NEET

NEET
Chapter 5 : Prajurit Tahanan 1


__ADS_3

aku sudah berjalan sekitar beberapa jam bahkan mungkin sudah setengah hari dari taman bunga tempat ku sebelumnya. berjalan melewati Padang rumput dan perbukitan. tapi masih belum menemukan kota terdekat. kakiku capek,lemas dan sakit serta perutku juga sudah lapar. Untung air sungai di dunia ini bisa langsung di minum dengan mudah. tapi kalau masalah mencari makan susah sekali. apalagi aku belum punya skill berburu dan memasak. untuk mendapat satu hewan rasanya susah sekali.


hari sudah mulai gelap. untungnya di sekitar sini banyak gua yang tak berpenghuni jadi aku bisa berteduh sementara waktu di gua tersebut. aku berharap besok bisa menemukan makanan yang bisa ku makan. untuk sementara aku pun beristirahat di dalam gua tersebut. aku duduk dan meluruskan kakiku untuk beristirahat setelah itu bersandar di bebatuan. walau terasa lembab dan dingin. aku harus tetap bertahan dalam keadaan ini.


ya, aku sedikit menyesal karena sudah menjadi pengurung diri selama ini. hanya karena hal sepele sebenarnya. karena terlalu lama mengurung diri aku jadi tidak siap untuk bertahan di kehidupan liar ini. bahkan untuk membuat api unggun pun aku tidak tau caranya. di dalam gua ini aku hanya bisa menahan dingin yang menerpa diriku begitu saja. tapi mungkin karena sudah lelah berjalan entah bagaimana aku tertidur juga.


pagi harinya hawa semakin dingin dan membuatku terbangun dari tidurku. badanku rasanya sakit semua karena posisi tidur yang tidak nyaman. tapi setelah peregangan sedikit tubuhku mulai lebih enak. setelah mencari sumber air terdekat untuk minum dan buang air aku melanjutkan perjalanku.


aku terus berjalan ke arah barat karena Shiva menyarankan ku jalan ke sana. dia bilang kota terdekat ada di sana. cuma aku mulai ragu karena rasanya jauh sekali aku berjalan tapi tidak ada tanda-tanda kota. bahkan aku tidak bisa mengontak Shiva lagi setelah dia memberitahuku itu.


tak terasa hari mulai siang dan kebetulan tepat di depanku ada sebuah hutan. hutan itu tidak terlalu lebat dan di situ ada sebuah jalur yang seperti jalan. sepertinya sering di lewati oleh manusia. ketika ku dekati tepat dugaanku masih banyak jejak bekas roda. sepertinya dari pedagang sekitar.


benar tebakanku. tak berselang lama sebuah gerobak yang di tarik oleh kuda berjalan menuju ke arah ku. aku melambaikan tangan dari kejauhan dan sepertinya kusir dari gerobak itu melihatku.


kusir gerobak langsung berhenti tepat di depanku. dia seorang bapak-bapak botak berjenggot coklat dan berkepala pelontos dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi mungkin sekitar 150cm tingginya. dengan badan kekar dan memakai mantel kulit dari hewan yang benbentuk seperti beruang.


"butuh bantuan nak?" tanya kusir itu


"i, iya. aku butuh tumpangan ke kota terdekat." jawabku.


"oh ikut aku saja kalau begitu, kebetulan aku ingin ke kota di balik hutan itu. aku ingin berdagang di sana."


dengan senang hati pria itu memberikan tumpangan ke padaku. dan aku menerimanya dengan senang hati karena aku juga sudah terlalu kelelahan.


aku naik ke gerobaknya dan duduk di samping bapak kusir tersebut yang sedang bekerja. dan pak kusir langsung melanjutkan perjalanan masuk hutan. seperti biasa untuk orang yang baru pertama bertemu dia memberikanku pertanyaan.


"hey, namaku Langris. aku pedagang yang biasa keliling di sekitar sini. ngomong-ngomong siapa namamu?"


"e.. namaku Ary... eh maksudku R." jawabku.


"kamu berasal darimana? aku baru lihat wajahmu di sekitar sini." tanya pak Langris


"itu... aku.. dari.. e..." sial, aku bingung harus menjawab apa.


"tidak usah terlalu terburu-buru nak. kalau ku lihat tampangmu apa mungkin kamu habis di serang monster. soalnya dari pakaianmu terlihat lusuh sekali."


untunglah.. sepertinya pak Langris orang yang baik. dan juga pengertian terhadap orang.

__ADS_1


"i, iya mungkin kurang lebih seperti itu. karena racun dari monster yang menyerangku kepalaku masih sedikit pusing pak, dan masih agak bingung."


"kasihan, memang seperti apa monster yang menyerangmu?" tanya pak Langris.


