NEET

NEET
Chapter 41 : Akhirnya aku menemukanmu


__ADS_3

setelah mendapat misi penyelidikan dari kota The Back. aku langsung bergegas dengan Momo menuju ke tempat tujuanku.


tempat tujuan ku itu adalah hutan hujan di perbatasan benua manusia dan iblis. tempat itu adalah tempat Yang sangat gersang. tanahnya begitu kering dan padat. tanaman yang ada di sana hanya pohon kaktus saja.


namun, ada satu tempat yang di sebut Hutan hujan.


ya. karena hanya hutan itu yang di hujani air sepanjang tahun. hutan itu tidak terlalu besar. mungkin hanya sekitar 5 hektar luasnya. namun hutan itu sangat berbahaya.


selain hutan itu memiliki pohon yang lurus seperti jamur hijau yang menjulang tinggi. di sekitarnya juga di kelilingi kabut karena kelembapannya. hal itu membuat beberapa petualang kadang tersesat bahkan lebih parahnya lagi tidak bisa masuk dan keluar hutan.


yang lebih parah lagi adalah tekstur tanahnya yang seperti rawa. hal itu membuat para petualang juga susah bergerak dan kebanyakan dari mereka banyak yang terkena serangan monster.


intinya hutan itu adalah jebakan maut bagi para petualang. monster-monster di sana sangat berbahaya dan juga ganas. makanya misi ini di berikan peringkat S.


jarak dari kota The Back dan Hutan itu sangat jauh. namun dengan menaiki Momo. aku bisa menempuhnya dalam waktu 1 bulan saja. padahal aslinya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan perjalanan.


dan kali ini aku sudah ada tepat di pintu masuk hutan yang berbentuk seperti gapura masuk sebuah perkampungan namun penuh dengan kepulan asap kabut yang sangat pekat.


sebelum memasuki hutan aku menaikkan statusku dulu. agar lebih tahan dengan segala racun dan kutukan yang mungkin akan mengenaiku di dalam nanti. tak lupa aku juga menaikkan status Momo.


setelah itu Momo berubah ke mode kucingnya dan naik ke pundakku ku.


"baiklah, ayo kita masuk Momo"


"baiklah nona Lana"


kami pun mulai masuk pintu masuk itu dan mulai memasuki kabut dengan sedikit mengibasnya dengan tangan kananku. perlahan tubuhku mulai tertelan kabut dan semakin menghilang.


ketika aku memasuki kabut sebuah delusi mulai menyerang ku. delusi tentang masa lalu dan juga kesalahanku.


perlahan aku mulai terhanyut dalam delusi itu namun Momo yang ada di pundakku selalu mengingatkan ku agar aku tidak terhanyut di dalamnya.


aku terus berjalan lurus ke depan sambil menahan rasa sakit harus melihat masa laluku. dalam pikiranku aku sudah muak melihatnya dan ingin menyerah namun hatiku berkata agar terus maju menerjang ke depan dan melaluinya.


dengan penciuman dan insting Momo. tak berselang lama kami berhasil masuk ke hutan. dan benar saja. tanah di hutan itu tidak begitu menyenangkan.


tanahnya begitu lembek hingga kakiku tenggelam kedalamnya. aku menggunakan sihir angin di kakiku agar bisa terbang di atas tanah hutan ini.


namun itu juga bukan pilihan yang bagus soalnya monster di sini selalu muncul secara tak terduga. sering sekali mereka keluar dari dalam tanah dan mengagetkanku sehingga aku sering terjatuh ketanah berawa yang kadang hampir menenggelamkan ku.


namun Momo dengan sigap selalu menolongku di saat aku kesusahan.


hujan yang terus menerus menghujani hutan ini juga membuat pijakanku semakin susah kadang aku juga terpeleset karenanya.


sudah beberapa jam aku menulusuri hutan ini namun yang ku temui hanya monster-monster penghuni hutan ini. belum ada monster yang terlihat mencurigakan.


cuma yang mencurigakan di sini monster-monster itu terlihat sangat agresif. biasanya kebanyakan para petualang yang menyerang monster. sangat jarang monster menyerang kecuali mereka merasa terganggu. dan ya.. menang sedang berburu.


semakin dalam aku berjalan tiba-tiba dari kejauhan aku melihat seorang petualang sedang melawan monster yang berbentuk burung berwarna hitam.


