
aku dan Lana sudah bersiap untuk melawan Jack dan Mia. sebelum kami mulai bertarung kepulan asap yang mengepul menutupi kami berempat mulai menipis.
Shiva dan Momo yang melihat kami dengan cepat langsung menuju ke arah kami. Shiva terbang di sampingku sedangkan Momo ada di samping Lana.
aku bersiap menyerang dengan pedang kayu ku tapi tiba-tiba Jack mengeluarkan kan bom dan melemparnya ke arahku. bom itu ternyata bom asap. dia langsung menarik ku dan membawaku menjauh dari Lana. Shiva yang mengetahui trik Jack langsung mengikutiku. sementara itu Lana ku tinggal bersama dengan Mia.
Jack membawaku ke tengah-tengah desa kemudian dia menghilang di situ.
"Jack di mana kau? tunjukan dirimu?" terikaku
tak ku sangka desa sudah kacau balau. banyak pasukan budak yang menyerang. dan banyak orang yang terluka bahkan terbunuh gara-gara mereka. serta yang aneh lagi di antara para pasukan budak itu ada beberapa makhluk bayangan hitam yang berbentuk manusia dengan mata merah menyala.
Shiva yang dari tadi di sampingku terlihat kaget melihat makhluk itu. dia terlihat ketakutan dan juga panik.
"hey, Shiva kamu kenapa?" tanyaku.
"e, e, e, R kamu lihat kan makhluk hitam itu? i.. itu namanya Daemon. i, itu makhluk terkutuk. kita harus segera membasmi mereka!!" jawab Shiva.
jadi makhluk itu bernama Daemon sepertinya itu makhluk yang berbahaya lebih baik aku menghindari mereka dan lebih fokus membantu warga dulu.
banyak warga yang di serang oleh para pasukan budak. aku menyerang para pasukan budak itu dengan pedang kayu yang masih ku bawa. untuk memperlambat gerakannya kemudian Shiva membekukan mereka agar warga bisa menyelamatkan diri.
aku terus mencari warga sampai - sampai aku malah melupakan tujuanku mencari Jack. karena terlalu fokus menyelamatkan warga.
di saat yang sama ketika aku berkeliling ada seorang anak kecil yang di kepung Daemon. aku langsung menuju ke arahnya dan menyerang ke 3 Daemon itu dengan pedang kayuku. tapi yang terjadi pedangku hanya menembus badan makhluk itu saja.
aku menyuruh Shiva untuk membuat penghalang es di depan ku dan anak kecil yang ku lindungi. untuk memperlambat gerakan mereka. setelah itu kami bertiga berlari menjauh dari makhluk itu.
sambil terus berlari menuju tempat yang aman Shiva memberitahuku informasi lebih rinci tentang Daemon. ternyata mereka tidak bisa di serang oleh kekutan fisik. dan yang bisa mengalahkan mereka hanya sihir cahaya. dan untuk mencari orang yang bisa sihir seperti itu sangat sulit sekali saat ini.
di saat kami sudah bingung mencari tempat sembunyi karena Daemon terus mengejar. tiba-tiba seorang bapak-bapak memanggil kami bertiga dari dalam rumah. dia menyuruh kami untuk segera masuk ke rumah itu karena dia terlihat tahu tempat persembunyian yang aman.
aku langsung menarik tangan anak kecil yang bersamaku dan membawanya menuju ke rumah itu. tapi baru beberapa langkah aku melangkah tiba-tiba sebuah panah menancap di depan kakiku. panah itu mengeluarkan bunyi "pip pip pip"
aku yang sadar kalau panah itu akan meledak langsung melompat menjauh dan mendekap anak kecil yang bersama ku agar tidak terkena ledakan.
panah pun meledak. namun aku berhasil selamat. termasuk anak kecil itu dan Shiva. namun serangan kedua aku tidak menyadarinya dan langsung menancap di pundakku secara tiba-tiba.
walau terasa sakit aku tetap menjaganya dan menyuruh Shiva untuk membawa anak itu ke tempat yang aman. bersama bapak-bapak yang memanggil kami tadi.
sementara itu kepulan asap bekas ledakan masih sedikit menutupi. aku kemudian berlari ke arah berlawanan dari Shiva karena sepertinya serangan panah tadi yang kelihatannya dari Jack mengincar ku.
aku berlari sejauh mungkin dan beberapa panah sepeti panah peledak dan panah biasa masih mengikutiku.
