
aku mulai bangun dari pingsan ku karena pukulan kakaknya Thena. kepalaku masih sedikit pusing. ternyata aku sudah berada si sebuah ruangan yang tidak terlalu besar. dan di depan ruangan sekaligus di depan mataku adalah jeruji besi.
apa mungkin aku di penjara?. begitulah pikirku
tepat di depan jeruji besi itu seseorang berjaket tebal sedang berdiri. orang yang tidak asing bagiku.
"Thena? apa itu kamu?" tanyaku.
"ssttss, jangan keras-keras." jawab Thena.
aku mulai mendekati jeruji besi dan mulai berbisik kepada Thena.
"hey, Thena ini di mana? kenapa aku di kurung?" tanyaku sambil berbisik.
"pertama, aku ingin tahu namamu dulu biar aku bisa lebih mudah memanggilmu." jawab Thena.
"eee.. untuk itu.. kan sudah ku bilang aku tidak ingat. bahkan darimana asalku juga aku tidak ingat." jawab ku sedikit berteriak.
tak ku sangka ternyata ada penjaga yang sedang menjaga kami berdua. karena kata-kata ku yang agak kencang penjaga itu penasaran.
"ada apa ini ribut-ribut?" tanya penjaga itu.
"ti,tidak penjaga. aku hanya menanyakan nama pria yang ada di penjara ini dan mau memberitahu dia sesuatu." sahut Thena.
"baiklah kalau begitu, maaf sudah mengganggu nona."
penjaga itu pun mulai pergi dan berkeliling lagi.
"hey, kenapa mereka memanggilmu nona? siapa kamu sebenarnya?" tanyaku
"huss, diamlah nanti kamu juga akan tahu." jawab Thena.
setelah mengatakan itu Thena terlihat sedang memikirkan sesuatu. dia berpikir begitu keras sambil berjalan berputar-putar di depan penjaraku.
"kamu sedang memikirkan apa Thena?" tanyaku lagi
"aku hanya berpikir untuk memanggilmu siapa. soalnya kamu sendiri tidak ingat namamu." jawab Thena.
"itu ya.. terserah kamu saja Thena." jawabku
Thena berpikir sejenak lagi.
"oh ya, karena kamu lupa dengan segalanya tentangmu bagaimana kalau aku memanggilmu Blank?" kata Thena
"eee.. cukup bagust menurutku." jawabku
"baiklah kalau begitu. mulai sekarang namamu adalah blank" jawab Thena sambil mengangguk tanda sepakat.
setelah itu Thena pun membuka gerbang penjaraku dan menarik ku keluar penjara tanpa sepatah katapun. mukanya terlihat serius dan agak sedikit kesal.
"ayo ikut aku" kata Thena.
aku tidak mau banyak bertanya lagi jadi aku mengikuti perkataannya saja.
kami mulai berjalan menaiki tangga menuju lantai atas. setelah menaiki beberapa anak tangga. kami pun sampai di depan pintu.
Thena membuka pintu itu dan saat di buka betapa kagetnya diriku.
ternyata selama ini aku berada di penjara bawah tanah sebuah istana yang begitu megah. Thena menggiring ku melewati lorong-lorong istana yang begitu indah dengan guci-guci yang berjejer sepanjang jalan.
saat ku lihat lewat jendela ternyata langit sudah mulai malam.
aku berpikir. sebenarnya apa pangkat Thena di kerajaan ini?. kalau di lihat dari kemampuannya bertarung sepertinya dia seorang prajurit di istana ini atau mungkin juga komandan pasukan istana?. itu semua masih jadi pertamyaan buatku.
setelah berjalan cukup lama. sampailah kami di depan pintu ruangan istana yang begitu megah dan besar.
tepat saat aku di depan pintu. seseorang membuka pintu itu dari dalam. seseorang yang kurus kerempeng dengan baju dan celana yang kedodoran. badannya juga agak pendek. lebih pendek dariku sedikit. bahkan hampir sama tingginya dengan Thena.
eh, iya ada yang aneh. saat aku menyelamatkan Thena dari para kesatria berarmor. badan Thena terlihat lebih tinggi. bahkan tingginya hampir sama dengan tinggi ku. namun sekarang dia terlihat lebih pendek sedikit.
orang kurus yang membuka pintu itu berlari ke arahku. dia berlari sambil menangis. kemudian memelukku.
ingusnya sangat banyak bahkan sampai menempel sangat banyak di bajuku. dan itu membuatku sedikit jijik.