"hey. nona, apa mungkin burung itu Daemon?" tanya Momo


"aku juga tidak tahu Momo. ayo kita amati dulu dari kejauhan." jawabku


petualang itu terlihat kesusahan karena melawan burung-burung hitam itu sendirian. aku juga melihat di sekitarnya teman-teman nya yang tergeletak.


hingga tak berselang lama. petualang itu pun kalah dengan kawanan burung hitam.


kawanan burung itu pun tidak langsung memakan para petualang. mereka hanya membawa para petualang yang kelihatannya pingsan itu pergi entah kemana.


aku dan Momo kemudian mengikuti burung-burung itu. secara diam diam. namun para monster seolah menghadang ku dan tidak membiarkanku mengikuti burung itu.


namun aku dengan susah payah terus melewati mereka.

__ADS_1


semakin lama para kawanan burung semakin banyak membawa para petualang. mungkin ada puluhan petualang yang di bawa oleh para burung itu.


aku terus mengikuti burung itu hingga akhirnya aku sampai di ujung jalan. di ujung jalan itu adalah sebuah tebing jurang yang lumayan dalam.


Momo pun turun dari pundakku dan berubah menjadi singa raksasa lagi. aku pun naik ke punggungnya dan mulai menuruni tebing.


di bawah tebing itu terdapat sebuah hamparan taman bunga yang sangat luas. di tengahnya ada seekor makhluk hitam besar berbentuk manusia dengan tanduk di kepalanya dan juga sebuah sayap di punggungnya. sedang duduk dan melihat ke langit.


para burung hitam itu mengirimkan para petualang ke makhluk itu.


saat burung hitam data membawa para petualang. makhluk itu langsung membuka mulutnya. dan para burung hitam itu pun kemudian melemparkan para petualang ke dalam makhluk besar itu.


setelah itu sebagian burung hitam pun pergi dan ada juga yang menyatu dengan makhluk hitam raksasa.


"wow.. Momo tidak pernah melihat Daemon sebesar itu." kata Momo.


kami perlahan mulai mendekati makhluk hitam itu. namun tiba-tiba sesuatu di kantongku bercahaya. aku pun mengeluarkan nya.


ya itu adalah gelang ARK milik orang yang ku cari. gelang itu bereaksi terhadap makhluk itu. saat ku keluarkan, pancaran sinarnya menembak ke arah makhluk hitam raksasa itu.


"hey Momo. mungkinkah dia..?" tanya ku.


"iya nona. di lihat dari reaksi gelang ARK itu, Momo yakin kalau itu dia." kata Momo


makhluk hitam raksasa itu pun bereaksi juga dia langsung melihatku dan tanpa pandang bulu langsung menerjang ke arahku.


gelang yang ada di tanganku pun semakin bereaksi. gelang itu mulai terbang dan langsung meluncur ke arah makhluk hitam raksasa.


gelang itu meluncur langsung dan menabrak tubuh monster hitam raksasa sehingga membuat makhluk itu tersungkur dan kesakitan.


perlahan gelang itu masuk ke dalam tubuh makhluk hitam raksasa. hal itu membuatnya sangat kesakitan dan sangat marah.


sambil menahan kesakitan makhluk itu kemudian melihatku dan mengeluarkan sihir berwarna ungu dari mulutnya dan kemudian menembakkannya ke arahku seperti pistol laser.


aku berhasil menghindarinya. namun benda yang terkena serangan itu langsung lenyap seketika.


karena menahan kesakitan makhluk itu gerakannya jadi melambat sehingga aku bisa dengan mudah menangkapnya dengan rantaiku.


monster itu terus mengerang sambil menyeburkan sihir ungu yang mengerikan itu.


"Momo, lemparkan aku ke mulut monster itu." kataku


"apa?! apa nona Lana sudah gila?. bagaimana kalau nona Lana terkena semburan sihir ungu itu? nona Lana bisa mati seketika!" jawab Momo


"sudah lakukan saja!" sahutku


Momo pun dengan kecepatan petirnya dengan cepat melesat ke atas makhluk itu. aku kemudian melompat dari punggung Momo. dan meluncur Langsung ke mulut makhluk hitam raksasa itu.


makhluk besar itu langsung membuka mulutnya. dari balik mulutnya sebuah cahaya ungu muncul dan siap di tembakkan.


tak berselang lama makhluk itu menembakkan sihir itu ke arahku.


("kalau cahaya ungu itu benar-benar sihir. pasti dengan ini aku akan bisa menahannya") pikirku


"sihir pemantulan! reflek"


sebuah kaca berwarna hijau muncul di depanku. serangan sihir ungu itu mengarah langsung ke arahku namun untungnya berhasil di pantulkan oleh kaca di depanku.


tapi itu tidak semuanya. ada sebagian kecil yang mengenaiku. lebih tepatnya tangan kananku. yang membuat tangan kananku seketika lenyap.


namun akhirnya aku berhasil masuk ke dalam mulut makhluk hitam itu. aku langsung menggunakan kekuatan recovery ku dan mengembalikan tangan kananku seperti sedia kala.


masuk ke dalam makhluk ini seperti menyelam ke dalam kegelapan. rasanya begitu gelap dan yang terdengar hanya teriakan orang-orang yang kesakitan.