__ADS_1
aku masih bingung darimana asal panah itu tapi panah itu selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. sambil sembunyi sembunyi aku terus menghindari serangan anak panah dan juga sambil mencari di mana posisi Jack saat ini.
setelah beberapa saat aku masih belum bisa menemukan Jack. dengan mata kananku yang masih belum pulih sangat susah untuk mencarinya.
aku terus sembunyi dan berlari menghindar dari serangan Jack tapi bukannya berhasil aku malah bertemu banyak Daemon. mereka yang melihatku langsung mengejar ngejarku. tapi karena gerakan mereka lumayan lambat aku bisa menghindari mereka.
setelah lari-larian dan kabur-kaburan aku mengingat sesuatu. sebuah kata-kata dari Lana yang mengatakan kalau aku punya mata istimewa. aku penasaran apakah mata ini bisa mencari keberadaan seseorang hanya dari senjatanya.
kebetulan salah satu panah masih menancap di punggungku dan masih belum ku cabut. aku menggapai panah itu. sambil menahan kesakitan yang amat sakit sekali aku menariknya dan panah itu berhasil terlepas. setelah itu aku melihat panah itu dengan seksama.
tak ku sangka mataku bisa melihat detail dari panah itu. mulai dari bahan yang di gunakan. sampai efek yang kita dapat kalau terkena panah itu sampai darimana arah panah itu berasal aku bisa mengetahuinya.
dari jalur terbangnya aku bisa melihat panah itu berasal dari menara tertinggi di desa. tepatnya di menara jam tepat di tengah desa. kemungkinan Jack ada di sana. tapi karena aku tidak tahu pastinya di mana mungkin dia akan langsung berpindah tempat setelah mengetahui posisiku. karena yang ku tahu Hunter memiliki pengelihatan yang tajam jadi sebaiknya aku berhati-hati.
aku mulai masuk ke rumah-rumah warga untuk membutakan pengelihatan Jack. tapi anehnya rumah-rumah warga tidak ada orang sama sekali. entah kemana mereka sembunyi aku juga tidak mengetahuinya.
aku terus melaju melewati rumah-rumah warga dan tidak ada panah yang menyerang sama sekali. aku terus mendekat. sepertinya Jack masih belum sadar. aku naik ke rumah terdekat dari menara jam dan masih tidak ada tanda-tanda Jack.
"apa benar dia di menara itu?" pikirku
dan ketika aku mulai mendekat lagi tiba-tiba sekumpulan anak panah menuju ke arahku. aku berlari dan menghindari anak panah itu. kemudian dari atap aku melompat.
"baiklah, jangan mengecewakanku kali ini." kataku ke sebuah gelang di tangan kananku.
pedang yang sangat berat muncul di depanku kemunculannya mengikuti efek ayunanku. hal itu sesuai rencanaku. karena aku tidak bisa menahan berat pedang itu tubuhku mengikuti saja ayunan bedang itu.
pedang itu langsung membentuk tembok menara dan karena beratnya dia langsung membelah menara jam itu menjadi 2 bagian. sehingga membuat bagian atasnya rubuh. aku langsung merestore pedangku ke bentuk gelang lagi.
semetara itu aku melihat Jack melompat dari menara yang rubuh. gerakannya lumayan cepat tapi aku bisa melihatnya.
aku juga tidak mau menyerah darinya. dengan cepat aku langsung melompat ke belakang Jack tanpa dia sadari. aku menarik pedang kayuku yang ku ikat di punggung dan menebas dia. tapi seranganku berhasil di tangkis oleh Jack dengan panahnya. aku menahan pedang kayu itu dengan tangan kiriku dan terus mendorong Jack agar jatuh ke tanah. kemudian ku release lagi pedang ku yang sangat berat untuk menambah bebannya. walaupun dia berhasil menahan pedangnya setidaknya tidak mungkin bisa menahan berat pedangku.
"raaasakan itu Jaaaack!!!" teriakku.
kami berdua meluncur jatuh dan langsung membentur tanah dengan keras sampai membuat suara seperti ledakan.
setelah membentur tanah dengan keras aku mencoba berdiri. di sampingku ada Jack yang yang sudah pingsan tertindih pedangku. aku merestore kembali pedang itu ke bentuk gelang lagi. dan berkeliling di sekitar tempat itu untuk mencari tali.
setelah beberapa saat aku menemukan tali dari salah satu rumah warga. aku menggunakannya untuk mengikat Jack agar tidak kabur. setidaknya mungkin aku bisa membawanya ke Momo untuk melepas kalung belenggu di lehernya siapa tau dia bisa seperti yang di lakukan dulu padaku.
aku baru ingin mengangkatnya tapi tiba-tiba seekor singa raksasa berwarna abu-abu jatuh dari langit dan mendarat tepat di depanku. ya singa raksasa itu adalah Momo. dan yang berada di atas punggungnya adalah Lana serta Mia yang sedang pingsan.
setelah Lana dan Mia juga di turunkan dari punggung Momo dalam mode singa. Momo langsung berubah menjadi wujud manusia. yang berbentuk anak kecil dengan wajah yang cantik padahal dia laki-laki.
