak mau es krim. Kita pulang aja!"
Samudra mengangguk patuh dengan ucapan Kinan. Dia tahu gadis itu pasti malu sekarang. Lantas Samudra menuntun Kinan ke sebuah kursi duduk dekat taman bermain. Dia ingin Kinan menunggu di sana sementara.
"Aku mau belikan pembalut untuk kamu. Setelah itu baru kita pulang." Samudra pergi setelah Kinan menyetujui untuk menunggu di sini.
Sesuai janjinya yang membelikan pembalut, Samudra memang kembali dengan beberapa pembalut yang banyak. Kinan agak terheran ketika dia juga membeki pakaian dalam wanita. Astaga Malu sekali!
"Kok banyak banget?"
"Aku nggak tahu kamu pakai pembalut apa. Jadi aku beli semua merk pembalut yang ada."
Kinan tersipu malu membayangkan Samudra mencari pembalut untuknya. Dia pasti sangat risih membelikan hal ini untuk Kinan. Samudra membuka jaket yang dia gunakan, kemudian berjongkok dihadapan Kinan ketika cewek itu berdiri tegak. Samudra mengikat jaket itu dipinggang Kinan menutupi bagian bawah tubuhnya.
"Makasih, Samudra." gumam Kinan. Samudra berdiri kaku di tempatnya ketika gadis itu menempelkan bibirnya di pipi miliknya. "aku ke toilet sebentar." lanjutnya.
Gadis itu langsung berlari meninggalkan Samudra dengan langkah malu. Sedang Samudra hanya bisa memegang pipinya di tempatnya berdiri. Sebuah pesan masuk dari telponnya dan Samudra langsung membukanya.
Galih : Dek abang pulang pas kamu diwisuda. Kamu baik-baik di sana, jangan dekat-dekat sama Samudra! Jaga jarak lima meter kalau perlu.
(19:40 P.M)
"Pakai pulang segala lo dedemit." gerutu Samudra membaca pesan lelaki itu.
πΏπΏπΏ
TBC
ANGGEP AJA INI FOTO **SAMUDRA SAMA KINAN LAGI MASKERAN BARENG πππ
Siapa yang kangen Samudra sama Kinan? JANGAN LUPA BUAT LIKE SAMA KOMEN.
AKHIR-AKHIR INI AKU MALES NULIS MASA πππ
SIAPA YANG MAU CERITA INI ENDING CEPET?
SIAPA YANG MAU PISAH SAMA SAMUDRA DAN KINAN?
JANGAN LUPA UNTUK STAY SAFE BUAT KALIAN. KASUS VIRUS CORONA AKHIR-AKHIR INI BERTAMBAH PESAT. JANGAN LUPA UNTUK SELALU CUCI TANGAN DAN MAKAN- MAKANAN BERGIZI.
DAN JANGAN LUPA PERSIAPKAN HATI BUAT CHAPTER-CHAPTER SELANJUTNYA.
__ADS_1
Salam,
Melni**.