"entahlah aku tidak ingat. aku juga sudah berjalan tanpa tujuan selama 2 hari. dan perutku lapar sekali" jawabku.


setelah aku berkata seperti itu pak Langris langsung merogoh barang-barang yang ada di gerobaknya yg tertutup kain terpal di situ dia mengambil sebuah roti dan memberikannya kepadaku. aku langsung menerimanya tanpa pikir panjang karena sudah terlalu lapar. aku memakan roti bulat yang lumayan besar itu dengan lahap.


tak terasa kami mengobrol tiba-tiba hutan sudah terlewati dan tepat di hadapan kami ada sebuah kota. kota itu di kelilingi tembok yang lumayan tinggi sekitar 50m menurut keterangan pak Langris tembok itu berfungsi untuk melindungi kota dari serangan monster.


tepat di gerbang masuk kota yang bertuliskan The Back City dua orang penjaga menjaga tempat itu dan memberikan kami beberapa pertanyaan untuk mengetahui tujuan kami masuk kota. aku menyerahkan semua itu ke pak Langris dan dengan mudahnya kita bisa masuk kota.


hari kebetulan masih siang pak Langris mengajakku ke alun-alun kota untuk membuka lapak di kota The Back. ya ini adalah kota yang lumayan besar dengan penduduk yang lumayan padat juga, berdagang di sini sepertinya akan mudah. kebetulan aku juga punya sedikit pengalaman menjadi sales marketing di tempatku dulu. yah.. aku malah jadi mengingat pengalaman buruk lagi deh.


kami berdagang kebutuhan pokok seperti. roti, buah-buahan, sayur-sayuran daging dan masih banyak lagi. dengan cepat dagangan kami di serbu oleh para pembeli. sambil ku bantu pak Langris juga memberiku sedikit pengetahuan cara berdagang di Dunia ini.


cara perdagangannya cukup mudah yaitu dengan mengumpulkan berbagai sumber daya yang ada di dunia ini. seperti memetik buah-buahan berburu hewan dan monster serta berburu barang berharga. atau bisa juga memperkaya diri dengan menjadi petualang menyelesaikan misi-misi yang di berikan Guild petualang di kota dan menjelajahi dungeon untuk mencari item-item langka. tapi itu resikonya sangat tinggi. cuma kalau bisa menjadi petualang maka bisa keluar masuk kota dengan mudah. mungkin itu akan menjadi tujuanku berikutnya.


hari sudah semakin sore dan gelap. sebagai upah telah membantu pak Langris aku di berikan uang sekitar 10 perak. katanya itu cukup untuk menginap di penginapan selama semalam. dan kalau ingin mendaftar sebagai petualang uangnya juga masih cukup. serta dia juga memberiku sedikit perbekalan untuk perjalanan ke depannya. tidak lupa juga dia memperingatkan ku agar tidak terlalu terlena dengan kedamaian hidup di dunia ini. entah kenapa dia berkata kalau ini hanya fatamorgana semata bagi orang yang tidak tau apa-apa.


pak Langris melanjutkan perjalan untuk berdagang sementara aku masih menetap di kota ini untuk sementara. aku mulai sedikit keliling kota mencari pakaian ganti dan juga tempat menginap.


aku harus membayar satu keping perak untuk menginap di kota ini. aku tidak tau itu mahal atau murah tapi yang penting aku mendapat tempat istirahat dulu. dan setidaknya aku bisa merasakan nikmatnya tidur di kasur.


***


pagi harinya.


matahari sudah mulai terbit dan aku langsung menuju ke guild petualang terdekat. aku mendaftarkan diriku ke sana. ternyata syaratnya lumayan mudah. hanya mengisi formulir dan membayar biaya administrasi sebesar 5 keping perak. dan aku langsung di terima. untuk tanda sebagai petualang aku di berikan sebuah tablet berukuran 6 inchi kurang lebih seperti smartphone kalau di dunia nyata. di situ sudah terdapat lisensi dan misi yang harus ku jalani.


aku masih menjadi petualang kelas F kelas paling rendah dari para petualang. misi petualang kelas F terhitung mudah yaitu membatu kegiatan warga sekitar. semakin banyak misi yang di selesaikan maka akan semakin cepat naik tingkat dan semakin cepat dapat uang.


setelah mendaftar aku keluar dari gedung tempat pendaftaran petualang. aku mengecek tablet ku untuk melihat misi yang bisa ku jalani. akan tetapi tiba-tiba seseorang menabrakku. lisensi petualang ku terlempar dan aku jatuh terduduk bersama orang itu.


orang itu sepertinya masih anak-anak memakai tudung. dan terlihat sebuah ekor kucing dari bagian belakang tubuhnya. sepertinya juga dia seorang wanita.


tanpa berkata apapun wanita berekor kucing itu menitipkan tas padaku. dan langsung berlari pergi. aku berusaha berdiri sambil memegang tas yang dia berikan kepadaku. namun tak berselang lama seseorang berteriak.