__ADS_1
"untunglah kalian selamat" kataku lega.
"justru Momo dan Lana yang lebih menkhawatirkan tuan R. oh ya, di mana Shiva?" tanya Momo
"entahlah, tiba-tiba semua orang di desa menghilang" jawabku.
"tak apa mereka sudah di tempat aman. tempat ini punya tempat perlindungan dari serangan orang luar." sahut Lana.
saat aku melihat Mia yang sedang pingsan aku penasaran bagaimana mereka mengalahkannya apa butuh tenaga ekstra sepertiku?
"eee.. Momo, Lana bagaimana kalian mengalahkan wanita itu. padahal dia black mage yang lumayan hebat lho.." tanyaku
"hehe.. itu gampang. setelah melihat wujud asli teman kucing raksasamu ini dia langsung ketakutan setengah mati dan pingsan" jawab Lana sambil ketawa kecil.
aku yang merasa kesusahan untuk melawan Jack, hanya tertawa kecil.
"kalau tuan R bagaimana apa sama mudahnya untuk mengalahkan pria itu?" tanya Momo
aku sedikit memalingkan wajah dan menjawabnya dengan grogi " e, e, itu jelas lah aku juga mengalahkannya dengan mudah. hehe"
dengan ekspresi masam Lana menyahut "ketahuan Sekali kalau kamu kesusahan R"
di saat kami tertawa bersama tiba-tiba ekspresi Lana berubah menjadi serius dia berlari ke arahku dan lansung mendorongku. ternyata di belakangku ada Daemon muncul. Daemon itu baru mengeluarkan separo badannya dari tanah dia mengeluarkan cakar yang sangat panjang bagai pedang di kelima jarinya. sayatan cakar itu langsung mengenai Lana seketika setelah mendorongku.
kejadian itu sangat cepat bahkan aku tidak bisa merespon. yang ku lihat hanya Lana yang sudah tergeletak pingsan di tanah. aku langsung menghampiri Lana. kemudian mengangkatnya dan ingin membawanya ke tempat aman. tapi Daemon itu menyerang lagi.
aku yang tertelan oleh amarah tanpa pikir panjang langsung mengatakan "sword release" dan mengeluarkan pedang ARK dari tanganku yang begitu berat. seharusnya, tapi entah kenapa saat ini aku bisa mengangkatnya dan menebaskannya langsung ke Daemon.
tebasanku membuat tangan Daemon hancur dan lenyap. padahal sebelumnya aku sama sekali tidak bisa menebas makhluk itu dengan senjata biasa. tapi dengan senjata ini aku bisa menebas makhluk itu dengan mudah.
sebuah aura cahaya berwarna putih kekuningan. menyelimuti tubuhku. auranya begitu tenang dan juga kuat. seperti ada yang ingin meledak dari dalam tubuhku.
aura itu bergerak sendiri dan menyelebungungi tubuhku serta tubuh Lana. luka Lana karena serangan Daemon sembuh. dan aku langsung menyerahkannya ke Momo untuk menjaganya.
karena marah akan seranganku monster Daemon itu mengeluarkan wujud aslinya dari bawah tanah. dia muncul seperti bayangan hitam yang sangat besar. membentuk sebuah Monster beruang raksasa berwarna hitam bermata merah menyala dengan tinggi sekitar 3 meter.
di saat aku menyerahkan Lana, Momo tiba-tiba berteriak "awas!! tuan R!!"
Daemon ternyata menyerang dan dengan cepat ku tangkis dengan pedangku kemudian ku dorong makhluk itu sehingga terpental lumayan jauh.
setelah beberapa saat, Lana sadar dan melihatku bertarung dengan Daemon dia terlihat ingin berdiri dan membantuku. tapi Momo menahannya.
"tenanglah Lana. percuma kalau kau membantu hanya tuan R yang bisa mengalahkan makhluk itu dengan kekuatan cahayanya. karena itulah kekuatan sejatinya. job khusus untuknya yaitu warrior of light." kata Momo
__ADS_1
walaupun aku belum tahu kekuatan ini tapi setelah aku berhasil mengaktifkan kekuatan ini ada notifikasi yang muncul di depan mataku. notifikasi itu bertuliskan "job, warrior of light berhasil di dapatkan"