__ADS_1


namun secercah cahaya kecil muncul di hadapanku. aku kemudian berenang menuju ke cahaya itu.


semakin ku dekati cahaya itu semakin terang dan terang. ternyata cahaya itu berasal dari gelang ARK.


dan tepat di depan gelang ARK itu. seorang pria berambut putih. meringkuk terlihat putus asa dan begitu depresi.


"tidak, aku tidak mau kehilangan siapapun lagi, aku tidak mau melakukan ini dan itu lagi di dunia ini, seseorang tolong aku."


aku sedih sekaligus senang melihat orang itu. benar sekali, itu adalah dia. orang yang sudah ku cari selama ini. orang yang paling mengerti aku dan orang yang paling peduli terhadapku.


orang yang di sebut seorang warrior of light. iya.. orang itu adalah R.


aku perlahan mendekatinya dan memeluknya. setelah itu gelang ARK pun Langsung melilit tangan kana. R dan langsung terpasang di sama.


cahaya pun semakin terang dan kegelapan di sekitar ku semakin sirna hingga Akhirnya hancur seperti pecahan kaca.


aku pun keluar dari dalam kegelapan bersama dengan R. bersaman dengan hancurnya kegelapan makhluk hitam raksasa pun hancur.


aku pun menggunakan sihir anginku agar kami terjatuh perlahan ke tanah yang di selimuti oleh padang bunga.


"akhirnya aku menemukanmu R." kataku.


R hanya berkata terbata-bata dan kemudian malah mendorongku.


"si, siapa kamu?!!" tanya R yang terlihat ketakutan melihatku.


aku perlahan mendekatinya tapi dia terus menjauh dariku. wajah R terlihat begitu pucat. seperti sudah menahan kesakitan selama 1 tahun ini.


"jangan mendekatiku. apa kamu tidak tahu aku ini monster. aku, aku sudah memakan banyak orang. aku bahkan tidak bisa menyelamatkan siapapun. bahkan sampai saat ini. aku tidak bisa menyelamatkan siapapun" kata R


"tidak, kamu bukan tidak bisa menyelamatkan siapapun. kamu berhasil menyelamatkan ku. itu membuktikan kalau dirimu itu tidak gagal." jawabku.


aku terus mendekati R namun dia masih menjauh seperti kucing liar yang ketakutan.


"ku bilang menjauh! apa kamu tidak mengerti kata-kataku. aku bahkan tidak tahu cara menghentikan rasa laparku ini."


"gigit aku" sahutku.


"apa?"


"ku bilang gigit aku, kamu akan mengerti R"


"baiklah sesuai permintaanmu"


R langsung berlari ke arahku. aku pun pasrah menerimanya. dia mendorongku sehingga aku pun terjatuh dan tebaring di atas hamparan bunga. setelah itu R menggigit pundakku dan mengoyak sedikit dagingku. darah pun mulai mengalir dari pundakku dan R pun perlahan menelan dagingku.


R terlihat terkejut dia langsung berdiri dan terlihat heran. aku pun ikut berdiri sambil menyembuhkan lukaku.


"a, apa ini? rasa laparku langsung sirna seketika."


aku pun mendekatiku R dan memegang keningnya dengan jari telunjukku.


"maaf R mungkin ini agak menyakitkan."


aku pun langsung mengeluarkan sihir recovery ke ingatan R. hal ini akan menimbulkan efek yang menyakitkan pada kepalanya.


dan benar saja, saat ingatan R kembali. dia langsung berguling-guling dan kesakitan di tanah.


aku pun panik akan hal itu. namun tak berselang lama R berdiri kembali dan langsung memelukku.


"akhirnya, akhirnya kita bisa bertemu lagi Lana. terimakasih sudah mengembalikan ingatanku kembali."


"i, iya R aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi."

__ADS_1


setelah itu Momo pun tiba-tiba muncul entah dari mana dan ikut ke dalam momen bahagia kami lagi.


setelah satu tahun berpisah. Akhirnya kami berkumpul lagi. akhirnya kami bisa berpetualang kembali dan melanjutkan perjalanan kami kembali. walau mungkin kedepan akan semakin berat lagi.


__ADS_2