__ADS_1


"TOLONG!!! PENCURI"


terlihat semua orang yang didekat tempat itu melirikku. tak berselang lama para penjaga keamanan kota menghampiriku dan menodongkan sebuah pistol ke arahku.


"angkat tanganmu dan jangan bergerak!!"


dengan refleks aku mengangkat tanganku. dan menjatuhkan tas yang diberikan oleh gadis kucing.


"tu,tunggu dulu aku bukan pencuri. kalian salah paham. aku petualang. a,aku bisa menunjukan lisensiku."


aku melihat sekitar dan mencari lisensi petualang ku yang jatuh. tapi lisensiku menghilang.


"sial!!" pikirku


karena aku tidak bisa membuktikan kalau aku petualang. para penjaga itu langsung memborgolku dan menyetrumku dengan pistol mereka yang ternyata pistol listrik. aku pun terjatuh dan tidak bisa bergerak. dengan badan yang lemas aku di seret oleh mereka dan di masukkan ke sebuah gerobak berjeruji besi. setelah masuk ke gerobak itu aku di setrum lagi dengan pistol mereka dan akhirnya pingsan.


aku tidak tau berapa lama waktu berlalu setelah kejadian itu. ketika aku terbangun aku sudah berada di dalam sel penjara yang beralaskan keramik yang begitu dingin saat malam hari. tanganku di borgol dengan borgol rantai dan leherku di beri sebuah borgol yang berbentuk kalung dengan lampu indikator berwarna merah di bagian tengahnya.


karena hal ini aku malah berpikir yang aneh-aneh. entah kenapa hidupku begitu sial tidak di dunia nyata tidak di game aku terus terusan mengalami kesialan. bahkan semakin lama di sini aku merasa kalau ini sudah bukan game lg. para karakter di dunia ini berasa begitu hidup. bahkan aku merasa mereka sudah seperti manusia di kehidupan nyata.


aku masih tidak tau sudah berapa lama aku di dalam teralis besi ini. di sini tidak ada proses pengadilan dan sebagainya. ku lihat para penjahat hanya di kurung dan setiap sekali dalam sehari kami di beri makan. walaupun makanannya tidak ada rasanya tapi itu lebih baik daripada tidak ada sama sekali.


hari itu kami para tahanan tiba-tiba di giring di keluarkan dari sel tahanan. kami di giring menuju sebuah tangga di ujung lorong penjara. kami menaiki tangga itu satu persatu. dan di ujung tangga itu terlihat sebuah pintu dengan cahaya yang menyilaukan.


kami melewati pintu itu dan tepat setelah melewati pintu itu sebuah ruangan selebar lapangan bola menanti kami. pintu cahaya yang kami lewati pun mulai tertutup dan para penjaga yang menggiring kami berada di balik pintu itu.


ruangan seukuran lapangan bola itu sebenarnya begitu mudah di lewati. tahanan yang sudah tidak sabaran berpikir demikian. mereka menaiki pagar-pagar yang mengelilingi ruangan tersebut dan berhasil. tapi tidak berselang lama mereka kabur hal yang mengerikan terjadi. kepala mereka satu persatu meledak dan mereka pun meninggal seketika. para tahanan yang tidak memilih kabur menjadi panik.


"bisakah kalian diam para sampah masyarakat!!"


tiba-tiba seseorang berkata seperti itu melalui pengeras suara yang ada di salah satu sisi ruangan itu. kamipun terdiam seketika dan orang itu melanjutkan kata-katanya.


"selamat datang di tempat hukuman kalian. biar ku jelaskan dulu aturannya. di ruangan sebesar 100 meter persegi ini kalian para sampah masyarakat akan di adili. tapi tenang jika kalian bisa melewati ujian ini masa hukuman kalian akan kami kurangi. tapi jika kalian tidak bisa kalian akan mati di sini"


setelah mengatakan itu sebuah pintu di tengah ruangan pun terbuka. dan di situ keluar berbagai barang seperti senjata dan sebagainya. setelah itu salah satu pintu di ujung ruangan terbuka. aku tidak tau apa yang akan terjadi. setelah itu dari pengeras suara orang yang sebelumnya berbicara lagi.


"baiklah aku lanjut peraturannya lagi. kalian punya waktu 10 detik setelah aku selesai berbicara untuk mengambil senjata apa saja yang ada di depan kalian. wokeh, di balik pintu yang terbuka itu akan keluar sekitar 100 monster. kalian harus bertahan dari para monster tersebut. dengan senjata seadanya. baiklah hanya itu saja yang bisa ku sampaikan. dan selamat bersenang-senang. Huahahaha!!!"

__ADS_1


__ADS_2