My Possesive Prince

My Possesive Prince
My Posessive Prince | Part 40


__ADS_3


🌸🌸🌸


Samudra agak khawatir dengan gadis yang kini tengah berlari ke arahnya dengan menggunakan baju mirip sweater dengan beberapa kancing di tengahnya. Gadis itu terlihat begitu cantik ditambah dengan rok kotak-kotak yang tidak membungkus lutut putihnya.



"Samudra," panggilnya dengan napas terengah-engah bersiap menuruni tangga gedung fakultas Bisnis. Samudra memang menunggu Kinan di depan gedung Fakultas setelah mendapat kabar bahwa hari ini gadis itu harus mengikuti kelas brivat Pajak walau sudah skripsi. "Tangkap!" perintah Kinan ketika dia berhasil melewati beberapa anak tangga dan setelahnya melompat ke pelukan Samudra.



"Pelan sedikit, nanti kamu jatuh, Kinan." bisik Samudra menempelkan hidungnya dengan Kinan ketika gadis itu ikut merelungkan tangannya di pinggang Samudra. Benaknya menghangat merindukan gadis dipelukannya ini. Seketika masalahnya dengan Calvin yang rumit terobati.


Kinan mendongakkan wajahnya menatap mata gelap Samudra yang bak malaikat. Sangat indah hingga membuat Kinan tidak bisa berkata-kata. Mungkin lelaki di depannya ini lebih cocok dideskripsikan sebagai dewa tanpa celah. Ketika hanya dengan mata saja degup jantung Kinan sudah berdetak tak sesuai irama.


"Lama nungguin aku kelas, ya?" kekeh Kinan dengan mata sayu ikut penuh rasa bersalah dengan bersamaan. Dosennya memang sedikit agak lama menjelaskan materi, ketika seharusnya jam sepuluh tadi mereka selesai kelas malah tertunda hampir lima belas menit.


Samudra tersenyum tipis, setelahnya merapikan rambut Kinan yang berantakan akibat berlari ke arahnya tadi. "Menurut kamu?" dengus Samudra.


"Nggak sih. Soalnya kamu nungguinnya pakai cinta. Pasti nggak kerasa, iya kan?" ledek Kinan sok tahu diiringi dengan kekehannya yang lucu. Sontak saja Samudera langsung mencubit hidung bangir gadis itu dengan gemas. Layaknya kucing yang dibutuhkan kasih sayang lebih.


"Dasar!" dengus Samudra lagi tapi kali ini lebih pelan dari sebelumnya."Memangnya tadi ngapain aja, kok kamu lama banget keluar kelas?"lanjutnya.


"Ibu Cintia tadi izin keluar sebentar karena ada panggilan mendadak. Jadi minta tambahan waktu buat ngebahas tugas akhir dia."


"Oh, gitu." angguk Samudra mengerti.


Pria itu tidak terlalu memerdulikan masalah dia yang menunggu terlalu lama. Setelah mendengar jawaban Kinan, Samudra kemudian menggenggam tangan gadisnya erat, mengisi celah-celah jemarinya yang kosong lewat tangan Kinan. Kehangatan menjalar hingga pipinya, padahal yang di sentuh oleh Samudra tangannya. Dia menatap wajah Samudra dari samping ketika mereka berjalan meninggalkan area gedung fakultas. Mengapa tiba-tiba Kinan merasa rindu dengan genggaman pria ini. Padahal hanya satu hari tangannya tidak di genggam Samudra. Mungkin ini yang dinamakan definisi dari cinta. Jauh sedikit dari pasangan akan membuat kita rindu.


Kinan memberhentikan Samudra yang sedang berjalan membuat fokus Samudra menatap sepenuhnya ke arah Kinan. "Kita ke perpustakaan dulu ya ? Aku mau nyelesein langsung aja tugas Bu Cintia hari ini."


"Iya sayang," Pipi Kinan lantas bersemu malu ketika panggilan sayang terucap dari bibir Samudra. Padahal panggilan itu sudah biasa namun mengapa hatinya selalu berdebar-debar ketika Samudra memanggilnya dengan penuh rasa cinta. Bahkan sinar mentari yang begitu terik tidak terlalu dipedulikan Kinan. Malah justru Samudra yang menaruh tangannya di atas kepala gadisnya agar wajah Kinan terhindar dari pancaran sinar UV ketika mereka berjalan kembali.

__ADS_1


"Oh iya tau nggak, Dra? Aku kesal banget sama bang Galih." adu Kinan ketika mengingat pagi ini dia hampir adu cekcok dengan Galih. "Gara-gara bang Galih yang bergadang main game. Aku hampir telat buat masuk kelas Bu Cintia tadi. Untungnya dosenku itu juga agak telat masuknya." jelas Kinan.


Samudra mengusap pelipis Kinan yang di penuhi keringat. "Nanti aku marahin Galih. Berani-beraninya buat gadis Samudra hampir telat." bukannya merasa terharu, Kinan malah tertawa pelan mendengarnya seakan-akan ucapan Samudra merupakan lelucon yang indah.


