NEET

NEET
Chapter 3 : Pengurung Diri


__ADS_3

"maukah kamu menjadi pacarku?"


seorang wanita tiba-tiba mengucapkan itu tepat di awal-awal aku masuk SMK. karena panik aku langsung menarik Khoi yang ada di sampingku sedikit menjauh dari wanita itu.


"bagaimana ini bos Khoi? aku sama sekali tidak ada pengalaman dengan wanita. apalagi dia tiba-tiba mengajakku pacaran?" tanyaku ke Khoi sambil bisik-bisik.


"eee.. aku juga tidak tau. kalau nggak salah cewek itu namanya Sendi. dia anak kelas 10 juga sama seperti kita. cuma dia anak jurusan kelistrikan. sepertinya dia lumayan terkenal di kalangan anak kelas 1" Jawab Khoi.


"terus aku harus gimana?" tanyaku lagi


"ya itu terserah kamu, lakukan aja senatural mungkin." setelah mengatakan itu Khoi langsung mendorongku. seolah memberi semangat kepadaku untuk menjawab pertanyaan wanita itu.


aku menghampiri wanita itu lagi dan menatap matanya. pipiku langsung merona merah dan dalam hatiku berkata "astaga... dia manis sekali.. apa benar gadis secantik ini benar-benar suka padaku".


dengan sedikit canggung aku berkata "eee.. kalau nggak salah namamu Sendi kan?"


"Yap, benar sekali kamu Arya kan?" jawab wanita itu.


"be, begini Sen, kita kan belum saling kenal. bagaimana kalau mulai dari berteman saja dulu. ya kita ngobrol aja dulu satu sama lain tentang kita. ya kalau cocok ya kita lanjutin."


setelah aku berkata seperti itu Sendi terlihat sedikit cemberut. setelah itu dia pun berkata "baiklah kalau kamu maunya seperti itu. tapi aku punya permintaan. aku minta Minggu ini kita jalan-jalan ya. biar saling akrab dan saling keeenaal" dia berkata seperti itu dengan nada sedikit menggoda.


"ba, baiklah".


setelah kejadian itu hari berlalu begitu cepat dan waktu sekolah sudah usai. waktunya aku kerja sambilan. kebetulan hari ini aku kerja di warnet dekat sekolahku. ya, warnet gaming yang cukup terkenal di wilayah itu. dan dari sini juga aku mulai mengenal game online MMORPG. kebetulan game yang lagi terkenal saat itu adalah Monster Nest. setidaknya di sela-sela kerjaku di warnet itu aku suka bermain game itu.


warnet ini sebenarnya warnet 24 jam tapi aku kerja di sini mulai jam 4 sore sampai jam 10 malam. karena saking sibuknya diriku aku kadang juga mengerjakan PR di sela-sela kerja.


hari ini tepatnya jam 9 malam ada event PVP untuk game MMORPG Monster Nest. dengan hadiah yang lumayan besar. yaitu sekitar 1jt rupiah untuk pemenangnya.


sebenarnya ada alasan kenapa aku bisa di terima di warnet gaming ini. saat itu aku bersama Khoi kebetulan ingin mencari kerjaan sampingan dekat sini. lewat internet. karena bosan mencari akhirnya aku main game Monster Nest sekitar 1jam dan penjaga warnet melihatnya. dan dia bilang aku punya kemampuan. akhirnya dia mempekerjakan ku di warnetnya sekaligus jadi perwakilan warnetnya jika ada kompetisi.


kembali lagi ke kompetisi.


aku mulai login ke akun ku dengan nama kerakter berinisial "R" (dibaca Ar). setelah aku login. langsung banyak komentar di beranda game.


"hey, lihat itu R"


"wah iya itu R"


"dia ikut kompetisi juga?"