"hey, siapa kamu.. kenapa kamu menangis di hadapanku. dan ingusmu.. ingusmu menempel semua di bajuku dasar bodoh!!" aku mengatakan itu sambil mendorong pria kurus tersebut agar melepaskan ku.
untung pria itu langsung mengerti maksudku dia pun langsung melepas pelukannya padaku dan langsung sujud di depanku.
"maafkan aku!!! aku sudah salah paham padamu!!" teriak pria itu sambil sujud di depanku.
__ADS_1
"sudahlah kak Gil. jangan seperti itu.. ayo cepat berdiri. dan perkenalkan dirimu." kata Thena menyuruh pria kurus itu untuk berdiri
pria itu pun berdiri. dan langsung membukukan badan di depanku kemudian mengangkat tangannya sejajar dengan badannya yang sedang membungkuk. dia sepertinya ingin bersalaman denganku.
aku meraih telapak tangannya dan pria kurus itu langsung memegang erat tanganku dan memperkenalkan diri.
"na, namaku adalah Gilgamesh. se, senang bertemu denganmu."
"panggil saja aku Blank untuk saat ini." kataku.
dia pun melempas jaba tangannya dan langsung berdiri tegak di depanku dengan keadaan masih gerogi denganku. aku berpikir sejenak dan langsung terpikir sesuatu.
("hmm.. Thena memanggil orang itu kak Gil. terus kenapa orang itu meminta maaf kepadaku ya?. jangan-jangan?") pikirku
setelah sadar kalau pria kurus itu adalah kakaknya Thena yang sebelumnya sempat memukulku. aku ingin memukul balik dia. namun aku masih menahan emosiku.
kemudian aku mendekati Thena dan berbisik padanya.
"Thena, apa pria kurus itu benar-benar kakakmu?" tanyaku sambil berbisik.
Thena meng iyakan itu. dia berkata kalau kakaknya akan jadi pria lemah pengecut kalau di malam hari. tapi kalau dia di siang hari dia akan berubah menjadi pria berotot tak berotak yang sangat sombong dan juga kuat.
yah, pantas saja saat itu dia kuat sekali. ternyata memang kekuatan kakaknya Thena berasal dari matahari. haha.. seperti panel Surya saja.
tak lama bercakap-cakap seseorang memanggil kami dari balik pintu. suaranya begitu berwibawa dan juga tegas.
"kenapa lama sekali, aku sudah terlalu lama menunggu kalian". kata orang itu
"oh ya, raja ingin bertemu denganmu blank, dia ingin meminta penjelasan darimu." kata Gilgamesh sambil menarikku masuk ruangan.
saat ku buka ruangan itu. seseorang berbadan besar berambut panjang dan brewokan duduk di singgah sana. tubuhnya sangat tinggi. mungkin sekitar 2 meter lebih dan badannya juga penuh otot.
dia memakai armor besi di badannya dan juga pelindung kulit di tangan dan kakinya. aku jadi grogi kalau ketemu raja yang bentuknya seperti ini.
"Ra, raja aku sudah membawakan pria yang kamu maksud pak!" kata Gilgamesh
"baiklah terimakasih Gil. kamu tidak perlu seformal itu dengan ayahmu sendiri." kata raja.
("eh, ayah?. berarti kalau begitu Thena. seorang putri raja dong?. tidak heran kalau dia sekuat itu. ayahnya saja begitu bentuknya.") pikirku.
raja itu kemudian berdiri dan menghampiri ku dia menepuk bahuku dan memberikanku selamat.
"eee... panggil saja aku Blank. tu, tuan raja. ta, tapi tunggu dulu sepertinya tuan salah faham. sebenarnya saya tidak sepenuhnya yang menyelamatkan putri anda Thena. justru dia sendirilah yang menyelamatkan dirinya sendiri. bahkan justru malah dia yang menyelamatkan saya." kataku.
respon raja tidak seperti yang ku duga. dia malah tertawa terbahak-bahak mendengar ceritaku. sambil menepuk-nepuk pundak ku dan itu juga lumayan menyakitkan.
"huahahaha... kamu dengar itu Gil. dia bilang kalau dia di selamatkan oleh adikmu. dia pasti bercanda.. anak secantik dan semanis Thena mana mungkin bisa bertarung bahkan membunuh serangga saja dia tidak sanggup apalagi melawan prajurit berarmor." kata raja Ares.