"Kamu kenapa ketawa?"


"Kamu mendadak ngegemesin dan jadi sedikit imut." komentar Kinan ketika melihat tampang Samudra yang akan marah namun masih terlihat datar khas dirinya.


Mendapat pujian seperti itu tentu saja seluruh tubuh Samudra malah terasa panas. Tapi cowok itu lantas menyembunyikan blushing nya dengan memasang tampang kesal karena di tertawakan. Samudra berjalan ke depan berharap wajahnya yang memerah tidak terlihat.


Kinan menyusul Samudra sedikit berlari karena langkah pria itu yang besar dan cepat membuat kaki pendeknya sulit mengimbangi. Ditambah Samudra juga melepaskan tautan tangan mereka.


"Samudra, kok aku ditinggal?"


Pria itu hanya diam, menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak berbicara dengan Kinan. Namun langkah kaki pemuda itu sedikit pelan, berharap Kinan dapat menyusulnya."Telinga kamu kok merah?" tanya Kinan heran ketika perempuan itu sudah berada di depan Samudra, membalapnya menggunakan kaki pendeknya dengan berlari kencang.


"Cuacanya panas banget." dalih Samudra.


Senyuman kecil timbul di pipi Kinan ketika Samudra malah menoleh kesamping enggan menatapnya. Why is the guy in front of her so cute? Membuat Kinan tersenyum tanpa henti.


"Nggak," bantah Samudra masih enggan menatap Kinan.


"Masa sih? Wajah kamu juga ikut merah sampai ke pipi. and I'm sure of it, you are blushing!" kekeh Kinan.


"Aku bilang nggak,"


"Hmm, Iya kamu nggak blushing." Pada akhirnya Kinan mengalah untuk tidak mendebat Samudra. Namun bibirnya yang tak bisa di kontrol membuat Kinan sedikit bergumam. Sialnya! Gumaman itu malah terdengar Samudra. "Padahal kelihatan banget kamu blushing nya."


Samudra menolehkan wajahnya kehadapan Kinan, menatap mata besar gadisnya dengan pandangan yang tak terbaca. Kinan menelan ludahnya gusar keika tiba-tiba sebuah kecupan di pipinya membuat Kinan terpaku menatap Samudra dengan pandangan kaku. Sedang yang ditatap malah asik menaikan kedua alisnya dengan tatapan mengejek.


"Pipi kamu merah tuh!" tunjuk Samudra dengan senyum nakal sudah bertengger di pipi Samudra."Jadi siapa yang memerah sekarang?"


satu detik, dua detik, hingga lima detik Kinan kehilangan kendali dirinya. Samudra memang pintar membolak balikkan ke adaan.

__ADS_1


"Kamu curang!" Kinan memukul dada Samudra pelan ketika malah sekarang giliran Samudra yang tersenyum lebar.


Lagi, Kinan dibuat terpaku ketika Samudra memberhentikan tawanya kemudian mencubit pipinya pelan. Dia kemudian mendekatkan wajahnya lagi kehadapan Kinan. "Kamu mau ngapain? Dra, jangan macem-macem ya!" ancam Kinan.


Tampak tidak peduli, Samudra semakin mendekatkan wajahnya lebih intim. Karena rangsangan sensorik Kinan belum sampai ke otak membuat Kinan memejamkan matanya rapat-rapat. Samudra tersenyum tipis melihat gerak-gerik bola mata Kinan dari luar. Kira-kira apa yang dipikirkan gadisnya? Is she thinking about kissing? dia terkekeh geli. Samudra mengetuk kepala Kinan dengan dahinya hingga terdengar ringisan kecil dari Kinan.


"Aku nggak curang hanya saja aku terlalu pintar, sayang." jelas Samudra. Sangat pintar hingga membuat Kinan dikelabui begini, namun mengapa ada perasaan kecewa ketika Samudra tidak menempelkan bibir mereka? Kinan pasti sudah gila. "and I'm missing you a lot." Samudra kembali mengecup pipi Kinan lembut membuat Kinan kembali kaku di tempat.


Kenapa pria ini begitu pandai dalam hal berpacaran? Sial!


🌿🌿🌿


TBC



Samudra pacaran udah berapa kali yaww? Handal bet astaga.


SIAPA YANG KANGEN MEREKA BERDUAA?? WKWKKW


AKUUU SIH KANGEN BANGETTTT, KANGEN MOMEN ROMANTIS MEREKA. COBAA KOMEN DI BAWAHH SEBERAPA KANGEN KALIAN SAMA SAMUDRA DAN KINAN?


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN SERTA TIP BUAT CERITA INI.


JANGAN LUPA JUGA BUAT SPAM NEXT BIAR AKUU SEMANGAATTTT HEHE


MAU DILANJUT KAPAN CERITA MY POSESSIVE PRINCE ? BESOK ATAU SEKARANGG AJAA? KWKWK


LOVE YOU ALL, JANGAN BOSEN-BOSEN BACA SAMUDRA DAN KINAN YAA.


with love,


Melni istri sah Samudra ❀

__ADS_1


__ADS_2