"gamer hebat seperti dia ikut kompetisi. ini akan jadi perlombaan yang sangat menarik"

__ADS_1


begitulah kurang lebih kata-kata mereka. memang benar aku tidak terlalu terkenal di dunia nyata dan terlihat seperti anak polos tapi kalau masalah game aku tidak main-main.


singkat cerita aku menang event kompetisi hari itu. dan uang hadiah langsung di transfer ke rekening bos ku. di situ aku dapat bagian 50% dari hadiah. jadi 500rb untukku.


pikirku "Alhamdulillah lumayan yang 300. bisa ku tabung untuk bayar SPP karena di sekolah beasiswaku hanya gratis untuk uang gedung. tapi SPP bulanan harus terus bayar. kemudian sisa yang 200 bisa ku pakai jalan-jalan dengan Sendi Minggu depan.


seminggu berlalu dan waktunya untuk jalan jalan dengan Sendi di akhir pekan ini.


ya kita jalan-jalan seperti biasa, ke taman, nonton dan kemudian makan malam. yah walau terlihat singkat tapi itu cukup berkesan bagiku. tapi tidak berselang lama.


esok harinya pas disekolah. aku ingin lebih akrab lagi dengan Sendi dengan mengajaknya makan ke kantin. tapi ketika aku menghampiri kelasnya aku tidak menemukannya. ketika ku tanya salah satu temannya dia bilang Sendi sedang bersama Genk nya di markas di belakang sekolah.


aku langsung berpikir "Genk?" tak ku sangka Sendi punya Genk. ah mungkin lebih ke kelompok belajar sepertinya.


aku langsung ke belakang sekolah sambil mencarinya. di dekat belakang sekolah sebenarnya ada sebuah gubuk kecil sih. cuma aku tidak tau itu fungsinya untuk apa. dan saat itu aku melihat sekelompok wanita. sekitar 5 orang di tempat itu sedang bercanda sambil merokok. di dekat itu pula ada Sendi.


aku ingin mendekat tapi aku takut mengganggunya jadi aku melihatnya saja dari jauh.


setelah ku perhatikan. salah satu temannya memberikan uang sekitar 100rb ke Sendi. setelah itu sendi terlihat senang sekali sambil mengibas ngibaskan uang itu di wajahnya dia berkata.


"huahaha... kau tau betapa bodohnya si Arya itu. ya, memang seperti katamu dia polos banget. tertipu hanya dengan sedikit rayuanku. lumayan aku dapat traktiran nonton dan makan akhir pekan kemarin."


"ya... ya... kau memang ahlinya dalam mempermainkan lelaki." jawab salah satu temanya.


jam istirahat masih berlangsung sekitar setengah jam lagi. karena kejadian tadi aku langsung tidak nafsu makan. aku tetap duduk di salah satu meja kantin sambil mengaduk aduk mi yang ku pesan.


tiba-tiba Khoi menepuk punggungku dari belakang. dengan keras.


"disini kamu rupanya. aku sudah mencarimu ke mana-mana lho" kata Khoi sambil terengah engah.


"..."


"hey jangan murung begitu kenapa. oh ya, aku mau memberitahumu sesuatu. tolong jangan dekat-dekat dengan Sendi. aku baru menemukan info kalau dia bukan orang yang baik." kata Khoi


"kamu telat bos Khoi. aku sudah tau semuanya." jawabku yang masih lesu.


Sendi, dia merupakan salah satu anggota Genk yang lumayan terkenal di daerah sekolahku. nama Genk nya adalah Genk Nero. Genk yang berisi para gadis SMA dan SMK. kerjaan mereka ya begitulah. memanfaatkan para lelaki untuk taruhan mereka. sekaligus untuk di ambil uang mereka. walau agak lama untuk bisa melupakan kejadian itu akhirnya aku bisa melupakannya.


masa SMK ku terasa sebentar sekali dan tidak terasa aku sudah lulus dan mulai bekerja di ibu kota bersama Khoi. cuma sebelum bekerja Khoi menikah duluan. dia mendapatkan jodohnya ketika di SMK. dia bertemu dengan istrinya saat karya wisata. kebetulan hari itu ada dari sekolah lain yang karya wisata satu destinasi dengan sekolahku.


aku dan Khoi bekerja di perusahaan yang sama. cuma kita beda tempat tinggal karena Khoi harus tinggal bersama istrinya. tempat tinggal ku juga tidak begitu besar tapi sudah cukup untuk diriku yang sendiri. aku dan Khoi juga bekerja di divisi yang berbeda.


perusahaan tempat kami kerja adalah departemen gadget. aku masuk di pemasaran retailnya. sedangkan Khoi sebagai bagian pengecekan stok dan gudang.