"ta, tapi kan.."
belum sempat aku menyelesaikan kata-kata ku. Thena menarik ku ke pojok ruangan.
"maaf ayah, aku ingin mengatakan sesuatu pada blank dulu." kata Thena
dia berbisik kepadaku agar aku tidak cerita apapun tentang kekuatan nya dan ikuti prosedurnya saja kalau mau selamat.
dengan berat hati aku menurutinya saja. walaupun sebenarnya aku tidak terima kalau kekuatan Thena yang sehebat itu harus di sembunyikan.
di tengah percakapan kami. tiba-tiba sesuatu menerobos jendela ruangan raja. mahkluk itu berbentuk serigala dengan warna hitam pekat dan matanya berwarna ungu.
"kalian semua berlindung di belakangku!!" teriak raja Ares.
Thena dan Gilgamesh langsung bersembunyi di belakang ayahnya akupun juga mengikutinya.
serigala hitam itu pun membesar dan mulai menyerang raja Ares. dengan satu pukulan raja Ares berhasil membanting serigala hitam itu ke tanah.
serigala itu langsung tidak bisa bergerak tertahan tinju raja Ares.
"ternyata hanya cecunguk kecil. ku kira bisa lebih hebat dari ini." kata raja Ares
saat aku melihat serigala hitam itu entah kenapa mataku tiba-tiba berdenyut. sebuah tulisan muncul di depan mataku. aku tidak tahu apa ini. tapi tulisan itu bertuliskan status dari serigala hitam itu.
di situ tertulis kalau serigala hitam itu bernama Daemon. makhluk kegelapan. hanya bisa di kalahkan dengan sihir cahaya. serangan fisik tidak berpengaruh untuknya.
"raja, hati-hati makhluk itu berbahaya!!." teriakku
tiba-tiba srigala itu berubah bentuk menjadi sebuah ular kemudian merambat ke tangan raja Ares. setelah itu makhluk Daemon itu berubah lagi menjadi landak dan berputar mengelilingi seluruh badan raja Ares.
hal itu membuat luka sayatan yang cukup parah untuk raja Ares. setelah itu Daemon itu melompat dan berubah bentuk lagi menjadi gorila. dia langsung memukul raja Ares dan membuat raja Ares terpental membentur tempat duduk singgasananya.
__ADS_1
"ayah!!!" teriak Gilgamesh dan Thena.
setelah membentur singgasananya raja Ares yang berbadan besar tiba-tiba mengeluarkan asap. tubuhnya menyusut dan semakin mengecil.
raja berbadan besar itu berubah menjadi bapak-bapak berbadan pendek dan sedikit kurus. dan kerennya lagi bajunya mengikuti bentuk tubuhnya.
Thena dan Gilgamesh menghampiri ayahnya. mereka berdua membantu ayahnya berdiri.
"ayah seharusnya tidak memaksakan diri seperti ini. tubuh ayah tidak bisa menahan kekuatan itu lebih lama. apalagi kalau terkena serangan seperti itu." kata Thena
Daemon yang berbentuk gorila berubah wujud lagi menjadi serigala. dia menerjang maju ke arah raja Ares.
"Thena, Gil, awas!!" teriakku
aku pun mengeluarkan kekuatanku. cahaya muncul dari kakiku. dan aku pun langsung menerjang ke arah mereka.
serigala Daemon sudah mengeluarkan cakarnya dan hampir mencapai raja Ares. aku dengan langkah cahaya. langsung menerjang serigala hitam itu dan mendorongnya hingga membentur tembok.
aku mencoba menahannya di tembok namun makhluk itu berubah lagi menjadi bentuk gorila dan menendang ku dengan kakinya.
aku pun terpental dan tersungkur di lantai. saat aku berusaha berdiri. aku melihat sebuah kotak persegi panjang bergaris hijau yang bertuliskan angka di depan mataku. garis itu sedikit berkurang ketika aku terkena serangan Daemon.
aku pun dengan susah payah berhasil berdiri. aku mencoba melihat telapak tanganku dan ada tulisan status muncul lagi di depan mataku. di situ tertulis aku memiliki class warrior of light. dan beberapa skill yang bisa ku gunakan. dan kebetulan berelemen cahaya.