__ADS_1


di jaman ku bekerja ini, teknologi sudah semakin maju. orang setiap hari hanya fokus dengan gatget mereka. bahkan banyak yang melakukan hal-hal bodoh hanya demi ketenaran di sosial media. walaupun begitu tujuanku tetap satu di dunia modern ini yaitu game.


gaji pekerjaan ku lumayan besar sih sampai beberapa tahun bekerja aku akhirnya punya sebuah PC yang bisa di bilang cukup mumpuni untuk bermain game. dan disini kadang setelah pulang kerja aku suka menghabiskan waktuku untuk kompetisi-kompetisi game yang lagi terkenal. seperti Wota 2, Fun N Fantasy XIV, the legend of link dan masih banyak lagi.


sekitar 3 tahun bekerja aku mulai di promosikan sebagai kepala toko retail. aku termasuk kepala toko termuda saat itu. di umur 20tahunan. tapi hal itu membuat keirian terhadap senior-senior ku. setiap melihatku mereka terlihat seperti tidak menyukaiku dan melihat sinis ke arahku. cuma aku tidak memperdulikannya. sampai suatu hari tiba-tiba aku menerima surat peringatan dari bos ku.


surat itu berisi pernyataan kalau aku di pecat. saat ku tanya apa alasannya. para atasan hanya berdiam dan saat ku tanya karyawan yang lain mereka hanya berkata "tidak tau". bahkan Khoi sahabat sejati ku tidak bisa berkata Apa-apa saat itu dan malah memilih menghindari ku.


itulah saat dimana aku mulai tidak mempercayai siapapun lagi. pertama aku masih berusaha untuk melamar kerja lagi di perusahaan lain. tapi hasilnya nihil. karena catatan burukku yang sebenarnya sebuah fitnah. perusahaan lain tidak mau menerimaku. mereka takut kejadian yang sama terulang. walaupun aku sudah menjelaskan segalanya mereka tetap tidak mau mendengarkanku.


bahkan tetangga-tetangga dekat tempatku tinggal mulai berkata yang aneh-aneh di belakangku.


"lihat itu, pengangguran".


"iya, aku dengar-dengar dia sudah melamar ke banyak tempat tapi tidak diterima."


"iya, dia itu penjahat, koruptor, makanya di pecat dari perusahaannya"


"apa dia punya teman? kasian sekali, udah pengangguran. nggak punya teman lagi."


karena aku sudah muak dengan semua itu. akhirnya aku memutuskan untuk mengurung diri di tempat tinggalku dan tidak menerima tamu lagi. untuk membeli kebutuhan sehari-hari. aku menggunakan media toko online. dan untuk biaya hidup aku mendapatkan dari kompetisi game.


setidaknya hanya di game lah orang menerimaku dan mengidolakanku sebagai si gamer genius R.


entah sudah berapa lama aku melakukan kehidupan ku sebagai pengurung diri ini. aku sudah tidak peduli lagi dengan dunia luar sampai tak tau apa yang terjadi sampai saat ini. Khoi juga sering kali ke rumahku dia meminta maaf padaku dan terus menyuruhku untuk keluar rumah. tapi aku tidak mempedulikannya lagi.


suatu hari seseorang datang ke tempatku dengan. setelan jas yang sangat rapi. orang itu mengetuk pintuku terus berkali-kali. pertama aku membiarkannya saja. tapi orang itu tetap tidak mau pergi dan terus mengetuk pintuku sekitar 1jam. karena kesal akhirnya ku buka pintu rumahku.


"iya pak ada yang bisa di bantu?" aku keluar rumah dengan tampang yg begitu menyedihkan. hanya memakai kaos dan kolor serta rambut berantakan dan mata yg berkantung mata dan sedikit menghitam seperti mata panda.


dengan sopan orang itu menjawab. "begini tuan apa benar anda Arya?"


"iya pak, kenapa ya?" jawabku.


"saya di perintahkan seseorang pak untuk memberikan paket ini ke anda."


"paket? kalau pengirimnya tidak jelas saya tidak mau pak maaf". aku langsung menutup pintu. tapi orang itu menahan pintuku dengan kakinya.


"dengan berat hati saya tidak bisa menerima penolakan anda tuan Arya. atau bisa saya bilang si gamer jenius R"


mendengar kata-kata orang itu aku langsung terkaget. soalnya aku tidak pernah membeberkan identitas ku sebagai gamer jenius ke siapapun. kenapa orang ini bisa tau?


"si, siapa kamu?"

__ADS_1


__ADS_2