("sepertinya memang, harus aku yang mengalahkan makhluk itu.") pikirku.
belum benar aku berdiri dan masih sempoyongan. Daemon gorila berlari kearahku. dia berubah menjadi ular raksasa dan melilitku.
tubuhku tertekan erat oleh ular Daemon. garis hijau di depan mataku semakin berkurang sedikit demi sedikit.
"Blank!!" teriak Thena
"ja, jangan mendekat Thena. makhluk hanya bisa di kalahkan dengan cara khusus. dan mungkin hanya aku yang bisa." kataku sambil menahan rasa sakit lilitan ular Daemon.
Thena melihat sekitar dan terlihat seperti mencari sesuatu. dia melihat belati kecil di pinggang ayahnya.
"ayah, berikan belati di pinggangmu itu." kata Thena.
dengan susah payah. raja Ares melepas belatinya dan memberikannya ke Thena.
Thena pun melepas sarung belati itu dan melemparkan belati tersebut ke arahku.
"Blank, tangkap!!" teriak Thena sambil melempar belati itu.
"tu, tunggu dulu Thena jangan asal melempar."
aku langsung panik karena tanganku terlilit juga oleh ular Daemon. dan kemungkinan tidak bisa menangkap belati itu. tapi syukurnya belati itu tidak mengenaiku namun terkena tubuh ular Daemon. tapi tetap saja tertancapnya pas di depanku.
lilitan ular Daemon mulai longgar karena terkena tusukan belati. aku pun bisa menggerakkan tangan kananku. dan kemudian menggapai belati itu.
belati itu Langsung bercahaya di tanganku dan membuat ular Daemon semakin kesakitan. akupun langsung menyayat tubuh ular Daemon itu dengan jurus tebasan cahaya.
serangan itu berhasil. Daemon itu pun langsung melepas lilitannya dan kemudian sedikit menjauh dariku. dia berubah menjadi landak dan menembakkan duri-duri tajamnya kepadaku.
tubuhku tertancap duri-duri itu dan tak berselang lama duri itu lenyap serta memberikan luka berlubang-lubang di tubuhku.
namun anehnya perlahan luka itu mulai tertutup. aku juga melihat garis hijau di depan mataku angkanya mulai bertambah. apa mungkin aku juga punya kekuatan regenerasi?
tapi aku tidak terlalu memikirkannya. aku kembali fokus ke Daemon. ternyata saat ku lihat makhluk itu juga memiliki garis hijau yang sama denganku. dan di situ perlahan garisnya berubah menjadi kuning.
Daemon kemudian berubah menjadi serigala lagi dan menerjang langsung ke arahku.
aku memasang kuda-kuda menunggu jarak yang tepat untuk menebasnya. aku memfokuskan semua kekuatan sihir ke pedangku dan saat serigala Daemon pas melompat di depanku. satu tebasanku cukup untuk membunuhnya.
aku menebas serigala Daemon itu dari perutnya hingga ujung kepalanya. garis hijau yang kulihat dari makhluk itu perlahan berkurang menjadi merah dan kemudian habis. angkanya pun menunjukkan angka 0 dari 1000 poin. Daemon itu pun berubah menjadi butiran debu dan terbang ke langit
setelah itu pedang belati yang ku gunakan pun ikut hancur. mungkin karena tidak kuat menahan kekuatanku.
raja Ares yang begitu senang berubah kembali ke bentuk pria berotot dan berlari kearahku kemudian memelukku. pelukannya sangat kuat sampai aku tidak bisa bernafas bahkan lebih kuat dari lilitan ular Daemon.
"terimakasih banyak nak Blank sudah menyelamatkan keluargaku sekali lagi." kata raja Ares begitu senangnya.
"i, iya tapi to, tolong lepaskan pelukanmu raja. aku bisa mati karena ini."
raja pun melepas pelukannya. aku pun bisa bernafas lega. kemudian dia pun menepuk pundakku lagi dan berkata.
"istirahat lah dulu nak. besok pagi kita akan mengadakan pesta penyambutan mu. yang sangat meriah."
aku ingin menolaknya tapi yah mau bagaimana lagi. tidak enak menolak rezeki yang sudah di berikan.
__ADS_1
aku pun masuk di antar Thena ke kamarku. dan bersiap untuk hari berikutnya yang entah apa yang akan ku hadapi selanjutnya. yang pasti hal itu akan membuatku menjadi lebih kuat.